Berita Terbaru
Dinamika Kemanusiaan di NTT: Kedepankan Dialog, Relawan BAZNAS NTB Bagikan Langsung Logistik kepada Puluhan Warga di Desa Riung
MANGGARAI — Upaya penyaluran bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) senantiasa diwarnai dinamika di lapangan. Pada Rabu (19/8/2026) sore, armada logistik BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang tengah melintas di Desa Riung, Kabupaten Manggarai, sempat diberhentikan secara mendadak oleh puluhan warga setempat yang sangat membutuhkan pasokan darurat.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 16.02 WITA tersebut bermula ketika tim relawan BTB dalam perjalanan pulang menuju Posko Pondok Pesantren Pancasila Reo. Sebelumnya, tim baru saja merampungkan pengadaan logistik dari Kota Ruteng, yang mencakup bahan makanan untuk dapur umum, terpal, obat-obatan, perlengkapan tenda darurat, hingga paket kebersihan tubuh (hygiene kit).
Setibanya di ruas jalan Desa Riung, laju kendaraan dihentikan oleh sekitar 73 orang warga terdampak bencana. Merespons situasi tak terduga tersebut, dua relawan BAZNAS yang bertugas, yakni Ais Komarudin dan Humaidi, tetap tenang dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Menyadari kondisi psikologis dan desakan kebutuhan warga yang tengah kesulitan, tim relawan memilih membuka ruang dialog secara persuasif.
Meski diawali dengan ketegangan dan pencegatan, komunikasi antara relawan dan perwakilan warga akhirnya berjalan lancar dan damai. Seluruh muatan logistik yang ada di dalam mobil pada akhirnya diserahkan secara sukarela kepada warga setempat untuk langsung dimanfaatkan. Tim hanya menyisakan jerigen berisi bahan bakar solar yang tetap berada di dalam kendaraan. Seluruh proses kejadian ini turut didokumentasikan oleh relawan di lapangan.
Ketua Posko BTB Reo Manggarai, H. Zulkipli, membenarkan adanya peristiwa tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut dapat dikendalikan dengan baik tanpa memicu konflik berlanjut.
"Sesampainya tim relawan dengan selamat di Posko BTB, kami langsung melakukan konsolidasi. Kejadian ini juga telah kami laporkan secara komprehensif, lengkap dengan bukti video kronologis, kepada pimpinan pusat BAZNAS di Jakarta," ujar Zulkipli dalam keterangan resminya.
Peristiwa di Desa Riung ini menjadi pengingat nyata akan besarnya dampak bencana terhadap kondisi sosial dan urgensi kebutuhan masyarakat. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan tak terduga di lapangan, BAZNAS Tanggap Bencana menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melayani dengan empati, dan memastikan amanah donatur tersalurkan guna meringankan beban warga terdampak di NTT.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS PROV NTB TELAH HADIR DI FLORES, ANTARKAN AMANAH BANTUAN MASYARAKAT NTB
REOK, MANGGARAI (17 Agustus 2026) – Bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, rombongan BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi tiba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB, H. Zulkipli, bertujuan untuk mengantarkan dan menyalurkan langsung amanah bantuan dari masyarakat NTB.
Posko Utama BAZNAS Prov NTB kini resmi beroperasi dan dipusatkan di Pondok Pesantren Pancasila, Kelurahan Tanah Putih, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Posko ini akan menjadi pusat kendali logistik, koordinasi lapangan, serta pendistribusian bantuan secara terpadu.
Semangat Kemerdekaan dan Perjalanan 2 Hari
Menjangkau lokasi posko di Kecamatan Reok bukanlah perkara mudah. Rombongan BAZNAS Prov NTB harus menempuh perjalanan darat dan laut yang melelahkan selama dua hari penuh dari Mataram.
"Perjalanan lintas pulau selama dua hari ini penuh tantangan, namun seluruh rasa lelah terbayar tuntas ketika kami tiba di lokasi dan disambut hangat oleh pengelola Pondok Pesantren Pancasila serta masyarakat Reok. Momen kedatangan yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-81 RI ini menjadi lecutan semangat bagi kami bahwa mengantarkan amanah rakyat NTB adalah bagian dari memaknai kemerdekaan dan persaudaraan sesama anak bangsa," ujar Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB, H. Zulkipli.
Pernyataan Ketua BAZNAS Prov NTB
Ketua BAZNAS Prov NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, menegaskan bahwa aksi solidaritas lintas provinsi ini merupakan komitmen nyata BAZNAS dalam merespons kebutuhan masyarakat dan menyalurkan kepedulian masyarakat NTB tanpa terbatas sekat geografis.
"Kehadiran BAZNAS NTB di Flores adalah wujud penataan amanah dan kepedulian mendalam dari seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari para masyarakat NTB sampai di tangan yang tepat secara cepat dan bermakna," tegas Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad.
"Di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini, BAZNAS NTB hadir untuk membawa pesan persatuan. Tidak ada jarak dalam kemanusiaan. Semoga kehadiran posko di Reok ini membawa keberkahan, meringankan beban saudara-saudara kita, serta mempererat tali silaturahmi antara masyarakat NTB dan NTT," tambahnya.
Informasi Posko Kemanusiaan:
* Lokasi Posko: Pondok Pesantren Pancasila
* Alamat: Kelurahan Tanah Putih, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)
* Penanggung Jawab Field: H. Zulkipli (Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB)
BERITA17/08/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui Pelatihan Pembuatan Roti
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Pembuatan Roti (Bakery) yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di Laboratorium Tata Boga BLUD SMKN 4 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi NTB, terdiri atas 5 peserta dari Kabupaten Lombok Tengah, 10 peserta dari Kabupaten Lombok Barat, 1 peserta dari Kabupaten Lombok Timur, 2 peserta dari Kabupaten Lombok Utara, dan 6 peserta dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pelatihan dipandu oleh dua orang instruktur berpengalaman dari BLUD SMKN 4 Mataram yang memberikan pembelajaran secara teori maupun praktik.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pengenalan bahan baku, formulasi adonan, teknik fermentasi, penggunaan peralatan bakery, proses pemanggangan, hingga teknik pengemasan produk yang memenuhi standar kualitas dan memiliki nilai jual. Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran sebagai bekal dalam mengembangkan usaha bakery yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha peserta setelah pelatihan, BAZNAS Provinsi NTB turut menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin mixer berkapasitas 5–7 kilogram dan oven listrik. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kesiapan peserta dalam memenuhi kebutuhan pasar, sehingga mampu menghasilkan produk bakery yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Melalui program ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri maupun berkelompok. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menciptakan UMKM yang lebih produktif, berdaya saing, dan mandiri, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Bekali Mustahik Keterampilan Menjahit untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan SMKN 4 Mataram menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, bertempat di Laboratorium Tata Busana SMKN 4 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi NTB. Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar menjahit sebagai bekal dalam membangun usaha mandiri maupun meningkatkan kompetensi di bidang tata busana.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan alat dan bahan menjahit, teknik pengukuran badan, pembuatan pola dasar, pemotongan kain, pengoperasian mesin jahit, hingga praktik menjahit secara bertahap. Sebagai hasil akhir pembelajaran, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pembuatan rok sebagai produk praktik yang menjadi indikator keberhasilan penguasaan teknik dasar menjahit. Melalui pendampingan instruktur, peserta mampu memahami tahapan menjahit mulai dari proses persiapan hingga penyelesaian produk dengan hasil yang rapi dan sesuai standar dasar tata busana.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan usaha peserta, BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin jahit high-speed digital beserta perlengkapan menjahit lainnya, antara lain kain, penggaris pola, pita ukur, gunting kain, jarum, benang, dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk mulai membuka usaha jasa menjahit maupun mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan dan bantuan peralatan yang telah diberikan untuk menciptakan peluang usaha yang produktif serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pelatihan menjahit ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Provinsi NTB dalam melahirkan masyarakat yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Tingkatkan Kompetensi Mustahik Melalui Pelatihan Servis AC
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan SMKN 3 Mataram menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Servis Air Conditioner (AC) selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, bertempat di Bengkel Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) SMKN 3 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari pulau Lombok dan Sumbawa, merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi NTB. Pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan kompetensi dasar di bidang instalasi, perawatan, dan servis AC sebagai bekal untuk membuka peluang usaha maupun memasuki dunia kerja.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori mengenai pengenalan komponen AC, prinsip kerja sistem pendingin, penggunaan peralatan kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Setelah itu, peserta mengikuti praktik secara langsung mulai dari teknik pemasangan instalasi AC baru dari tahap awal, proses vakum dan pengisian refrigeran, hingga praktik pembersihan (service cleaning) unit AC. Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan tahapan instalasi AC baru serta melakukan servis pembersihan sesuai prosedur dasar yang diajarkan oleh instruktur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha peserta, BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan sarana kerja berupa kompresor jet pump berkualitas tinggi, paket peralatan dasar teknisi AC, manifold gauge, tang ampere, tabung freon, serta berbagai perlengkapan servis lainnya. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk mulai menjalankan usaha jasa pemasangan dan servis AC secara mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Melalui program pelatihan ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia agar lahir tenaga kerja dan pelaku usaha yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Tutup RAKERNIS BAZNAS NTB 2026, Gubernur Tekankan Sinergi Pemberdayaan dan Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
MATARAM — Rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis (30/7/2026). Agenda penutupan ini diwarnai dengan penyampaian arahan strategis dari Gubernur NTB yang menegaskan kembali posisi vital BAZNAS sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam arahannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi seluruh jajaran BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Beliau menegaskan bahwa zakat merupakan sistem ekonomi yang paling berkeadilan karena mampu mendistribusikan kembali kekayaan dari kelompok mampu kepada masyarakat yang membutuhkan secara terukur dan sesuai dengan syariat Islam. Langkah ini dinilai krusial sebagai instrumen redistribusi kekayaan untuk mengatasi persoalan utama yang dihadapi saat ini, yakni ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan agar seluruh dana ZIS yang dikelola BAZNAS diwajibkan untuk memberikan dampak pemberdayaan yang nyata. Bantuan tidak boleh sekadar bersifat konsumtif yang memicu ketergantungan, melainkan harus diwujudkan dalam program produktif seperti usaha mikro, bengkel, kafe, pertanian, peternakan, dan berbagai bentuk pemberdayaan ekonomi lainnya. Tujuan akhir dari pengelolaan zakat ini adalah kemampuan mengubah status masyarakat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Kemandirian ekonomi ini juga dipercaya akan membuat masyarakat lebih kuat secara sosial dan politik, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh praktik-praktik transaksional dalam kehidupan bermasyarakat.
Terkait sinergitas program infrastruktur, Gubernur menyoroti strategi penanganan kemiskinan melalui skema hibah untuk Program Rumah Layak Huni (Mahyani). Merespons keterbatasan wewenang Pemerintah Provinsi NTB yang secara regulasi hanya dapat merevitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan kumuh kewenangan provinsi, pemerintah memilih menyalurkan dukungan melalui skema hibah kepada BAZNAS. Melalui skema tersebut, BAZNAS diberikan fleksibilitas untuk menyalurkan bantuan kepada kelompok miskin di desa-desa di luar kawasan kumuh provinsi, dengan tetap berpegang pada regulasi syariah dan kebutuhan riil masyarakat. Sinergi yang saling melengkapi ini diharapkan dapat membuat program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Gubernur juga mendorong BAZNAS di tingkat Kabupaten/Kota untuk terus membangun komunikasi secara proaktif dan meyakinkan kepala daerah masing-masing bahwa BAZNAS mampu menjadi mitra strategis pembangunan daerah. Kehadiran, kinerja, dan manfaat BAZNAS harus benar-benar ditunjukkan secara nyata agar keberadaannya dirasakan oleh masyarakat, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah setempat semakin menguat. Selain itu, menghadapi tantangan krisis ekonomi global saat ini yang dianggap sebagai kondisi baru (new normal), BAZNAS dituntut untuk tetap optimis dan mampu melihat setiap peluang. BAZNAS diharapkan hadir sebagai lembaga yang menyebarkan optimisme sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat melalui program-program yang berkelanjutan.
Mengakhiri arahannya, Gubernur menaruh harapan besar agar hasil Rakernis ini melahirkan kesepakatan, arah kebijakan, dan langkah-langkah strategis yang semakin memperkuat peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan. Seluruh program diimbau untuk berorientasi pada penguatan masyarakat miskin secara berkelanjutan, bukan sekadar memberikan bantuan sesaat. Beliau juga turut mengapresiasi keterlibatan Inspektorat Provinsi NTB atas berbagai masukannya terkait tata kelola dan pengawasan, guna dijadikan pedoman bersama dalam pelaksanaan program BAZNAS ke depan.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Gelar Rakernis 2026 di Hotel Astoria, BAZNAS NTB Bersinergi dengan Pemprov Dorong Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
MATARAM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) tahun 2026 di Hotel Astoria pada tanggal 29 Juli 2026. Agenda strategis keumatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, yang hadir untuk mewakili Gubernur NTB. Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di wilayah NTB.
Dalam sesi laporannya, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA, memaparkan bahwa BAZNAS NTB saat ini terus melakukan transformasi menyeluruh pada sistem pengelolaan dan pendistribusian dana sosial keagamaan. Beliau menegaskan bahwa pola penyaluran bantuan telah beralih dari pendekatan karitatif yang bersifat konsumtif menuju program pemberdayaan produktif demi terwujudnya kemandirian ekonomi para mustahik.
Guna mewujudkan visi tersebut, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA menjelaskan sejumlah program pemberdayaan komprehensif yang kini tengah diakselerasi oleh BAZNAS NTB, antara lain:
1. Pemberdayaan ekonomi melalui penyaluran bantuan modal usaha mikro, program Gerobak Zakat, Z-Mart, Z-Auto, dan Z-Kopi yang melibatkan peran aktif mahasiswa.
2. Pemberdayaan di sektor pendidikan melalui alokasi beasiswa, dukungan sekolah vokasi, dan program santripreneur.
3. Pemberdayaan kesehatan melalui layanan Rumah Sehat BAZNAS Mobile yang rutin turun ke pelosok desa setiap Jumat Berkah guna memberikan layanan pemeriksaan medis gratis, pembagian nutrisi, santunan, serta bantuan sarana ibadah.
4. Pemberdayaan ketahanan desa melalui inisiatif unggulan Lumbung Pangan dan Balai Ternak.
Atas dedikasi pelayanan kesehatannya yang prima, BAZNAS NTB bahkan menerima tambahan satu unit ambulans dari BAZNAS RI, sehingga kini operasional kesehatan didukung oleh dua armada ambulans.
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS NTB melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 lalu, pencapaian program pemberdayaan ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang sangat masif, yakni mencapai 427 persen seiring dengan peningkatan jumlah penerima manfaat dari 55 orang menjadi 290 orang. Dampak ekonomi ini juga terlihat dari kenaikan rata-rata omzet usaha peserta yang mencapai 150 hingga 200 persen pasca-mendapatkan pendampingan. Melalui keberhasilan ini, sekitar 15 persen penerima manfaat telah bertransformasi menjadi muzakki (wajib zakat), sementara 40 persen lainnya telah mampu berinfak dan bersedekah (munfik/mutashaddiq).
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan iklim usaha penerima manfaat, BAZNAS NTB juga memperluas kemitraan strategisnya bersama Bank NTB Syariah dan Bank BPR untuk menyediakan akses pendanaan lanjutan tanpa margin bagi usaha kecil yang sukses berkembang
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas peningkatan performa dan inovasi yang ditunjukkan oleh kepengurusan BAZNAS NTB saat ini. Beliau menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Provinsi NTB dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di tengah keterbatasan porsi dana desa saat ini.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari keadilan sosial, kesempatan kerja, dan kemandirian masyarakat yang mampu diwujudkan," pesan Wakil Gubernur NTB. Beliau menyebut zakat sebagai instrumen strategis, bukan sekadar nilai ibadah vertikal semata.
Wakil Gubernur juga secara khusus menyambut baik peluncuran "Program Mustahik Berdaya NTB" yang membekali peserta dengan keterampilan vokasional mutakhir. Terkait pendistribusian program Bantuan Rumah Layak Huni (RLH), beliau menitipkan pesan tegas agar seleksi penerima manfaat selalu dilakukan secara tepat sasaran serta berpihak pada kelompok rentan di rentang Desil 1 dan Desil 2.
Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur NTB berharap forum Rakernis ini mampu melahirkan rumusan dan kebijakan strategis yang konkret demi tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan produktif dalam mewujudkan masyarakat NTB yang mandiri dan berdaya saing global.
BERITA29/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Sukses Digelar Tiga Hari, BAZNAS NTB Resmi Tutup Rangkaian Pelatihan Pertukangan dan Las
MATARAM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan keberhasilan dalam menjalankan program pendayagunaan produktif. Rangkaian kegiatan "Pelatihan Tukang Berdaya, Terampil Berkarya Menuju NTB Makmur Mendunia" khusus bidang pertukangan bangunan dan las yang berlangsung selama tiga hari, kini telah resmi ditutup dan mencetak tenaga-tenaga terampil baru.
Program pelatihan yang sarat akan nilai pemberdayaan ini dirancang secara komprehensif dalam tiga tahapan utama guna memastikan para peserta mendapatkan ilmu yang aplikatif dan siap bersaing di dunia kerja.
Pada hari pertama, agenda difokuskan pada peresmian dan pembukaan kegiatan yang dilangsungkan di SMKN 3 Mataram. Momentum pembukaan ini menjadi langkah awal penyatuan visi antara BAZNAS NTB dan para peserta terkait pentingnya transformasi mustahik menjadi muzaki melalui kemandirian ekonomi.
Memasuki hari kedua, kegiatan yang juga dipusatkan di SMKN 3 Mataram ini berlanjut pada tahap esensial, yakni pembekalan materi intensif dan praktik langsung di lapangan. Dengan didampingi oleh instruktur profesional, para peserta digembleng untuk menguasai teknik-teknik pertukangan dan pengelasan yang sesuai dengan standar industri saat ini. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dalam menyerap setiap materi terapan yang diberikan.
Puncak dari seluruh rangkaian program ini berlangsung pada hari ketiga, tepatnya pada Sabtu (18/7/2026), yang bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi NTB. Agenda penutupan secara resmi dipimpin oleh Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, S.E., M.M.
Dalam sambutan penutupnya, H. Zulkipli menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi selama masa pelatihan. Beliau kembali menekankan bahwa bekal keterampilan teknis yang telah didapatkan harus dioptimalkan sebagai modal utama dalam merajut kemandirian finansial keluarga.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama hingga hari ini berjalan dengan lancar. Keterampilan yang telah dikuasai selama praktik di SMKN 3 Mataram adalah amanah dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) umat. Harapan kami, ilmu tersebut segera diimplementasikan agar mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan taraf ekonomi, dan kelak membawa Bapak-bapak sekalian menjadi muzaki yang ikut menebar kebaikan," ujar H. Zulkipli saat menutup acara.
Keberhasilan penyelenggaraan pelatihan selama tiga hari ini semakin mengukuhkan komitmen BAZNAS NTB dalam merespons tantangan kemiskinan melalui solusi pemberdayaan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
BERITA18/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Wujudkan NTB Makmur Mendunia, BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Tukang Berdaya di SMKN 3 Mataram
MATARAM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus membuktikan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pendayagunaan produktif. BAZNAS NTB secara resmi membuka kegiatan "Pelatihan Tukang Berdaya, Terampil Berkarya Menuju NTB Makmur Mendunia" yang diperuntukkan bagi para tukang bangunan dan tukang las, bertempat di SMKN 3 Mataram, pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A., dengan didampingi oleh Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, S.E., M.M. Turut hadir membersamai agenda tersebut, Kepala Sekolah SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, S.Ag., M.Pd.I., selaku tuan rumah sekaligus mitra strategis pelaksanaan program pelatihan.
Dalam arahannya, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A. menegaskan bahwa visi utama pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS adalah menciptakan transformasi sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Target puncaknya adalah merubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat). Sistem pemberdayaan ini dirancang khusus agar masyarakat yang saat ini menerima bantuan, di masa depan dapat berbalik menjadi pahlawan yang memberikan bantuan serta memperhatikan kesejahteraan sesamanya.
"Pelatihan ini didanai sepenuhnya melalui keberkahan dana ZIS yang dihimpun dari umat. Dengan sumber dana yang penuh berkah ini, kami sangat berharap para peserta dapat menyerap ilmunya dengan baik dan mendapatkan imbas positif yang nyata dalam kehidupan mereka," jelas Ketua BAZNAS NTB.
Program pelatihan keterampilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan ekonomi para peserta. Pasca-pelatihan, para tukang bangunan dan las ditargetkan mampu bekerja secara lebih terampil dan produktif, sehingga membuka peluang kerja yang jauh lebih luas. Kemandirian dan keberdayaan secara ekonomi ini diyakini akan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan dalam peningkatan taraf hidup keluarga masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS NTB juga menitipkan pesan moral yang mendalam mengenai pentingnya merawat siklus kebaikan. Secara khusus, para peserta diajak untuk tidak melupakan semangat berbagi. Ketika kelak mereka telah sukses, mandiri, dan merasakan dampak nyata dari peningkatan ekonomi, menyisihkan sebagian rezeki untuk berinfak dinilai sebagai kunci spiritual yang ampuh untuk memancing serta melipatgandakan keberkahan rezeki di masa yang akan datang.
Penyelenggaraan pelatihan yang berkolaborasi dengan SMKN 3 Mataram ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral di bidang pendidikan vokasi sangat krusial dalam mewujudkan cita-cita besar NTB yang Makmur Mendunia.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Dorong Transformasi Pengelolaan Zakat, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA Paparkan Inovasi Digital Saat Terima Kunjungan BAZNAS Lombok Tengah
MATARAM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengakselerasi peningkatan kualitas tata kelola zakat di daerah. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua BAZNAS NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA., dalam sambutannya saat menerima kunjungan kerja strategis dari jajaran BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah di Kantor BAZNAS NTB pada Senin (13/7/2026).
Membuka sambutannya, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas kunjungan tersebut. Beliau menyebutkan bahwa momentum silaturahmi dengan BAZNAS Lombok Tengah ini diharapkan menjadi hal yang paling berkesan, meskipun menjadi agenda yang paling akhir dalam rangkaian kunjungan kerja kelembagaan.
Di hadapan para hadirin, Ketua BAZNAS NTB menekankan pentingnya penerapan prinsip kerja kolektif kolegial di antara jajaran pimpinan. Menurutnya, penguatan kelembagaan saat ini menjadi atensi utama agar seluruh sistem dan program kerja BAZNAS dapat berjalan secara optimal, kompak, dan terukur.
Salah satu terobosan besar yang tengah digaungkan oleh BAZNAS NTB adalah mengubah paradigma penyaluran bantuan. Fokus pendistribusian kini bertransformasi dari pendekatan karitatif (santunan langsung) menjadi program pendayagunaan yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini turut ditunjang dengan akselerasi digitalisasi pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) melalui peluncuran inovasi aplikasi "BAZNAS NTB in Hand".
Lebih lanjut, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA. memaparkan bahwa keberhasilan program pendayagunaan tidak lepas dari peran para pendamping program di lapangan. Sebagai kepanjangan tangan BAZNAS NTB dalam melakukan monitoring, para pendamping ini akan bekerja jauh lebih efektif apabila dibekali dengan literasi dan pelatihan yang memadai.
"Setiap kisah sukses dari program pemberdayaan ini nantinya akan dikemas melalui storytelling yang menarik. Dampak nyata (real impact) yang dihasilkan di masyarakat inilah yang akan menjadi instrumen syiar dan dakwah kita, sekaligus menjadi daya tarik untuk meningkatkan pengumpulan zakat ke depannya," jelasnya.
BAZNAS NTB juga terus menunjukkan sensitivitasnya terhadap dinamika sosial di masyarakat melalui layanan Quick Response. Layanan cepat tanggap ini dibangun di atas dasar komitmen kuat dari para pimpinan dan amil untuk hadir di tengah kondisi kedaruratan umat.
Untuk menjaga kedekatan lembaga dengan masyarakat, khususnya antara muzaki (donatur) dan mustahik (penerima manfaat), BAZNAS NTB kini gencar menggalakkan metode crowdfunding. Program-program simpatik seperti "Jumat Berkah" dan "Sapa Muzaki" akan terus disyiarkan secara berkesinambungan untuk menjaga kedekatan BAZNAS NTB dengan umat.
Menutup sambutannya, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA. menegaskan bahwa lembaga saat ini sedang melakukan restrukturisasi Amil Pelaksana. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi tata kelola BAZNAS NTB agar semakin amanah, profesional, dan akuntabel dalam mengemban amanah umat.
BERITA13/07/2026 | Humas Baznas NTB
Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., Buka Kajian Ustaz Hanan Attaki di Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia dengan Pesan Mendalam
MATARAM, 11 Juli 2026 – Rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Mataram semakin semarak dengan hadirnya kajian akbar bersama ulama nasional Ustaz Hanan Attaki, Lc. Kajian ini diisi oleh penceramah pembuka istimewa, yakni Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A.
Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Gubernur NTB yang diwakili oleh Karo Kesra, jajaran Direksi Bank Indonesia (BI) termasuk Bapak Suyono (Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah BI), Bapak Faturrahman (Departemen Regional BI), Kepala Perwakilan BI Mataram Bapak Haryo, serta Pengurus Islamic Center NTB, Prof. Dr. Fahrurrazi.
Sebagai penceramah pembuka, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., mencairkan suasana dengan analogi jenaka. Beliau mengibaratkan dirinya sebagai petinju "kelas bulu" sebagai pembuka acara, sedangkan Ustaz Hanan Attaki adalah petinju "kelas berat" yang menjadi menu utama dan paling dinantikan oleh para jamaah.
Meski bertindak sebagai pembuka, Ketua BAZNAS NTB menyampaikan tiga poin tausyiah yang sangat berbobot dan reflektif bagi masyarakat:
Pertama, Syariat Membawa Kemaslahatan. Beliau menegaskan bahwa syariat Islam diturunkan murni untuk memberikan kebaikan (maslahah) dan bukan untuk menyulitkan (mudharat). Semakin seseorang hidup dalam bingkai halal, semakin dekat ia dengan Sang Pencipta.
Kedua, Kunci Bebas dari Rasa Takut dan Sedih. Mengacu pada esensi Al-Qur'an, beliau mengingatkan bahwa orang yang senantiasa istiqomah dalam kebaikan tidak akan dihinggapi rasa takut dan sedih (la khaufun 'alaihim wa la hum yahzanun). Hal ini menjadi teguran halus agar umat kembali mengecek kedekatannya dengan syariat saat merasa terlalu banyak khawatir.
Ketiga, Formulasi Nikmat vs Fitnah. Mengutip ulama besar Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, beliau membagikan tolak ukur harta dan fasilitas dunia. "Jika anugerah tersebut membuatmu semakin dekat kepada Allah, maka itu adalah nikmat. Namun, jika justru membuatmu semakin menjauh, maka itu adalah fitnah (petaka)," tegasnya.
Sesi penceramah pembuka ini ditutup dengan suasana khidmat dan interaktif. Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., mengajak seluruh jamaah yang hadir di Masjid Raya Hubbul Wathan untuk melantunkan kalimat Tahlil bersama-sama, sebagai simbol komitmen untuk terus berjuang meraih kebahagiaan sejati di dunia maupun di akhirat.
BERITA11/07/2026 | Humas Baznas NTB
BAZNAS NTB Edukasi Content Creator Nasional di Festival Ekonomi Syariah Bank Indonesia
MATARAM — Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkifli, S.E., M.M., hadir mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., sebagai narasumber dalam agenda Training of Trainers (ToT) Content Creator pada rangkaian Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Kegiatan edukatif ini berlangsung di Gedung Bank Indonesia Mataram, pada Kamis (9/7/2026).
Acara berskala nasional ini mendapat antusiasme tinggi dengan hadirnya para content creator dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Agenda berjalan dengan sangat lancar dan interaktif. Materi pengelolaan dana umat yang dibawakan oleh pimpinan BAZNAS NTB disusun secara komprehensif, sehingga esensinya dapat diserap dan dipahami dengan mudah oleh para peserta yang mayoritas merupakan penggerak opini di ruang digital.
Dalam sesi pemaparannya, H. Zulkifli memberikan wawasan mendalam mengenai tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Beliau secara khusus mengupas tuntas regulasi filantropi di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kepatuhan pengelolaan keuangan serta standar pelaporan syariah yang transparan dan akuntabel. Hal ini dinilai krusial untuk dipahami para pembuat konten agar narasi kebaikan yang disebarkan sejalan dengan prinsip syariat dan hukum yang berlaku.
Merespons maraknya fenomena penggalangan dana (charity) di media sosial, H. Zulkifli memberikan imbauan strategis kepada para kreator dan pemengaruh (influencer). Beliau menekankan pentingnya menghimpun dan menyalurkan donasi melalui lembaga resmi yang dinaungi oleh pemerintah.
"Mengadakan donasi di lembaga resmi pemerintahan sangat penting karena ada regulasi ketat yang memayungi, menjaga transparansi, serta menjamin keamanan dana umat. Oleh karena itu, jika para influencer ingin menginisiasi program charity atau donasi, langkah terbaik dan paling aman adalah dengan berkolaborasi atau melewati organisasi dan lembaga resmi pemerintahan," jelas H. Zulkifli.
Melalui sinergi antara BAZNAS NTB, Bank Indonesia, dan para content creator ini, diharapkan literasi mengenai ekonomi syariah dan filantropi Islam dapat tersampaikan dengan lebih masif, tepat sasaran, dan menginspirasi gerakan kebaikan yang aman serta sesuai regulasi di tengah masyarakat.
BERITA09/07/2026 | Humas Baznas NTB
Wujud Kepedulian, BAZNAS NTB Dampingi Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal Jenguk dan Salurkan Santunan Bagi Santri Korban Insiden Pembakaran
MATARAM — Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkipli, S.E., M.M., mendampingi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam kunjungan sosial kemanusiaan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram pada Kamis (9/7/2026). Kunjungan kerja ini dilakukan guna menjenguk secara langsung sekaligus menyalurkan santunan kepada santri yang menjadi korban insiden pembakaran.
Kehadiran pimpinan BAZNAS NTB bersama Kepala Daerah ini merupakan komitmen nyata dan gerak cepat umara bersama lembaga zakat dalam memberikan dukungan moral, psikologis, serta bantuan finansial darurat bagi warga yang sedang tertimpa musibah berat.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, S.E., M.M., mendampingi Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa korban. Pihak BAZNAS NTB menegaskan kesiapannya untuk selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi agar selalu hadir di garda terdepan dalam penanganan kluster kemanusiaan dan kedaruratan.
Santunan tunai yang diserahkan secara langsung di ruang perawatan RS Bhayangkara ini diharapkan dapat meringankan beban akomodasi dan operasional keluarga selama mendampingi korban menjalani masa pemulihan medis.
Kunjungan yang berlangsung dengan suasana penuh empati tersebut mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga korban serta manajemen rumah sakit, yang menilai sinergi ini sebagai bentuk kehadiran nyata negara dan umat di tengah kedukaan masyarakat.
BERITA09/07/2026 | Humas Baznas NTB
Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kampus, BAZNAS NTB Hadiri Grand Opening Z Coffee Hening di Universitas Hamzanwadi
LOMBOK TIMUR — Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Ahmad Rusli, S.Ag., menghadiri acara Grand Opening Z Coffee Hening yang berlokasi di lingkungan kampus Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (9/7/2026).
Kehadiran H. Ahmad Rusli, S.Ag. dalam peresmian ini adalah untuk mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A. Dalam agenda strategis tersebut, Wakil Ketua IV turut didampingi oleh SAI (Satuan Audit Internal) dan Analisis Syariah BAZNAS NTB, Ust. Zainul Muttaqin, guna memastikan keselarasan program serta akuntabilitas tata kelola di lapangan.
Acara peresmian salah satu program inovatif berbasis ekonomi umat ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan daerah serta tokoh akademisi. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Lombok Timur, Rektor Universitas Hamzanwadi, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, serta segenap pejabat dan civitas akademika Universitas Hamzanwadi.
Z Coffee Hening hadir sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mentransformasikan mustahik menjadi muzaki melalui sektor usaha produktif yang adaptif dengan tren pasar modern. Penempatan lini usaha ini di lingkungan kampus dinilai sebagai langkah taktis untuk mendekatkan ekosistem ekonomi syariah kepada generasi muda dan civitas akademika.
Melalui peresmian ini, kehadiran Z Coffee Hening diharapkan tidak sekadar menjadi unit usaha biasa, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi produktif yang inklusif. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol nyata dari kuatnya sinergi kemitraan antara lembaga pengelola zakat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur.
BERITA09/07/2026 | Humas Baznas NTB
Perkuat Layanan Kesehatan Umat, BAZNAS RI dan BAZNAS NTB Lakukan Supervisi di Rumah Sehat Kota Bima
BIMA, 8 Juli 2026 – Pimpinan BAZNAS RI, Bapak H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., didampingi oleh Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Bapak Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA., melakukan kunjungan kerja dalam rangka visitasi dan supervisi di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Bima pada Rabu (8/7/2026). Langkah strategis ini diambil guna meninjau langsung efektivitas, mutu, serta ketercapaian program kesehatan berkelanjutan yang dijalankan untuk masyarakat.
Operasional RSB Kota Bima sendiri ditunjang oleh jajaran tenaga medis profesional, seperti dokter dan perawat, yang secara konsisten memberikan pelayanan serta pemeriksaan kesehatan setiap hari kepada masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk memaksimalkan setiap dimensi layanan yang ada, memastikan seluruh fasilitas dan kapasitas medis dapat diutilisasi secara paripurna demi kemaslahatan umat secara luas.
Berkat fokus program yang didedikasikan sepenuhnya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu (mustahik), layanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma tanpa pemungutan biaya sepeser pun ini terbukti mendapatkan apresiasi mendalam serta antusiasme yang sangat tinggi dari warga setempat.
"Kunjungan ini merupakan manifestasi dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana zakat yang diamanahkan oleh muzaki dikelola berdasarkan perencanaan yang matang dan inovasi yang tepat. Melalui arah kebijakan BAZNAS RI, fokus utama kami saat ini adalah memaksimalkan setiap layanan yang ada agar berjalan pada kapasitas tertingginya, sehingga mampu menghadirkan fasilitas kesehatan profesional yang inklusif, responsif, dan sepenuhnya gratis bagi mustahik yang membutuhkan," ujar pihak BAZNAS dalam rilis resminya.
Melalui standardisasi layanan dan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, BAZNAS berkomitmen untuk terus mempertahankan posisinya sebagai lembaga utama dalam menyejahterakan umat melalui pilar-pilar program prioritas nasional yang menyentuh aspek kebutuhan dasar masyarakat secara terukur.
BERITA08/07/2026 | Humas Baznas NTB
Turun Langsung ke Kekeri, Pimpinan BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Mustahik Tetap
LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat program jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi BAZNAS NTB yang turun langsung ke tengah masyarakat di tingkat desa.
Pada Jumat (26/6/2026), Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., bersama Wakil Ketua IV, H. Ahmad Rusli, S.Ag., melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyalurkan secara langsung bantuan dalam program Mustahik Tetap kepada warga setempat.
Program Mustahik Tetap merupakan salah satu program unggulan BAZNAS NTB yang bersifat reguler dan berkelanjutan. Program ini dirancang khusus untuk memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bulanan bagi kelompok masyarakat fakir dan miskin yang sudah tidak produktif, seperti lansia terlantar dan penyandang disabilitas.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS NTB mendatangi langsung kediaman dua warga penerima manfaat, yaitu Inak Janipa dan Inak Amisa. Kehadiran para pimpinan ini disambut dengan suasana haru dan penuh rasa syukur dari kedua mustahik tetap tersebut. Ikut mendampingi juga kades kekeri dan tokoh agama setempat.
Moment ini digunakan ketua BAZNAS untuk mendoakan para muzaki yg sudah menunaikan ZIS-nya dan diaminkan oleh penerima manfaat. Suasana khidmat dan penuh berkah begitu terasa saat doa bersama tersebut dipanjatkan langsung di kediaman warga.
Di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini sangat penting untuk memastikan prinsip "3A" BAZNAS (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI) berjalan dengan tepat di tingkat tapak.
"Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para muzaki benar-benar sampai ke tangan yang tepat, seperti halnya kepada Inak Janipa dan Inak Amisa hari ini. Menjumpai para mustahik secara langsung di Desa Kekeri ini juga menjadi cara kami untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga," ujar Dr. Lalu Muhammad Iqbal.
Wakil Ketua IV BAZNAS NTB, H. Ahmad Rusli, S.Ag., yang mendampingi dalam kegiatan ini turut memastikan proses administrasi dan penyerahan di lapangan berjalan dengan lancar dan tertib, serta selaras dengan komitmen akurasi data penerima manfaat yang bersinergi dengan perangkat desa setempat.
Aksi blusukan dan kepedulian dari pimpinan BAZNAS NTB ini mendapat apresiasi mendalam dari warga serta jajaran Pemerintah Desa Kekeri. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban dapur dan menjaga stabilitas ekonomi harian para penerima manfaat di wilayah tersebut.
BERITA26/06/2026 | Humas Baznas NTB
Lestarikan Budaya dan Berbagi Sesama: BAZNAS NTB Hadiri Tradisi Bejango Bliq ke-15 dan Penyerahan Santunan Jompo di Lombok Timur
LOMBOK TIMUR — Dalam upaya mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut hadir dalam perhelatan Budaya Songak "Bejango Bliq" ke-15 dan Ritual Budaya "Bubur Putiq" yang diselenggarakan di Desa Songak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (26/06/2026).
Kehadiran BAZNAS NTB dalam acara adat kebanggaan masyarakat ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., yang hadir secara khusus mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB.
Acara kebudayaan yang sarat akan makna spiritual dan kekeluargaan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan. Di antaranya adalah Kepala Dinas (Kadis) Provinsi NTB, jajaran Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, Kapolsek Sakra, Kepala Desa Songak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang antusias memadati lokasi acara.
Tradisi Bejango Bliq dan Bubur Putiq tidak hanya sekadar ritual adat tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Semangat gotong royong warga semakin terasa dengan dirangkaikannya acara ini dengan Pemberian Santunan Jompo bagi para lansia prasejahtera di lingkungan Desa Songak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara pelestarian budaya yang bernafaskan Islam ini.
"Mewakili Bapak Ketua BAZNAS NTB, kami sangat mengapresiasi masyarakat dan para tokoh di Desa Songak yang tetap teguh menjaga tradisi leluhur melalui Bejango Bliq ini. Terlebih lagi, tradisi yang mulia ini dirangkaikan dengan penyantunan bagi orang tua kita yang sudah jompo. Ini adalah bentuk nyata perpaduan harmonis antara hablum minallah dan hablum minannas, di mana budaya lokal beriringan dengan syiar sedekah dan kepedulian," ungkap beliau.
Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A. juga menambahkan bahwa BAZNAS NTB akan terus mendukung setiap inisiatif masyarakat yang membawa dampak positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan seperti kepolisian, pemangku adat, dan lembaga zakat adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang merata.
Melalui momentum ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal di NTB tidak hanya terus hidup sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi wadah penggerak solidaritas sosial untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
BERITA26/06/2026 | Humas Baznas NTB
Sinergi Kuat BAZNAS NTB dan Gubernur: Wujudkan Lingkungan Bersih, Rumah Layak Huni, hingga Penyaluran Bantuan di Lombok Barat
LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah pimpinan Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan umat melalui serangkaian agenda sosial kemasyarakatan yang digelar dalam satu hari penuh pada Kamis (25/06/2026). Rangkaian kegiatan ini difokuskan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dengan membawa semangat gotong royong dan pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran.
Kolaborasi kebaikan ini diawali dengan kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal bersama tim BAZNAS NTB dan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat kedekatan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
Setelah kegiatan kerja bakti, agenda dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peletakan batu pertama dimulainya tahapan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani). Pada kesempatan yang penuh berkah ini, bantuan Mahyani secara simbolis mulai dibangun untuk kediaman Amaq Murdah selaku mustahik penerima manfaat. Program Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Kehadiran Gubernur NTB dalam peninjauan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap optimalisasi dana zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS.
Puncak rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan Penyaluran Bantuan di Masjid Nurul Jibal Sempeni, yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kemakmuran masjid dan meringankan beban para mustahik di lingkungan desa tersebut.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini adalah bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat dapat bertransformasi menjadi program yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.
"Alhamdulillah, sinergi yang luar biasa antara BAZNAS NTB dan Bapak Gubernur pada hari ini berjalan lancar. Mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, pemenuhan hak tempat tinggal yang layak bagi Bapak Amaq Murdah, hingga bantuan untuk kemakmuran masjid di Gunungsari. Ini adalah wujud transparansi dan amanah kami bahwa dana umat benar-benar kembali untuk umat," ujarnya.
Melalui momentum ini, BAZNAS NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui saluran resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula senyum kebahagiaan yang dapat ditebarkan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.
BERITA25/06/2026 | Humas Baznas NTb
Menyambung Harapan dari Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar
Denpasar, Bali — Kehadiran Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, di Rumah Singgah Baznas NTB yang berlokasi di Jl. Pulau Bacan No. 26, Sanglah, Denpasar Barat, merupakan tindak lanjut cepat atas arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si, yang sehari sebelumnya menegaskan pentingnya memaksimalkan pelayanan bagi warga NTB yang sedang ditimpa musibah dan menjalani perawatan medis jangka panjang di Bali.
Sebagai bentuk respons atas arahan tersebut, Ketua Baznas NTB bersama jajaran tim melaksanakan kunjungan kerja guna melakukan monitoring dan evaluasi layanan Rumah Singgah Baznas NTB sekaligus menyapa langsung para pasien dan keluarga pasien asal Nusa Tenggara Barat yang tengah menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Denpasar.
Dalam Kunjungan nya Baznas NTB melaksanakan penandatanganan Perpanjangan Sewa Rumah Singgah Baznas NTB bersama pemilik rumah untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kerja sebagai bentuk kepastian keberlanjutan layanan rumah singgah bagi masyarakat NTB, Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan Baznas NTB dalam memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas NTB mendengarkan langsung kesaksian para penerima manfaat terkait keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB yang dinilai sangat membantu, terutama dalam meringankan beban biaya tempat tinggal dan kebutuhan harian selama masa pengobatan.
Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut ketika Ketua Baznas NTB menyapa para keluarga pasien satu per satu. Dalam momen penuh empati, beliau memeluk keluarga pasien dan menitikkan air mata, seraya membisikkan pesan penguatan agar tidak ragu menghubungi Baznas NTB apabila menghadapi permasalahan selama berada di rumah singgah. Sikap tersebut mencerminkan kehadiran Baznas NTB yang tidak hanya memberi bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan psikologis bagi para penerima manfaat.
Salah satu kesaksian datang dari orang tua pasien atas nama Wawan Sufianto dari Desa Mekar sari Kec. Praya Barat Lombok Tengah, Amelia Sabila yang tengah menjalani pengobatan tumor di area mata sebelah kiri. Dengan haru, ia menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB sangat berarti di tengah tingginya biaya sewa kos bulanan di Denpasar, belum termasuk kebutuhan makan dan minum. Selain itu, terdapat pula pasien yang telah menempati rumah singgah selama lebih dari tiga bulan karena harus menjalani kontrol rutin, serta pasien dengan kondisi bocor jantung. Baznas NTB juga mendampingi pasien asal Pulau Sumbawa yang sedang menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Sanglah.
“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, Baznas NTB memastikan layanan ini terus berlanjut,” ujar Ketua Baznas NTB.
Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan, serta menyalurkannya ke program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
BERITA09/02/2026 | Humas
BAZNAS NTB RESMIKAN GERAI KOPI FILANTROPI “Z COFFEE” DI UNIVERSITAS MATARAM
Mataram, 29 Januari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi meluncurkan gerai kopi sosial “Z Coffee” di lingkungan Universitas Mataram (Unram). Peresmian yang berlangsung pada Kamis pagi ini menandai dimulainya operasional gerai kopi yang mengusung konsep pemberdayaan dan filantropi berbasis kampus.
Gerai Z Coffee berlokasi strategis di depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Mataram. Lokasi ini dipilih untuk menjangkau sivitas akademika, khususnya mahasiswa, agar dapat berpartisipasi dalam gerakan sedekah dan zakat melalui produk yang berkualitas dengan mudah.
Profil Z Coffee:
Lebih dari Sekadar Secangkir Kopi
Z Coffee bukan sekadar kedai kopi biasa. Gerai ini merupakan terobosan BAZNAS NTB dalam menginisiasi model pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kreatif, modern, dan berkelanjutan. Setiap pembelian di Z Coffee tidak hanya memberikan kenikmatan kopi, tetapi juga berkontribusi langsung pada program-program pemberdayaan mustahik (penerima manfaat) yang dikelola BAZNAS NTB.
Konsep ini sejalan dengan semangat membangun gaya hidup filantropis, khususnya di kalangan generasi muda. Keuntungan operasional dari Z Coffee akan dialokasikan untuk mendanai berbagai program BAZNAS NTB di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan di NTB.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua institusi. Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua 2 BAZNAS NTB H Zulkipli, SE, MM yang dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan ZIS.
“Kehadiran Z Coffee di Unram adalah bentuk adaptasi kami mendekati generasi milenial dan Gen-Z. Kami ingin menanamkan budaya memberi yang mudah, berdampak nyata, dan menyenangkan. Semoga ini menjadi awal dari gerai-gerai serupa di kampus-kampus lain di NTB,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Mataram, Dr. Sujito, yang membidangi kemahasiswaan, menyambut hangat kolaborasi ini. Dalam sambutannya, Dr. Sujito menyatakan bahwa kehadiran Z Coffee sejalan dengan misi Unram untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Universitas sangat mendukung inisiatif positif yang melibatkan mahasiswa dalam semangat berbagi. Lokasinya yang di depan PKM sangat tepat, menjadi pusat aktivitas dan interaksi sosial mahasiswa. Kami berharap Z Coffee bisa menjadi ruang literasi filantropi sekaligus tempat nongkrong yang positif,” papar Dr. Sujito.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat dan pimpinan fakultas di lingkungan Universitas Mataram, yang turut menyaksikan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya gerai Z Coffee Unram.
Dengan diresmikannya Z Coffee ini, BAZNAS NTB dan Universitas Mataram berharap dapat menciptakan ekosistem kedermawanan yang dinamis di dunia pendidikan, mengubah kebiasaan konsumsi menjadi aksi sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat NTB.
BERITA29/01/2026 | Wakil Ketua II

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.
Lihat Daftar Rekening →