WhatsApp Icon
Turun Langsung ke Kekeri, Pimpinan BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Mustahik Tetap

LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat program jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi BAZNAS NTB yang turun langsung ke tengah masyarakat di tingkat desa.

Pada Jumat (26/6/2026), Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., bersama Wakil Ketua IV, H. Ahmad Rusli, S.Ag., melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyalurkan secara langsung bantuan dalam program Mustahik Tetap kepada warga setempat.

Program Mustahik Tetap merupakan salah satu program unggulan BAZNAS NTB yang bersifat reguler dan berkelanjutan. Program ini dirancang khusus untuk memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bulanan bagi kelompok masyarakat fakir dan miskin yang sudah tidak produktif, seperti lansia terlantar dan penyandang disabilitas.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS NTB mendatangi langsung kediaman dua warga penerima manfaat, yaitu Inak Janipa dan Inak Amisa. Kehadiran para pimpinan ini disambut dengan suasana haru dan penuh rasa syukur dari kedua mustahik tetap tersebut. Ikut mendampingi juga kades kekeri dan tokoh agama setempat.

Moment ini digunakan ketua BAZNAS untuk mendoakan para muzaki yg sudah menunaikan ZIS-nya dan diaminkan oleh penerima manfaat. Suasana khidmat dan penuh berkah begitu terasa saat doa bersama tersebut dipanjatkan langsung di kediaman warga.

Di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini sangat penting untuk memastikan prinsip "3A" BAZNAS (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI) berjalan dengan tepat di tingkat tapak.

"Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para muzaki benar-benar sampai ke tangan yang tepat, seperti halnya kepada Inak Janipa dan Inak Amisa hari ini. Menjumpai para mustahik secara langsung di Desa Kekeri ini juga menjadi cara kami untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga," ujar Dr. Lalu Muhammad Iqbal.

Wakil Ketua IV BAZNAS NTB, H. Ahmad Rusli, S.Ag., yang mendampingi dalam kegiatan ini turut memastikan proses administrasi dan penyerahan di lapangan berjalan dengan lancar dan tertib, serta selaras dengan komitmen akurasi data penerima manfaat yang bersinergi dengan perangkat desa setempat.

Aksi blusukan dan kepedulian dari pimpinan BAZNAS NTB ini mendapat apresiasi mendalam dari warga serta jajaran Pemerintah Desa Kekeri. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban dapur dan menjaga stabilitas ekonomi harian para penerima manfaat di wilayah tersebut.

26/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
Lestarikan Budaya dan Berbagi Sesama: BAZNAS NTB Hadiri Tradisi Bejango Bliq ke-15 dan Penyerahan Santunan Jompo di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR — Dalam upaya mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut hadir dalam perhelatan Budaya Songak "Bejango Bliq" ke-15 dan Ritual Budaya "Bubur Putiq" yang diselenggarakan di Desa Songak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (26/06/2026).

Kehadiran BAZNAS NTB dalam acara adat kebanggaan masyarakat ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., yang hadir secara khusus mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB.

Acara kebudayaan yang sarat akan makna spiritual dan kekeluargaan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan. Di antaranya adalah Kepala Dinas (Kadis) Provinsi NTB, jajaran Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, Kapolsek Sakra, Kepala Desa Songak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang antusias memadati lokasi acara.

Tradisi Bejango Bliq dan Bubur Putiq tidak hanya sekadar ritual adat tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Semangat gotong royong warga semakin terasa dengan dirangkaikannya acara ini dengan Pemberian Santunan Jompo bagi para lansia prasejahtera di lingkungan Desa Songak.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara pelestarian budaya yang bernafaskan Islam ini.

"Mewakili Bapak Ketua BAZNAS NTB, kami sangat mengapresiasi masyarakat dan para tokoh di Desa Songak yang tetap teguh menjaga tradisi leluhur melalui Bejango Bliq ini. Terlebih lagi, tradisi yang mulia ini dirangkaikan dengan penyantunan bagi orang tua kita yang sudah jompo. Ini adalah bentuk nyata perpaduan harmonis antara hablum minallah dan hablum minannas, di mana budaya lokal beriringan dengan syiar sedekah dan kepedulian," ungkap beliau.

Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A. juga menambahkan bahwa BAZNAS NTB akan terus mendukung setiap inisiatif masyarakat yang membawa dampak positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan seperti kepolisian, pemangku adat, dan lembaga zakat adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang merata.

Melalui momentum ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal di NTB tidak hanya terus hidup sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi wadah penggerak solidaritas sosial untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

26/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
Sinergi Kuat BAZNAS NTB dan Gubernur: Wujudkan Lingkungan Bersih, Rumah Layak Huni, hingga Penyaluran Bantuan di Lombok Barat

LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah pimpinan Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan umat melalui serangkaian agenda sosial kemasyarakatan yang digelar dalam satu hari penuh pada Kamis (25/06/2026). Rangkaian kegiatan ini difokuskan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dengan membawa semangat gotong royong dan pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran.

Kolaborasi kebaikan ini diawali dengan kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal bersama tim BAZNAS NTB dan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat kedekatan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.

Setelah kegiatan kerja bakti, agenda dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peletakan batu pertama dimulainya tahapan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani). Pada kesempatan yang penuh berkah ini, bantuan Mahyani secara simbolis mulai dibangun untuk kediaman Amaq Murdah selaku mustahik penerima manfaat. Program Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Kehadiran Gubernur NTB dalam peninjauan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap optimalisasi dana zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS.

Puncak rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan Penyaluran Bantuan di Masjid Nurul Jibal Sempeni, yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kemakmuran masjid dan meringankan beban para mustahik di lingkungan desa tersebut.

Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini adalah bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat dapat bertransformasi menjadi program yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.

"Alhamdulillah, sinergi yang luar biasa antara BAZNAS NTB dan Bapak Gubernur pada hari ini berjalan lancar. Mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, pemenuhan hak tempat tinggal yang layak bagi Bapak Amaq Murdah, hingga bantuan untuk kemakmuran masjid di Gunungsari. Ini adalah wujud transparansi dan amanah kami bahwa dana umat benar-benar kembali untuk umat," ujarnya.

Melalui momentum ini, BAZNAS NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui saluran resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula senyum kebahagiaan yang dapat ditebarkan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.

25/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTb
Menyambung Harapan dari Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar

Denpasar, Bali — Kehadiran Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, di Rumah Singgah Baznas NTB yang berlokasi di Jl. Pulau Bacan No. 26, Sanglah, Denpasar Barat, merupakan tindak lanjut cepat atas arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si, yang sehari sebelumnya menegaskan pentingnya memaksimalkan pelayanan bagi warga NTB yang sedang ditimpa musibah dan menjalani perawatan medis jangka panjang di Bali.

 

Sebagai bentuk respons atas arahan tersebut, Ketua Baznas NTB bersama jajaran tim melaksanakan kunjungan kerja guna melakukan monitoring dan evaluasi layanan Rumah Singgah Baznas NTB sekaligus menyapa langsung para pasien dan keluarga pasien asal Nusa Tenggara Barat yang tengah menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Denpasar.

 

Dalam Kunjungan nya Baznas NTB melaksanakan penandatanganan Perpanjangan Sewa Rumah Singgah Baznas NTB bersama pemilik rumah untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kerja sebagai bentuk kepastian keberlanjutan layanan rumah singgah bagi masyarakat NTB, Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan Baznas NTB dalam memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas NTB mendengarkan langsung kesaksian para penerima manfaat terkait keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB yang dinilai sangat membantu, terutama dalam meringankan beban biaya tempat tinggal dan kebutuhan harian selama masa pengobatan.

 

Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut ketika Ketua Baznas NTB menyapa para keluarga pasien satu per satu. Dalam momen penuh empati, beliau memeluk keluarga pasien dan menitikkan air mata, seraya membisikkan pesan penguatan agar tidak ragu menghubungi Baznas NTB apabila menghadapi permasalahan selama berada di rumah singgah. Sikap tersebut mencerminkan kehadiran Baznas NTB yang tidak hanya memberi bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan psikologis bagi para penerima manfaat.

 

Salah satu kesaksian datang dari orang tua pasien atas nama Wawan Sufianto dari Desa Mekar sari Kec. Praya Barat Lombok Tengah, Amelia Sabila yang tengah menjalani pengobatan tumor di area mata sebelah kiri. Dengan haru, ia menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB sangat berarti di tengah tingginya biaya sewa kos bulanan di Denpasar, belum termasuk kebutuhan makan dan minum. Selain itu, terdapat pula pasien yang telah menempati rumah singgah selama lebih dari tiga bulan karena harus menjalani kontrol rutin, serta pasien dengan kondisi bocor jantung. Baznas NTB juga mendampingi pasien asal Pulau Sumbawa yang sedang menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Sanglah.

 

“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, Baznas NTB memastikan layanan ini terus berlanjut,” ujar Ketua Baznas NTB.

 

Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan, serta menyalurkannya ke program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

09/02/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS NTB RESMIKAN GERAI KOPI FILANTROPI “Z COFFEE” DI UNIVERSITAS MATARAM

Mataram, 29 Januari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi meluncurkan gerai kopi sosial “Z Coffee” di lingkungan Universitas Mataram (Unram). Peresmian yang berlangsung pada Kamis pagi ini menandai dimulainya operasional gerai kopi yang mengusung konsep pemberdayaan dan filantropi berbasis kampus.

Gerai Z Coffee berlokasi strategis di depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Mataram. Lokasi ini dipilih untuk menjangkau sivitas akademika, khususnya mahasiswa, agar dapat berpartisipasi dalam gerakan sedekah dan zakat melalui produk yang berkualitas dengan mudah.

Profil Z Coffee: 

Lebih dari Sekadar Secangkir Kopi

Z Coffee bukan sekadar kedai kopi biasa. Gerai ini merupakan terobosan BAZNAS NTB dalam menginisiasi model pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kreatif, modern, dan berkelanjutan. Setiap pembelian di Z Coffee tidak hanya memberikan kenikmatan kopi, tetapi juga berkontribusi langsung pada program-program pemberdayaan mustahik (penerima manfaat) yang dikelola BAZNAS NTB.

Konsep ini sejalan dengan semangat membangun gaya hidup filantropis, khususnya di kalangan generasi muda. Keuntungan operasional dari Z Coffee akan dialokasikan untuk mendanai berbagai program BAZNAS NTB di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan di NTB.

Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua institusi. Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua 2 BAZNAS NTB H Zulkipli, SE, MM yang dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan ZIS.

“Kehadiran Z Coffee di Unram adalah bentuk adaptasi kami mendekati generasi milenial dan Gen-Z. Kami ingin menanamkan budaya memberi yang mudah, berdampak nyata, dan menyenangkan. Semoga ini menjadi awal dari gerai-gerai serupa di kampus-kampus lain di NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Mataram, Dr. Sujito, yang membidangi kemahasiswaan, menyambut hangat kolaborasi ini. Dalam sambutannya, Dr. Sujito menyatakan bahwa kehadiran Z Coffee sejalan dengan misi Unram untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Universitas sangat mendukung inisiatif positif yang melibatkan mahasiswa dalam semangat berbagi. Lokasinya yang di depan PKM sangat tepat, menjadi pusat aktivitas dan interaksi sosial mahasiswa. Kami berharap Z Coffee bisa menjadi ruang literasi filantropi sekaligus tempat nongkrong yang positif,” papar Dr. Sujito.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat dan pimpinan fakultas di lingkungan Universitas Mataram, yang turut menyaksikan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya gerai Z Coffee Unram.

Dengan diresmikannya Z Coffee ini, BAZNAS NTB dan Universitas Mataram berharap dapat menciptakan ekosistem kedermawanan yang dinamis di dunia pendidikan, mengubah kebiasaan konsumsi menjadi aksi sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat NTB.

29/01/2026 | Kontributor: Wakil Ketua II

Berita Terbaru

BAZNAS Hadirkan Solusi Kesehatan untuk Mustahik Melalui RSB Kabupaten Cirebon
BAZNAS Hadirkan Solusi Kesehatan untuk Mustahik Melalui RSB Kabupaten Cirebon
BAZNAS Hadirkan Solusi Kesehatan untuk Mustahik Melalui RSB Kabupaten Cirebon Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi mustahik. Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Cirebon, yang baru beroperasi pada Maret 2024, kini diakui sebagai solusi layanan Kesehatan yang sangat membantu masyarakat sekitar. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, menyampaikan apresiasinya terhadap peran RSB ini. “Alhamdulillah, tentunya kami sangat mengapresiasi atas pelayanan RSB Kabupaten Cirebon atas upayanya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi mustahik, terutama di Kawasan pesantren,” ujar Saidah melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024). Lebih lanjut, menurut Saidah, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS dengan Amanah mampu memberikan dampak yang besar. Baik itu dalam pelayanan medis maupun peningkatan kualitas hidup mustahik. Saidah juga menyoroti pencapaian RSB yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Mudah-mudahan RSB Cirebon dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi mustahik. Bahkan kami juga ingin menyampaikan apresiasi karena RSB Kabupaten Cirebon telah mendapat akreditasi Paripurna dari Kemenkes RI. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon, KH Ahmad Zaeni Dahlan, menyampaikan bahwa sejak awal didirikan, RSB telah memberikan banyak manfaat. “Iya, RSB Kabupaten Cirebon ini merupakan RSB pertama yang didirikan di area pondok pesantren. Namun banyak juga masyarakat sekitar, terutama dari Desa Kempek, yang mendapat manfaat dari hadirnya RSB ini,” jelasnya, Sabtu (7/12/2024). Karena itu, Ahmad Zaeni berharap RSB dapat terus berkembang hingga menjadi Rumah Sakit Pendidikan di masa depan. “Semoga ke depan mampu menjadi Rumah Sakit agar lebih banyak masyarakat yang mendapat manfaat dengan adanya RSB Kabupaten Cirebon ini,” ujarnya. Salah satu mustahik, Zahroh (62), yang merupakan warga Desa Kempek, merasakan langsung manfaat dari layanan RSB ini. “Sejak pertama dibuka, saya sudah ke sini sampai sekarang hamper dua kali dalam sebulan. Keluarga saya juga sering berobat ke sini, termasuk suami, anak, dan cucu,” ungkap Zahroh. Dengan kehadiran RSB ini, BAZNAS berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan mustahik melalui program kesehatan. Diharapkan, RSB Kabupaten Cirebon dapat terus berkontribusi memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.
BERITA11/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Dapur Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sukabumi
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Dapur Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sukabumi
Sabtu, 7 Desember 2024 *BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Dapur Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sukabumi* Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendirikan layanan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih bagi para korban banjir di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. "Alhamdulillah, BAZNAS hari ini mulai mengoperasikan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih di lokasi bencana Sukabumi. Setelah sebelumnya, tim juga telah melakukan aksi resik musala dan rumah warga," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024). Saidah mengatakan, dapur umum ini didirikan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan masyarakat yang terdampak bencana. "Dapur umum Bank Makanan BAZNAS ini menyiapkan sebanyak 5.000 paket makanan siap saji setiap harinya. Sementara dapur air bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para korban." "Paket makanan siap saji ini tidak hanya disajikan di lokasi dapur umum, tetapi juga akan didistribusikan ke beberapa wilayah desa yang terdampak bencana lainnya," tambah Saidah. Dengan adanya dapur umum Bank Makanan dan dapur air ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di Sukabumi terdampak banjir. Pasalnya, ketersediaan makanan yang cukup merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi para korban bencana. "Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk hadir memberikan bantuan yang nyata dan tepat guna. Semoga bantuan asupan makanan dan dapur air ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Sukabumi," harap Saidah. Saidah menambahkan, inisiatif tersebut tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak para relawan, masyarakat sekitar, dan para muzaki yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Mari panjatkan doa dan bantu ringankan beban korban bencana di Indonesia dengan bersedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan:
BERITA08/12/2024 | Humas
Rakor Akhir Tahun BAZNAS Provinsi NTB, Potensi Zakat Sektor Swasta Jadi Perhatian
Rakor Akhir Tahun BAZNAS Provinsi NTB, Potensi Zakat Sektor Swasta Jadi Perhatian
Mataram (CatatanNTB.com) - BAZNAS Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama pimpinan BAZNAS Kabupaten-Kota dan lembaga amil zakat (LAZ) di NTB (4/12/2024). Rakor yang dihadiri langsung oleh pimpinan BAZNAS RI ini bertujuan agar memaksimalkan potensi pengumpulan zakat tahun 2025 mendatang. Pimpinan BAZNAS RI Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen meminta agar pengumpulan zakat harus dilakukan dengan maksimal. Kerjasama dengan semua kabupaten dan kota bisa memaksimalkan pengumpulan zakat. Apalagi selama ini zakat yang sudah dikumpulkan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program. "potensi zakat di NTB sangat besar, Namun dari jumlah potensi ini masih banyak yang belum terkelola dengan baik seperti di sektor swasta, pertambangan dan pertanian", ucapnya Dalam memaksimalkan potensi zakat dari sektor swasta, tentu koordinasi dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Terkait hal tersebut Prof. Hosen menyarankan agar pimpinan daerah dalam hal ini Gubernur mengumpulkan semua perusahaan sehingga bisa langsung dikoordinasikan untuk pembayaran zakat. “Jadi peran Gubernur , bupati- walikota sangat penting dalam mendorong pihak swasta untuk berzakat di BAZNAS provinsi NTB," Ujarnya Sementara itu Ketua BAZNAS NTB, TGH. M. Said Gazhali mengatakan salah satu upaya dalam meningkatkan perolehan zakat di NTB, pada Rakorda kali ini mengangkat tema “Sinergi tata Kelola NTB Makmur dan Sejahtera”. Melalui tema ini, Baznas Provinsi NTB bersama 10 kabupaten dan kota lainnya akan memperkuat sinergi. “Potensi perhimpunan zakat di NTB sangat menjanjikan dalam berbagai bidang dan objek. Bahkan hasil penelitian potensi zakat di NTB mencapai Rp2,8 triliun,” ungkapnya, Rabu (4/12) sore. Diakuinya, dari potensi tersebut hanya baru berhasil dikumpulkan yaitu mencapai 7 persen. Hal ini menjadi tantangan kerja keras seluruh BAZNAS yang ada di NTB. “Rapat koordinasi ini menjadi penting untuk membangun sinergi meningkatkan koordinasi antar lembaga baik Baznas provinsi, kabupaten kota dan LAZ,” katanya. Tahun ini, Baznas Provinsi NTB menargetkan zakat mencapai Rp33 miliar. Dari jumlah tersebut zakat yang berhasil dikumpulkan melebihi dari target yaitu Rp40 miliar. “Banyak kendala untuk bisa mencapai potensi itu dan perlu dihadapi diantaranya BAZNAS sendiri masih menggarap secara parsial,” katanya. BAZNAS Provinsi NTB hingga 10 kabupaten dan kota selama ini masih fokus untuk menggarap zakat yang ada di Aparatur sipil negara (ASN). Padahal banyak sekali potensi lain yang belum dikelola dengan baik. “Zakat pertanian, zakat perkebunan, perikanan, perusahaan tambang dan sebagainya,” katanya. Untuk memaksimalkan pengumpulan zakat ini, harus ada payung hukum yang bisa menekan perusahaan wajib bayar zakat. Meksi saat ini sudah ada peraturan daerah namun disebut tidak mampu untuk mewajibkan perusahaan membayar zakat melalui BAZNAS. “Kan ada undang-undang tapi tidak ada sanksi. Sehingga banyak alasan mereka tidak berzakat melalui BAZNAS,” ucapnya. (Red)
BERITA07/12/2024 | Humas Baznas NTB
Potensi Rp2,8 Triliun, BAZNAS NTB akan Maksimalkan Pengumpulan Zakat
Potensi Rp2,8 Triliun, BAZNAS NTB akan Maksimalkan Pengumpulan Zakat
Mataram (Inside Lombok) – Guna memaksimalkan potensi zakat tahun 2025 mendatang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi daerah (rakorda). Pasalnya, meski target yang ditetapkan Baznas setiap tahunnya selalu melebihi namun disebut masih jauh dari potensi yang ada. Sebagai daerah dengan mayoritas umat Islam, potensi zakat di NTB sangat besar yaitu mencapai Rp2,8 triliun. Namun dari jumlah potensi ini masih banyak yang belum terkelola dengan baik seperti di sektor pertanian. Ketua BAZNAS NTB, TGH. M. Said Gazhali mengatakan salah satu upaya dalam meningkatkan perolehan zakat di NTB, pada Rakorda kali ini mengangkat tema “Sinergi tata Kelola NTB Makmur dan Sejahtera”. Melalui tema ini, Baznas Provinsi NTB bersama 10 kabupaten dan kota lainnya akan memperkuat sinergi. “Potensi perhimpunan zakat di NTB sangat menjanjikan dalam berbagai bidang dan objek. Bahkan hasil penelitian potensi zakat di NTB mencapai Rp2,8 triliun,” ungkapnya, Rabu (4/12) sore. Diakuinya, dari potensi tersebut hanya baru berhasil dikumpulkan yaitu mencapai 7 persen. Hal ini menjadi tantangan kerja keras seluruh BAZNAS yang ada di NTB. “Rapat koordinasi ini menjadi penting untuk membangun sinergi meningkatkan koordinasi antar lembaga baik Baznas provinsi, kabupaten kota dan LAZ,” katanya. Tahun ini, Baznas Provinsi NTB menargetkan zakat mencapai Rp33 miliar. Dari jumlah tersebut zakat yang berhasil dikumpulkan melebihi dari target yaitu Rp40 miliar. “Banyak kendala untuk bisa mencapai potensi itu dan perlu dihadapi diantaranya BAZNAS sendiri masih menggarap secara parsial,” katanya. BAZNAS Provinsi NTB hingga 10 kabupaten dan kota selama ini masih fokus untuk menggarap zakat yang ada di Aparatur sipil negara (ASN). Padahal banyak sekali potensi lain yang belum dikelola dengan baik. “Zakat pertanian, zakat perkebunan, perikanan, perusahaan tambang dan sebagainya,” katanya. Untuk memaksimalkan pengumpulan zakat ini, harus ada payung hukum yang bisa menekan perusahaan wajib bayar zakat. Meksi saat ini sudah ada peraturan daerah namun disebut tidak mampu untuk mewajibkan perusahaan membayar zakat melalui BAZNAS. “Kan ada undang-undang tapi tidak ada sanksi. Sehingga banyak alasan mereka tidak berzakat melalui BAZNAS,” ucapnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen meminta agar pengumpulan zakat harus dilakukan dengan maksimal. Kerjasama dengan semua kabupaten dan kota bisa memaksimalkan pengumpulan zakat. Apalagi selama ini zakat yang sudah dikumpulkan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program. “Jadi kalau kita 1+1=2. Kalau kita bersinergi menjadi 10. Semua potensi digerakkan. Sinergi itu penting dan kuncinya adalah kebersamaan gotong royong dan tidak ada konflik diantara pemimpin,” ungkapnya. Selama ini zakat dari sektor lain belum dioptimalkan. Disebutkan, potensi zakat yang cukup besar yaitu pada zakat perusahaan dan zakat karyawan. “Sebenarnya BANZAS sudah dekat (perusahaan red), tapi sulit ketemu pimpinan perusahaan dengan berbagai alasan,” ungkapnya. Prof. Hosen menyarankan agar pimpinan daerah dalam hal ini Gubernur mengumpulkan semua perusahaan sehingga bisa langsung dikoordinasikan untuk pembayaran zakat. “Jadi tanpa ada Gubernur yang mengundang mereka dan itu sulit,” ucapnya. (azm)
BERITA07/12/2024 | Humas Baznas NTB
Bantu Korban Bencana di Sukabumi BAZNAS RI Lakukan Aksi Resik Musala dan Rumah Warga
Bantu Korban Bencana di Sukabumi BAZNAS RI Lakukan Aksi Resik Musala dan Rumah Warga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melakukan aksi resik di musala dan rumah tinggal warga yang terdampak bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah, infrastruktur, serta mengancam kesehatan masyarakat akibat menumpuknya sampah akibat banjir dan longsor “Tim BAZNAS dengan cepat merespons dan menuju lokasi banjir, meski akses yang sulit menuju titik lokasi bencana, tim BAZNAS terus bergerak membuka jalur agar segera dapat membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12/2024). Ia menyampaikan, BAZNAS RI menerjunkan personel BTB untuk membantu masyarakat terdampak bencana dari lumpur maupun material akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur. “Aksi resik dilakukan bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari sisa-sisa lumpur dan sampah yang dibawa arus banjir, serta meminimalisir risiko penyebaran penyakit yang dapat timbul akibat banjir dan longsor,” kata Saidah. Saidah mengatakan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan dan sedang menyiapkan berbagai layanan kemanusiaan lainnya. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Sementara itu, anggota BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di lokasi bencana, Indra Azi menyampaikan, aksi resik bertujuan membersihkan material yang terbawa arus banjir dilakukan sejak Kamis, 5 Desember 2024, di sejumlah titik bencana banjir. “Saat ini, kami sedang melakukan aksi bersih-bersih material yang terbawa arus banjir dan longsor Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur. Semoga aksi ini dapat memberikan manfaat dan bisa membantu masyarakat membersihkan lingkungan mereka,” tambahnya.
BERITA06/12/2024 | HUMAS
BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Doa Bersama untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Doa Bersama untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan doa bersama sebagai bentuk dukungan bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/11/2024). Acara ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan dipimpin oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, serta dihadiri oleh para mustahik. Dia mengatakan, doa adalah salah satu bentuk dukungan yang kita bisa berikan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Selain bantuan fisik, doa akan memberi kekuatan dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. “Doa juga merupakan bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada sodara-sodara kita yang terdampak bencana,’ ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Achmad Sudrajat mengapresiasi upaya cepat dari Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi. Karenanya, semua ini adalah wujud nyata dari solidaritas kita,” ujar Achmad dengan penuh syukur. “Tim BTB tidak hanya memberikan bantuan logistik, namun juga mendirikan dapur umum dan dapur air, serta memberikan layanan medis di posko-posko pengungsian.,” ucap Achmad. Tak ketinggalan, Achmad juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang turut memberikan kontribusi berupa infak sebesar Rp250 juta. “Semoga bantuan ini semakin memperluas jangkauan dukungan kepada saudara-saudara kita di NTT,” harapnya. Menutup acara dengan mengajak semua pihak untuk terus mendukung korban bencana. “Mari kita bantu mereka dengan doa, infak, dan segala bentuk kontribusi lainnya. BAZNAS akan terus mendampingi mereka hingga masa pemulihan tuntas,” tegasnya.
BERITA05/12/2024 | Humas Baznas NTB
Baznas NTB dan Baznas Sumbawa Serahkan 20 Gerobak dan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM
Baznas NTB dan Baznas Sumbawa Serahkan 20 Gerobak dan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Desember 2024) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menyalurkan bantuan berupa 20 gerobak dan modal usaha bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyerahan bantuan yang dilakukan Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany S.Pd., M.Pd berlangsung di Kantor BAZNAS setempat, Selasa (3/12) pagi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa, terutama atas dukungan dari BAZNAS Provinsi NTB yang telah menyalurkan bantuan ini. “Kami sangat mengapresiasi langkah nyata BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan ini. Semoga para penerima manfaat dapat memanfaatkannya baik dalam upaya mengembangkan usaha,” ucapnya. Wabup yang disapa Hj. Novi juga menekankan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Dengan adanya gerobak dan modal usaha ini, saya berharap para pelaku usaha kecil dapat semakin produktif dan mandiri, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, H. Ali Tunru, melaporkan bahwa bantuan ini merupakan hasil sinergi dengan BAZNAS Provinsi NTB. “Hari ini kami menyerahkan 20 gerobak usaha beserta modal untuk para pelaku UMKM. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung visi besar Kabupaten Sumbawa dalam pemberdayaan masyarakat,” tandasnya. (SR)
BERITA04/12/2024 | Humas Baznas NTB
Ketua MPR RI Salurkan Infak untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi melalui BAZNAS
Ketua MPR RI Salurkan Infak untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi melalui BAZNAS
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, H. Ahmad Muzani, menyerahkan infak sebesar Rp250 juta untuk membantu korban bencana erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/11/2024). Penyerahan simbolis dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang akan menyalurkan bantuan tersebut melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan rasa terima kasih kepada H. Ahmad Muzani atas sumbangannya yang telah diberikan sebelumnya untuk membantu korban bencana di Palestina dan Sumatera Barat. Menurut Kiai Noor, ini adalah kali ketiga Muzani menyalurkan bantuannya melalui BAZNAS, yang selalu hadir dalam penanganan bencana. "Ini adalah kali ketiga Bapak Ahmad Muzani memberikan sumbangan melalui BAZNAS. Sebelumnya, beliau telah membantu korban bencana di Palestina dan Sumatera Barat. Alhamdulillah, kali ini beliau kembali hadir untuk membantu korban bencana di NTT,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun kembali fasilitas umum, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit, serta untuk menyediakan hunian sementara atau tetap di daerah terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Program BTB yang telah berpengalaman dalam bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi saluran yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan di lokasi-lokasi bencana. Dalam hal ini, Kiai Noor mengungkapkan bahwa BAZNAS tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana di dalam negeri, tetapi juga berkomitmen untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan internasional, seperti yang dilakukan untuk Palestina. "BTB adalah program BAZNAS yang memiliki ketangguhan teruji, sering bekerja sama dengan BNPB. BTB selalu hadir dalam setiap bencana. Dan insya Allah, amanah ini akan kami salurkan dengan sebaik-baiknya," tegasnya. Selain itu, Kiai Noor juga mengungkapkan bahwa penyerahan infak ini menandai dimulainya penggalangan dana resmi dari BAZNAS untuk bencana erupsi Gunung Lewotobi. Ia berharap donasi yang diberikan oleh Muzani dapat memotivasi masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membantu korban bencana di NTT. Sementara itu, Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani mengapresiasi BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya dalam pengelolaan dana kemanusiaan. Ia mengungkapkan, gotong royong adalah tradisi bangsa Indonesia, dan BAZNAS telah menjadi jembatan yang amanah untuk menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan. "Gotong royong dan saling membantu adalah tradisi bangsa kita. BAZNAS telah menjadi jembatan yang terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya saat memberi sambutan. Muzani juga menekankan bahwa BAZNAS memiliki rekam jejak yang teruji dalam menghadapi berbagai musibah dan selalu hadir dengan sigap di tengah masyarakat yang terdampak. “BAZNAS selalu hadir di tengah masyarakat ketika terjadi musibah. Jam terbangnya dalam mengelola bantuan sudah tidak diragukan lagi,” ujarnya. Tak hanya itu, Muzani juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan dukungan kepada korban bencana melalui infak ke BAZNAS. Ia mengungkapkan bahwa infak yang disalurkan berasal dari hasil penjualan sapi dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa hewan ternak memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan untuk amal kemanusiaan. Dengan percaya kepada BAZNAS, Muzani yakin bantuan yang diberikan akan tersalurkan dengan tepat dan bermanfaat bagi para korban.
BERITA28/11/2024 | HUMAS
ZAKAT KINI DIGENGGAMAN MUDAH BERZAKAT DENGAN BANK NTB SYARIAH MOBILE EBANKING
ZAKAT KINI DIGENGGAMAN MUDAH BERZAKAT DENGAN BANK NTB SYARIAH MOBILE EBANKING
Dalam kehidupan sehari-hari, berzakat adalah salah satu bentuk kewajiban yang penting bagi umat Islam. Namun, sering kali kita menghadapi berbagai kendala dalam menunaikannya, seperti waktu yang terbatas atau kesulitan mencari lembaga amil yang terpercaya. Kini, semua itu bisa teratasi dengan hadirnya Bank NTB Syariah Mobile Banking. Dengan aplikasi mobile banking ini, proses berzakat menjadi lebih praktis dan efisien. Dalam beberapa langkah mudah, Anda dapat menyalurkan zakat Anda tanpa harus keluar rumah. Cukup buka aplikasi, pilih menu zakat, dan masukkan nominal yang ingin Anda bayar. Seluruh prosesnya hanya memerlukan beberapa menit, dan Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Bank NTB Syariah juga menjalin kerja sama dengan BAZNAS NTB, sehingga Anda bisa yakin bahwa zakat Anda akan disalurkan kepada yang berhak. Selain itu, aplikasi ini memberikan transparansi, di mana Anda dapat melihat laporan penyaluran zakat Anda, sehingga Anda tahu kemana dana tersebut digunakan. Tak hanya itu, fitur pengingat dalam aplikasi akan membantu Anda untuk tidak lupa membayar zakat di waktu yang tepat, terutama saat bulan Ramadan atau saat Anda telah mencapai nishab. Dengan demikian, Anda dapat menjalankan kewajiban ini dengan lebih teratur dan tanpa stres. Bergabunglah dengan jutaan umat Islam lainnya yang telah merasakan kemudahan berzakat melalui Bank NTB Syariah Mobile Banking. Jadikan berzakat sebagai bagian dari rutinitas Anda yang
BERITA22/10/2024 | Humas
BAZNAS NTB MENGUCAPKAN SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL
BAZNAS NTB MENGUCAPKAN SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL
*Santri berdaya bersama BAZNAS* Di hari yang penuh berkah ini, Baznas NTB mengucapkan selamat kepada seluruh santri di Nusa Tenggara Barat dan seluruh Indonesia. Tema "Santri Berdaya" menjadi sangat relevan, mengingat peran santri yang tidak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Santri adalah generasi yang memiliki potensi besar untuk memberdayakan diri dan lingkungan sekitar. Kami di Baznas NTB percaya bahwa dengan dukungan dan kolaborasi, santri dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Melalui program-program pemberdayaan yang kami luncurkan, kami berkomitmen untuk membantu santri mengasah keterampilan dan pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kemajuan. Santri berdaya adalah santri yang mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Dengan semangat belajar yang tinggi dan akhlak yang baik, mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang bijaksana. Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mendukung santri, agar mereka dapat menjadi sumber inspirasi dan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat. Hari Santri juga merupakan momentum untuk memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan. Mari kita jadikan hari ini sebagai pengingat untuk saling mendukung dan menghargai peran masing-masing dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan bersama-sama, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan. Akhir kata, semoga setiap langkah para santri senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT. Mari kita berdayakan santri, bersama Baznas NTB, untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Selamat Hari Santri! Semoga semangat kebersamaan dan keberdayaan ini terus menginspirasi kita semua.
BERITA22/10/2024 | HUMAS
MENLU RETNO LEPAS BANTUAN KEMANUSIAAN BAZNAS UNTUK SUDAN DAN PALESTINA
MENLU RETNO LEPAS BANTUAN KEMANUSIAAN BAZNAS UNTUK SUDAN DAN PALESTINA
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno L.P Marsudi melepas bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk masyarakat Sudan, dan Palestina, di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (14/10/2024). Bantuan ini merupakan gabungan dari bantuan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan RI, juga bantuan masyarakat Indonesia yang disalukran melalui BAZNAS. Turut hadir dalam pelepasan bantuan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Menlu Retno menjelaskan, bantuan yang dikirimkan tersebut akan disalurkan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO). Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait tantangan dari setiap negara yang diberikan bantuan. "Korban di Gaza saat ini telah mencapai lebih dari 42.000 orang, 495 ribu orang mengalami kelaparan, dan terdapat wabah polio sejak awal September 2024. Di Yaman, terdapat korban banjir sebanyak lebih dari 258 ribu orang. Sementara di Sudan, banyak terjadi kelaparan sebab adanya konflik yang terjadi di sana," paparnya. "Bentuk tantangan dari berbagai negara berbeda-beda, ada yang karena bencana banjir, wabah penyakit, dan juga konflik. Sebagai bentuk solidaritas maka tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat melalui BAZNAS memberi bantuan solidaritas kita ke tiga negara tersebut," jelas Menlu Retno. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab. “BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Yaman, dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor. "Saat ini banyak terjadi kelaparan. Apalagi saat ini masuk musim dingin dan ada pula wabah polio," kata Kiai Noor. "Sudan ini ternyata sangat membutuhkan, karena konflik di antara mereka telah menimbulkan kelaparan dan kematian. Kemudian di Yaman di samping ada konflik, ada juga bencana yang luar biasa itu," tambah Kiai Noor. Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut. “Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insya Allah BAZNAS RI siap," pungkasnya. Pesawat yang membawa sekitar 50,5 ton bantuan tersebut akan berangkat pada pukul 01.00 WIB dini hari kemudian transit di Fujairah United Emirat Arab. Simbolisasi penyerahan akan dilakukan di Yaman dan dilanjutkan dengan pendistribusian bantuan lewat darat.
BERITA14/10/2024 | Humas
BAZNAS NTB MENYALURKAN ZAKAT DENGAN TRANSPARANSI DAN AMANAH
BAZNAS NTB MENYALURKAN ZAKAT DENGAN TRANSPARANSI DAN AMANAH
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, Baznas NTB hadir sebagai garda terdepan dalam membantu mereka yang membutuhkan. Proses pendistribusian bantuan dimulai dengan pengajuan permohonan bantuan yang di tunjukan ke Ketua BAZNAS NTB . Staf Baznas melakukan verifikasi berkas yang di ajukan oleh mustahik. Setelah data terkumpul, Baznas NTB merancang program bantuan yang sesuai, baik berupa sembako, bantuan kesehatan, pendidikan, maupun modal usaha.Baznas memastikan bahwa proses distribusi berlangsung transparan dan tepat sasaran. Pada hari distribusi, suasana penuh harapan terlihat di wajah penerima bantuan. Baznas NTB menyiapkan tempat yang aman, sehingga masyarakat dapat mengambil bantuan tanpa kesulitan. Setiap bantuan disiapkan dengan teli, informasi tentang program-program pemberdayaan yang tersedia. Setelah bantuan disalurkan, Baznas NTB tidak berhenti di situ. Mereka melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak dari bantuan yang diberikan dan mencari tahu apakah ada aspek lain yang perlu diperbaiki atau ditambahkan. Melalui feedback dari masyarakat, Baznas berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas program bantuan, menjadikannya lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Dengan dedikasi dan kerjasama, Baznas NTB terus berupaya mengurangi beban masyarakat yang terdampak, mengubah kesulitan menjadi harapan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.
BERITA14/10/2024 | Humas
PERBEDAAN ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH
PERBEDAAN ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH
Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah Dalam kehidupan umat Islam, zakat, infaq, dan sedekah adalah istilah yang sering kali terdengar. Meskipun ketiga istilah ini berkaitan dengan pengeluaran harta untuk membantu sesama, masing-masing memiliki makna, aturan, dan tujuan yang berbeda. Mari kita gali lebih dalam untuk memahami setiap istilah ini serta peran dan pentingannya dalam masyarakat. Zakat: Kewajiban dan Fungsi Sosial Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang kedua dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Secara etimologis, kata "zakat" berasal dari bahasa Arab yang berarti "membersihkan" dan "pertumbuhan." Dalam konteks ini, zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa seseorang, serta membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ada dua jenis zakat yang utama: **zakat mal** dan **zakat fitrah**. Zakat mal dikenakan pada berbagai jenis harta, seperti uang, emas, perak, dan hasil pertanian, dengan ketentuan bahwa jumlah yang dikeluarkan biasanya sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki setelah mencapai nisab (batas minimal). Di sisi lain, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan menjelang hari raya Idul Fitri, bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kesalahan selama bulan Ramadan dan memberikan kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk merayakan hari raya. Zakat memiliki tujuan yang lebih dari sekadar amal sosial; ia merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang mampu. Dalam Al-Qur'an, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan ibnu sabil. Dengan demikian, zakat berperan penting dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan sosial. Infaq: Pengeluaran Sukarela untuk Kebaikan Berbeda dengan zakat, infaq adalah pengeluaran harta yang bersifat sukarela, tanpa ada kewajiban untuk melakukannya. Infaq dapat diberikan kapan saja dan dalam jumlah berapa pun. Dalam istilah Arab, infaq berarti "mengeluarkan" atau "membelanjakan," dan mencakup segala bentuk pengeluaran untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Infaq tidak memiliki batasan yang ketat seperti zakat, dan seorang Muslim dianjurkan untuk melakukannya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan infaq, kita berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan menciptakan ikatan sosial yang kuat. Misalnya, seorang dermawan dapat memberikan sumbangan untuk membangun sekolah, memberikan beasiswa, atau membantu biaya pengobatan seseorang yang sakit. Sedekah: Amal yang Luas dan Ikhlas Sedekah adalah istilah yang paling luas di antara ketiga istilah ini. Secara umum, sedekah merujuk pada segala bentuk pemberian yang dilakukan dengan niat tulus untuk membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan. Sedekah dapat berupa materi, seperti uang, makanan, atau pakaian, maupun non-materi, seperti memberikan nasihat, membantu pekerjaan, atau menyebarkan senyuman. Tidak ada batasan waktu atau jumlah dalam sedekah. Setiap tindakan baik yang dilakukan dengan niat ikhlas dapat dianggap sebagai sedekah. Misalnya, seorang Muslim yang membantu tetangganya yang sedang kesulitan, atau yang membagikan makanan kepada yang membutuhkan, semuanya termasuk dalam kategori sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah sangat dianjurkan dan dianggap sebagai amal yang mendatangkan pahala besar dari Allah. Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting? Memahami perbedaan antara zakat, infaq, dan sedekah sangat penting dalam konteks kehidupan sehari-hari. Zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, sementara infaq dan sedekah memberikan fleksibilitas dalam beramal. Dengan mengetahui perbedaan ini, kita dapat lebih mudah mengatur keuangan dan merencanakan kontribusi kita terhadap masyarakat. Selain itu, dengan melaksanakan zakat, infaq, dan sedekah, kita tidak hanya berkontribusi dalam membantu sesama, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Kesimpulan Dalam kesimpulannya, zakat, infaq, dan sedekah memiliki peran yang berbeda dalam kehidupan umat Islam, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: membantu sesama dan menciptakan kesejahteraan. Zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi, infaq adalah pengeluaran sukarela yang luas, dan sedekah adalah amal yang dilakukan dengan niat tulus. Dengan memahami dan melaksanakan ketiga konsep ini, kita dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan penuh kasih sayang.
BERITA13/10/2024 | Humas
DARI ZAKAT UNTUK KESEHATAN PROGRAM PEDAMPINGAN BEROBAT LANJUT BAZNAS NTB
DARI ZAKAT UNTUK KESEHATAN PROGRAM PEDAMPINGAN BEROBAT LANJUT BAZNAS NTB
Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan kepada mustahik. Mustahik adalah mereka yang berhak menerima zakat, yang terdiri dari fakir, miskin, dan kelompok lainnya yang membutuhkan. Baznas berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan,meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mustahik melalui berbagai program yang terintegrasi. Salah satun program unggulan Baznas Provinsi NTB adalah Program BAZNAS NTB SEHAT. Dengan adanya bantuan Pendampingan Berobat Lanjut dari Baznas NTB, banyak mustahik yang sebelumnya tidak mampu mengakses layanan kesehatan kini dapat menjalani perawatan dengan tenang. Kesadaran akan pentingnya kesehatan pun meningkat, karena mereka tahu ada lembaga yang peduli dan siap membantu. Bagi Anda yang ingin mengajukan proposal bantuan biaya berobat, ke BAZNAS NTB berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti: 1.Persiapkan Dokumen Penting: Sebelum mengajukan proposal, pastikan Anda memiliki dokumen pendukung yang diperlukan, seperti: Surat keterang tidak mampu (SKTM),Foto copy KK dan KTP, Surat Rekomendasi dari BAZNAS Kabupatenkota setempat, Surat rujukan dari RSUD setempat,Surat keterangan rawat inap yang terbaru, Foto copy BPJS dan surat eligibilitas yang terbaru. 2. Datang ke Baznas NTB: Setelah proposal siap, kunjungi kantor Baznas NTB untuk mendapatkan informasi mengenai prosedur pengajuan. Anda juga bisa mengunjungi situs resmi Baznas NTB untuk mengetahui ketentuan yang berlaku. 3.Tunggu Proses Verifikasi: Setelah pengajuan, Baznas akan melakukan proses verifikasi terhadap dokumen dan informasi yang Anda berikan. Proses ini biasanya berlangsung cepat, tergantung pada kelengkapan berkas, setelah berkas terverifikasi petugas Baznas akan memberikan lembar registrasi yang akan di bawa ketika pencairan dana bantuan berobat. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan pengajuan proposal biaya berobat dapat berjalan lancar dan Anda mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Baznas berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mustahik, agar setiap orang dapat memperoleh perawatan kesehatan yang layak. Jika Anda atau orang terdekat memerlukan bantuan, jangan ragu untuk mengajukan proposal. Kesehatan adalah prioritas, dan Baznas siap mendukung Anda.
BERITA11/10/2024 | HUMAS
BANTUAN GEROBAK DAN MODAL USAHA PRODUKTIF MUSTAHIK IBU SAHAYA BERBAGI RASA SYUKUR DAN KESUKSESAN
BANTUAN GEROBAK DAN MODAL USAHA PRODUKTIF MUSTAHIK IBU SAHAYA BERBAGI RASA SYUKUR DAN KESUKSESAN
Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, Baznas menghadirkan program inovatif bernama Zakat Kelompok Usaha Produktif (ZKUP). Program ini bertujuan untuk memberikan peningkatan usaha bagi mustahik yang mana bantuannya berupa Gerobak dan Modal Usaha Produktif. Ibu Sahaya Dia menerima bantuan gerobak produktif sudah tiga bulan yang lalu, setelah mendapat bantuan gerobak ibu ini mengakui mendapatkan peningkatan penghasilan dan bersyukur semakin ramai pembeli setelah mendapat bantuan gerobak produktif dan Ketika ditanya tentang dampak jangka panjang, ibu ini berharap bisa mengembangkan usaha ini lebih besar. "Saya ingin menambah variasi menu."Bantuan dari Baznas NTB benar-benar membuat perbedaan." "Adapun model penanggulangan dan pengentasan kemiskinan berbasis dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS NTB meliputi pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah. "Akselerasi pengentasan kemiskinan oleh BAZNAS NTB meliputi program-program pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah atau advokasi, yang mana seluruh program tersebut ditujukan untuk mengubah mustahik menjadi muzaki sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat baik dari aspek materiil dan spiritual. BAZNAS melalui program Pemberdayaan Ekonomi berupaya memberikan bantuan agar dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dan memiliki taraf perekonomian yang sejahtera. Bantuan yang diberikan ini berupa Gerobak Produktif,modal usaha dan pendampingan kepada mustahik Untuk itu, Mari bergerak bersama membantu mereka yang membutuhkan agar lebih sejahtera dan mandiri dalam segi perekonomian dengan bersedekah melalui Baznas Provinsi NTB.
BERITA10/10/2024 | HUMAS
MENUNAIKAN ZAKAT SECARA LANGSUNG MELALUI BAZNAS NTB MENGOPTIMALKAN AMANAH UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA
MENUNAIKAN ZAKAT SECARA LANGSUNG MELALUI BAZNAS NTB MENGOPTIMALKAN AMANAH UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat tertentu. Secara etimologis, "zakat" berarti bersih, tumbuh, dan berkembang. Dalam konteks keuangan, zakat merupakan kewajiban untuk menyisihkan sebagian harta yang dimiliki dan disalurkan kepada orang-orang yang berhak, seperti fakir, miskin, dan mereka yang membutuhkan. Zakat bertujuan untuk menyucikan harta, membantu meringankan beban sesama, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pembayaran zakat melalui Baznas Provinsi NTB sangatlah mudah dan dapat dilakukan dengan berbagai cara: 1. Pembayaran Secara Langsung: Muzaki dapat datang ke kantor Baznas NTB untuk melakukan pembayaran zakat secara tunai. Petugas yang ramah dan profesional siap membantu dan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis zakat yang dapat dibayarkan sekaligus didoakan oleh amil. 2. Transfer Bank: Baznas NTB juga menyediakan nomor rekening resmi yang dapat digunakan untuk transfer zakat. Dengan cara ini, muzaki dapat melakukan pembayaran dari mana saja dan kapan saja, tanpa harus datang ke kantor. 3. Aplikasi dan Platform Digital: Untuk memudahkan masyarakat, Baznas NTB telah meluncurkan aplikasi dan platform online yang memungkinkan muzaki untuk menghitung, membayar, dan memantau zakat mereka secara praktis. Fitur-fitur ini dirancang agar proses pembayaran menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Pembayaran zakat melalui Baznas bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mewujudkan keadilan sosial. Dengan kepercayaan dan dukungan dari para muzaki, Baznas NTB berkomitmen untuk mengelola zakat secara profesional, sehingga setiap dana zakat yang dibayarkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Melalui Baznas, setiap kontribusi zakat tidak hanya menjadi penyucian harta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA09/10/2024 | HUMAS
RUMAH SEHAT BAZNAS NTB BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN SETIAP HARI BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU
RUMAH SEHAT BAZNAS NTB BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN SETIAP HARI BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU
BAZNAS NTB--Di tengah tantangan kesehatan yang dihadapi oleh banyak masyarakat, hadir sebuah inisiatif yang memberikan harapan: Rumah Sehat Baznas NTB. Didirikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rumah Sehat ini merupakan wadah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Dengan visi untuk menciptakan masyarakat yang sehat, Rumah Sehat Baznas NTB tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit. Berbagai program kesehatan seperti pemeriksaan rutin, penyuluhan gizi, dan kampanye kesehatan masyarakat dilaksanakan secara berkala. Tim medis yang profesional dan berpengalaman siap memberikan pelayanan terbaik, dari dokter umum dan perawat semuanya berkomitmen untuk memastikan setiap pasien mendapatkan perhatian dan perawatan yang optimal. Dalam suasana yang ramah dan mendukung, Rumah Sehat Baznas NTB juga menjadi tempat edukasi. Masyarakat diajarkan pentingnya pola hidup sehat, cara menjaga kebersihan, serta penanganan penyakit sederhana. Melalui kelas-kelas edukatif dan kegiatan interaktif, warga tidak hanya menjadi pasien, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Selain itu, Rumah Sehat Baznas NTB turut menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga dan organisasi, memperkuat jaringan dukungan untuk masyarakat. Melalui kerjasama ini, program-program kesehatan dapat diperluas, menjangkau lebih banyak orang, dan memberikan dampak yang lebih signifikan. Dengan segala upaya dan dedikasi, Rumah Sehat Baznas NTB berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Di sinilah setiap tetes zakat dan sumbangan diubah menjadi harapan, memberikan akses kepada mereka yang membutuhkan, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan. Melalui Rumah Sehat Baznas NTB, kita tidak hanya merawat tubuh, tetapi juga membangun komunitas yang lebih kuat dan saling mendukung. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar, menjadikan kesehatan sebagai hak setiap individu. Layanan yang di berikaan Rumah sehat BAZNAS NTB antara lain: 1. Pelayanan Medis Umum: Konsultasi dengan dokter umum untuk diagnosis dan pengobatan penyakit ringan, pemeriksaan kesehatan rutin, dan manajemen penyakit kronis. 2. Konseling Gizi: Sesi konsultasi untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang. 3. Edukasi Kesehatan: Kegiatan penyuluhan tentang kebersihan, pencegahan penyakit, dan pola hidup sehat .
BERITA08/10/2024 | HUMAS
ZAKAT ONLINE
ZAKAT ONLINE
BAZNAS NTB-Zakat online telah menjadi terobosan yang memudahkan umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat di era digital ini. Dengan adanya platform-platform zakat online, masyarakat dapat melakukan transaksi dengan cepat dan praktis, tanpa harus datang langsung ke tempat pengumpulan zakat. Hanya dengan beberapa klik, zakat dapat disalurkan kepada yang membutuhkan, seperti anak-anak yatim, fakir miskin, dan mereka yang terkena bencana, sehingga mempercepat proses distribusi bantuan. Keunggulan zakat online tidak hanya terletak pada kemudahan akses, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas yang ditawarkan. Banyak lembaga zakat menyediakan fitur pelacakan, sehingga muzaki dapat melihat dengan jelas ke mana dana mereka disalurkan. Ini memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para donatur, memastikan bahwa sumbangan mereka digunakan secara efektif untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, zakat online juga mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat. Dengan fleksibilitas dalam memilih jenis zakat yang ingin dibayarkan, lebih banyak orang termotivasi untuk berkontribusi. Ini bukan hanya soal memenuhi kewajiban agama, tetapi juga tentang membangun solidaritas dan kepedulian sosial. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan melalui zakat yang tepat sasaran..
BERITA02/10/2024 | HUMAS
RAKORNAS BAZNAS 2024 RESMI DITUTUP HASILKAN 17 RESOLUSI
RAKORNAS BAZNAS 2024 RESMI DITUTUP HASILKAN 17 RESOLUSI
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September resmi ditutup, Jum'at 27/9/2024 pagi jelang siang. Rakornas BAZNAS kali menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 ini sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang profesional", jelasnya saat menutup kegiatan Rakornas BAZNAS tahun 2024. Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat dihadapan para pimpinan BAZNAS RI dan peserta Rakornas. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp 327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA30/09/2024 | HUMAS
KETUA BAZNAS NTB SURVEY 3 PROGRAM SEKALIGUS PENERIMA MANFAAT RUMAH LAYAK HUNI DI KAB LOMBOK UTARA
KETUA BAZNAS NTB SURVEY 3 PROGRAM SEKALIGUS PENERIMA MANFAAT RUMAH LAYAK HUNI DI KAB LOMBOK UTARA
Ketua Baznas NTB Dr.TGH.Muhammad Said Lc.,MA melakukan survey 3 program yaitu Program Rumah Layak Huni (Mahyani), Program Zakat Perusahaan @bankntbsyariah dan Program Zakat Kelompok Usaha Produktif (ZKUP) tahun 2024. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan mustahik yang kita survey ini memang benar-benar layak untuk menerima dan berharap akan menjadi motivasi dalam meningkatkan ibadahnya serta beliau ucapkan terima kasih kepada jajaran BAZNAS KLU dan aparat Desa yang telah mengawal program ini dari awal smpai selesai kedepannya. Beliau juga menyampaikan "Rumah layak huni berperan sangat penting dalam program pengentasan kemiskinan karena memiliki dampak besar pada kehidupan manusia secara keseluruhan. Ketika masyarakat memiliki akses ke rumah yang layak, beberapa aspek kehidupan mereka dapat diuntungkan, seperti: Kesehatan dan Sanitasi, Pendidikan, Produktivitas Ekonomi, Kesejahteraan Sosial serta Psikologis, dan lainnya," kata Ketua BAZNAS NTB, Dr. TGH. Muhammad Said, LC.MA. Muhammad Said menambahkan, BAZNAS juga memastikan program Rumah Layak Huni BAZNAS akan tepat sasaran, jatuh kepada mereka yang membutuhkan. Dengan menerapkan prinsip 3A, Aman Syar'i, Aman NKRI, dan Aman NKRI, program ini akan terus dikawal untuk membantu mereka yang tergolong miskin ekstrem. Prinsip 3A selalu diterapkan dalam setiap program dan aktivitas BAZNAS. Sebagai lembaga pemerintah non struktural yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran penting bersama Pemerintah dalam mengatasi persoalan yang berakar pada masalah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem," ucap Muhammad Said.
BERITA30/09/2024 | HUMAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.

Lihat Daftar Rekening →