WhatsApp Icon
BAZNAS NTB RESMIKAN GERAI KOPI FILANTROPI “Z COFFEE” DI UNIVERSITAS MATARAM

Mataram, 29 Januari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi meluncurkan gerai kopi sosial “Z Coffee” di lingkungan Universitas Mataram (Unram). Peresmian yang berlangsung pada Kamis pagi ini menandai dimulainya operasional gerai kopi yang mengusung konsep pemberdayaan dan filantropi berbasis kampus.

Gerai Z Coffee berlokasi strategis di depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Mataram. Lokasi ini dipilih untuk menjangkau sivitas akademika, khususnya mahasiswa, agar dapat berpartisipasi dalam gerakan sedekah dan zakat melalui produk yang berkualitas dengan mudah.

Profil Z Coffee: 

Lebih dari Sekadar Secangkir Kopi

Z Coffee bukan sekadar kedai kopi biasa. Gerai ini merupakan terobosan BAZNAS NTB dalam menginisiasi model pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kreatif, modern, dan berkelanjutan. Setiap pembelian di Z Coffee tidak hanya memberikan kenikmatan kopi, tetapi juga berkontribusi langsung pada program-program pemberdayaan mustahik (penerima manfaat) yang dikelola BAZNAS NTB.

Konsep ini sejalan dengan semangat membangun gaya hidup filantropis, khususnya di kalangan generasi muda. Keuntungan operasional dari Z Coffee akan dialokasikan untuk mendanai berbagai program BAZNAS NTB di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan di NTB.

Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua institusi. Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua 2 BAZNAS NTB H Zulkipli, SE, MM yang dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan ZIS.

“Kehadiran Z Coffee di Unram adalah bentuk adaptasi kami mendekati generasi milenial dan Gen-Z. Kami ingin menanamkan budaya memberi yang mudah, berdampak nyata, dan menyenangkan. Semoga ini menjadi awal dari gerai-gerai serupa di kampus-kampus lain di NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Mataram, Dr. Sujito, yang membidangi kemahasiswaan, menyambut hangat kolaborasi ini. Dalam sambutannya, Dr. Sujito menyatakan bahwa kehadiran Z Coffee sejalan dengan misi Unram untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Universitas sangat mendukung inisiatif positif yang melibatkan mahasiswa dalam semangat berbagi. Lokasinya yang di depan PKM sangat tepat, menjadi pusat aktivitas dan interaksi sosial mahasiswa. Kami berharap Z Coffee bisa menjadi ruang literasi filantropi sekaligus tempat nongkrong yang positif,” papar Dr. Sujito.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat dan pimpinan fakultas di lingkungan Universitas Mataram, yang turut menyaksikan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya gerai Z Coffee Unram.

Dengan diresmikannya Z Coffee ini, BAZNAS NTB dan Universitas Mataram berharap dapat menciptakan ekosistem kedermawanan yang dinamis di dunia pendidikan, mengubah kebiasaan konsumsi menjadi aksi sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat NTB.

29/01/2026 | Kontributor: Wakil Ketua II
Perkuat Pelayanan Pasien Rujukan, Wakil Ketua II BAZNAS NTB Kunjungi Rumah Singgah di Sanglah Bali

Perkuat Pelayanan Pasien Rujukan, Wakil Ketua II BAZNAS NTB Kunjungi Rumah Singgah di Sanglah Bali

DENPASAR, BALI – Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkipli, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Singgah BAZNAS NTB yang berlokasi di kawasan Sanglah, Denpasar, Bali, pada Rabu (21/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan dan fasilitas bagi para mustahik yang sedang menjalani pengobatan rujukan di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah (Sanglah).

Kedatangan H. Zulkipli disambut hangat oleh Bapak Burhan dan Ibu Titin selaku pengelola sekaligus pemilik rumah yang selama ini bekerja sama dengan BAZNAS NTB dalam menyediakan hunian sementara bagi pasien kurang mampu asal NTB.

Dalam kunjungannya, H. Zulkipli menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pasien dan anggota keluarga yang sedang mendampingi. Berdasarkan data di lokasi, para pasien tersebut berasal dari berbagai wilayah di NTB, di antaranya dari Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Lombok Barat. Mereka dirujuk ke Bali dengan berbagai ragam diagnosa penyakit kronis yang memerlukan penanganan spesialis di rumah sakit pusat.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab dan amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di NTB. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang berikhtiar menjemput kesembuhan di Bali mendapatkan tempat bernaung yang layak dan dukungan moril yang kuat," ujar H. Zulkipli di sela-sela kunjungannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Burhan dan Ibu Titin atas dedikasi mereka dalam merawat dan mendampingi para pasien selama berada di rumah singgah. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan pengelola rumah singgah adalah kunci utama dalam meringankan beban ekonomi pasien, mengingat biaya akomodasi di Bali cukup tinggi jika harus ditanggung secara mandiri.

Salah satu keluarga pasien asal Dompu mengungkapkan rasa syukurnya atas fasilitas ini. "Kami sangat terbantu. Selain dekat dengan rumah sakit, adanya rumah singgah ini membuat kami merasa tidak sendirian di tanah rantau karena ada pendampingan dari BAZNAS NTB," tuturnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan stimulus untuk operasional rumah singgah dan dukungan logistik bagi pasien. BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas kesehatan dan kemanusiaan sebagai bagian dari program "NTB Sehat", guna memastikan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu, mendapatkan akses kesehatan yang maksimal.

22/01/2026 | Kontributor: Wakil Ketua II
BAZNAS NTB Gelar Malam Galang Dana “Artunity” untuk Korban Banjir Sumatera di Momentum HUT ke-25 BAZNAS

 

Mataram, 17 Januari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Malam Galang Dana “Artunity” sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir di wilayah Sumatera. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 25 tahun BAZNAS, pada Jumat malam (17/1/2026), bertempat di Gedung Taman Budaya Mataram.

Kegiatan kemanusiaan yang dikemas secara kreatif ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS NTB bersama Bank NTB Syariah serta melibatkan para seniman di Kota Mataram diinisiasi oleh .Baiq Amalia Putri Ghaesani. Ladies yang akrab disapa Ciku Ghea. Seniman sekaligus pelukis media pasir ini membuat konsep acara bertajuk Artunity, seni dijadikan medium solidaritas untuk menguatkan empati dan kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Sumatera. " Kita perlu mengajak banyak pihak termasuk para seniman berperan untuk kemanusiaan" jelas Ciku Ghea. 

Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Artunity menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat digerakkan melalui pendekatan yang inklusif, humanis, dan membahagiakan.

 “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang luar biasa antara BAZNAS NTB, Bank NTB Syariah, dan para seniman Kota Mataram. Artunity bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga ruang kepedulian. Di momentum 25 tahun BAZNAS ini, kami ingin menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas kemanusiaan,” ujar Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad.

Sepanjang acara, para penonton disuguhkan beragam pertunjukan seni dan hiburan, mulai dari musik, seni pertunjukan, hingga penampilan kreatif para seniman lokal. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para hadirin menikmati hiburan sambil berdonasi, menyalurkan kepedulian mereka secara langsung untuk membantu korban banjir.

Dana yang terkumpul dalam kegiatan Artunity ini selanjutnya akan disalurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS untuk mendukung kebutuhan darurat dan pemulihan korban banjir di Sumatera.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap semangat gotong royong, kepedulian, dan persatuan terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai zakat dan misi kemanusiaan BAZNAS selama 25 tahun mengabdi untuk umat dan bangsa.

19/01/2026 | Kontributor: Wakil Ketua II
BAZNAS NTB GELAR PENGUATAN PENGHIMPUNAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) SE-NTB DALAM OPTIMALISASI POTENSI ZIS

Mataram, senin 6 Oktober 2025– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Penguatan Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) lingkup BAZNAS se-NTB. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor BAZNAS NTB dengan skema hybrid (offline dan online), diikuti oleh para Pimpinan serta Tim Fundraising BAZNAS kabupaten/kota se-NTB.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi, profesionalisme, dan inovasi dalam penghimpunan dana ZIS di wilayah NTB agar semakin optimal dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A., menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga pengelola zakat.

Penguatan penghimpunan ZIS tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita harus bersatu dalam visi yang sama, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap program penghimpunan dan pendistribusian zakat berjalan sesuai prinsip syariah dan regulasi nasional,” ujar Dr. Iqbal.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas amil dan pemanfaatan teknologi digital.

BAZNAS di seluruh level harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan literasi zakat, peningkatan kualitas layanan, serta digitalisasi penghimpunan menjadi kunci untuk memperluas jejaring muzaki dan meningkatkan kepercayaan publik,” ungkapnya.

Rizaludin menjelaskan, strategi penguatan dilakukan melalui empat langkah utama, yakni pertama, penguatan tim fundraising perorangan yang mencakup ritel, digital, big donor, dan infak operasional. Kedua, memperkuat layanan muzaki dengan memanfaatkan data dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Rizaludin menambahkan, strategi penghimpunan ZIS juga perlu didukung digitalisasi, branding yang kuat, peningkatan kualitas layanan, penguatan literasi zakat, amil yang profesional, serta program yang substantif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kunci fundraising ada pada kelengkapan database muzaki, komunikasi yang terbangun, mutu layanan yang diberikan, dan keberhasilan saluran pembayaran ZIS maupun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dimiliki,” kata Rizaludin.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk menyamakan langkah BAZNAS se-NTB dalam implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaannya  .

BAZNAS NTB berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh BAZNAS kabupaten/kota di NTB untuk memperkuat peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat melalui pengelolaan ZIS yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariah.

07/10/2025 | Kontributor: HUMAS
Pamitan dan Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengawas Eksternal (DPE) BAZNAS NTB

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar acara Pamitan Dewan Pengawas Eksternal (DPE) pada Selasa, 30 September 2025, di Kantor BAZNAS NTB, Mataram. Acara ini dihadiri oleh jajaran Komisioner BAZNAS NTB, anggota Dewan Pengawas Eksternal (DPE), serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB.

Selain menjadi ajang silaturahmi perpisahan, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pengawas Eksternal kepada Pimpinan BAZNAS NTB dan Biro Kesra.

Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran DPE dalam mengawal tata kelola zakat yang sesuai syariat, regulasi, dan prinsip transparansi.

"Kami berterima kasih atas dedikasi para Dewan Pengawas Eksternal. LPJ yang disampaikan hari ini menjadi bukti bahwa pengawasan berjalan profesional. Meskipun masa tugas berakhir, semoga sinergi tetap terjaga dalam mendukung pemberdayaan umat di NTB,” ungkapnya.

Ketua DPE, TGH. Jamiludin, MM, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan pengawasan telah dilaksanakan sesuai regulasi dan prinsip syariah. Ia menegaskan, laporan yang diserahkan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan hukum demi memastikan zakat tersalurkan tepat sasaran kepada delapan golongan (asnaf) yang berhak .

“LPJ ini kami serahkan sebagai wujud transparansi. Terima kasih kepada jajaran BAZNAS NTB dan Biro Kesra Pemprov NTB atas dukungan selama masa tugas kami,” tuturnya.

Sebagai penutup, Drs. H. Sahnan, M.Pd, Kepala Biro Kesra Setda NTB, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

“Penyerahan LPJ hari ini menunjukkan bahwa pengawasan berjalan baik, transparan, dan akuntabel. Semoga BAZNAS NTB semakin kuat dalam mendukung visi NTB Makmur Mendunia yang religius dan sejahtera,” ujarnya.

Mari terus dukung BAZNAS NTB dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat 

#DewanPengawasEksternal #PamitanDPE

#LaporanPertanggungjawaban #ZakatUntukKesejahteraan #baznasntbamanah #baznasntbterpercaya

01/10/2025 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

IMTAQ JUMAT HIKMAH BERKURBAN
IMTAQ JUMAT HIKMAH BERKURBAN
IMTAQ JUM’AT Mataram, 17 Mei 2024 Alhamdulillah pada kesempatan hari ini Pimpinan dan Seluruh Amil/Amilat mentadabbur Al -Quran dari surah Asy-Syu’ara’ ayat 169 sampai QS An-Naml 207. TGH.Munajib Kholid khusus membahas tentang hikmah berkurban yang mana sebentar lagi kita kedatangan tamu Istimewa yaitu Hari Raya Idul Adha. Ibadah qurban dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Qurban berasal dari bahasa Arab Udh-hiyah yang artinya hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. " Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka." (QS. Al Hajj ayat 34-35) Pastikan kurban anda sesuai dengan syariah.Mari berkurban melalui BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan transfer melalui rekening: Bank NTB Syariah : 504.02.99999.279 BTN Syariah : 767.1000.900 a.n BAZNAS Provinsi NTB Konfirmasi kurban anda melalui: Whatsapp : 0818290893
BERITA17/05/2024 | HUMAS
YUK TUNAIKAN SEDEKAH TERBAIKMU DI HARI JUMAT
YUK TUNAIKAN SEDEKAH TERBAIKMU DI HARI JUMAT
YUK TUNAIKAN SEDEKAH TERBAIKMU DI HARI JUMATBersedekah sangat dianjurkan. Bahkan dalam suatu hadits sedekah itu diwajibkan. Banyak sekali keutamaan dari bersedekah, mulai urusan sedekah yang berdampak pada kebaikan kehidupan akhirat sampai dampaknya pada kehidupan keduniawiaan.“Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepda-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah Ayat 245 )Jangan ragu untuk bersedekah ya sahabat Baznas NTB.Yuk Tunaikan sedekah terbaik mu untuk saudara kita yg membutuhkan klik link di bawah:ntb.baznas.go.id#sedekah #baznas #baznasntb #jumatberkah
BERITA26/04/2024 | HUMAS
ZAKAT ANDA MEMBANTU SESAMA MUSLIM
ZAKAT ANDA MEMBANTU SESAMA MUSLIM
Tidak hanya tentang kesuksesan materil, kebahagiaan hidup juga tentang memperoleh kepuasan batin dengan tolong menolong antar sesama. Rasulullah SAW bersabda :"Tidaklah seorang Muslim membantu saudaranya, melainkan Allah akan membantu nya; dan tidaklah seorang Muslim menutup kebutuhan saudaranya, melainkan Allah akan menutup kebutuhannya pada hari kiamat." (HR. Muslim). Mari kita jadikan tolong menolong sebagai suatu kebiasaan, dari mari bersama-sama kita bangun hubungan antar sesama yang penuh dengan kebahagiaan dan penuh kasih sayang. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi usaha kita dalam membantu sesama Muslim. Aamiin Mari tunaikan kewajiban zakat untuk membantu yang lemah serta berharap mendapat keberkahan dengan cara transfer ke rekening:??Bank NTB : 504.02.77777.277BTN Syariah : 767.20.33331CIMB Niaga Syariah : 860.01.01322.00Bank Muamalat : 721.03.33333BSI : 703.46.06174a.n. BAZNAS Provinsi NTB ?? Kirimkan bukti transaksi Anda untuk mendapatkan Bukti Setor Zakat (BSZ) melalui Layanan BAZNAS NTB:?Whatsapp: wa.me/0818290893? Email: [email protected] ?#BerkahBerzakat?#BAZNAS #CintaZakatMenyejahterakanUmat?#zakat #zakatmaal #transferzakat
BERITA25/04/2024 | HUMAS
JUM'AT KEDUA BULAN SYAWAL SEMPURNAKAN DENGAN SEDEKAH
JUM'AT KEDUA BULAN SYAWAL SEMPURNAKAN DENGAN SEDEKAH
Keutamaan dan Keajaiban Sedekah Berikut ini keutamaan dan 5 keajaiban bersedekah yang dapat membuatmu bahagia: Pasti Diganti dan Di Balas Oleh Allah Ketika kita bersedekah pasti akan diganti dan dibalas oleh Allah Swt. Allah akan mengganti sedekah itu segera di dunia. Dan Allah akan memberikan balasan dan ganjaran di akhirat kelak. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39). Tidak mengurangi harta Rasulullah berjanji bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta dan Rasulullah tidak pernah ingkar janji. “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya” (HR. Muslim No. 2588). Menjadi obat bagi orang yang sakit Sedekah dapat mengobati orang yang sakit, sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut: “Obatilah orang sakit kalian dengan sedekah” (HR. Abu Daud dalam kitab Marasil Abi Daud No. 105.). Perlu dipahami secara utuh bahwa sakit adalah bagian dari takdir Allah. Kewajiban pertama saat sakit adalah sabar menerima takdir Allah. Pada saat yang sama melakukan ikhtiar untuk mencapai kesembuhan. Dan di antara ikhtiar itu adalah dengan sedekah. Menjadi Naungan di akhirat Sedekah akan menjadi naungan pada yaumul mahsyar kelak. Di saat semua orang kepanasan karena demikian dekatnya matahari hingga banyak yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, orang yang bersedekah akan mendapat naungan dari sedekahnya. Apalagi jika sedekahnya secara sembunyi-sembunyi. “Sesungguhnya naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya” (HR. Ahmad No. 18043. Hadis sahih). Sedekah Melipatgandakan Pahala Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan hari Jumat. Karena keajaiban sedekah di hari Jum’at adalah Allah akan melipat gandakan pahala sedekah. Nabi bersabda: “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan”. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239). Yuk..Sahabat Baznas NTB, Allah masih memberikan kita nikmat hidup jangan ditunda lagi untuk bersedekah transfer melalui : Bank NTB Syariah : 504.02.99999.279 BTN Syariah : 767.20.33331 a.n BAZNAS Provinsi NTB ??Hubungi layanan Muzaki BAZNAS PROV.NTB ?Whatsapp : 0818290893 https://baznas.go.id/infak
BERITA19/04/2024 | HUMAS
ZAKAT ONLINE BAZNAS NTB
ZAKAT ONLINE BAZNAS NTB
Sahabat BAZNAS NTB, di harta yang Allah titipkan kepada kita sesungghunya ada hak orang lain yang perlu di tunaikan??Allah berfirman : “Bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain (orang yang meminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta).” (QS. Adz-Dzaariyat : 19). ??Oleh karena itu, kita harus membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain, karena kita akan dimintai pertanggungjawaban atas hal tersebut.Mari tunaikan kewajiban zakat untuk membantu yang lemah serta berharap mendapat keberkahan dengan cara transfer ke rekening:??Bank NTB : 504.02.77777.277BTN Syariah : 767.20.33331CIMB Niaga Syariah : 860.01.01322.00Bank Muamalat : 721.03.33333BSI : 703.46.06174a.n. BAZNAS Provinsi NTB Kirimkan bukti transaksi Anda untuk mendapatkan Bukti Setor Zakat (BSZ) melalui Layanan BAZNAS NTB:? Whatsapp: wa.me/0818290893? Email: [email protected]? ?#BerkahBerzakat?#BAZNAS #CintaZakatMenyejahterakanUmat?#zakat #zakatmaal #transferzakat
BERITA05/02/2024 | HUMAS
Pendistribusian Zakat ke Pelosok Negeri Secara Merata Sebagai Pemenuhan Asas Keadilan
Pendistribusian Zakat ke Pelosok Negeri Secara Merata Sebagai Pemenuhan Asas Keadilan
“Sepenggal Surat dari Sang Pelaut: Distribusi Zakat Menyentuh Pelosok Negeri” Malam yang semakin dingin terus berusaha menusuk ke tulang, suara mesin perahu mengurangi kesunyian. Duduk di bibir pantai ditemani birunya laut yang mengandung kekayaan Nusantara. Menyaksikan gemerlap jutaan bintang yang memberi kabar tentang orang-orang yang sudah lama bahagia di alam yang berbeda. Aku yakin, diantara jutaan bintang di langit itu pasti ada satu milikiku. Suatu saat nanti aku bisa menggapainya dengan tekad kuat, perjuangan besar yang disertai doa. Aku merupakan satu dari puluhan kepala keluarga yang ada di Gili Maringkik, Lombok Timur. Selain Gili Maringkik, terdapat Gili Re dan Gili Beleq yang saling berdekatan, mernjadi pusat perhatian para turis untuk berkunjung hanya sekadar menjawab rasa penasaran mereka. Meski sekadar Gili namun dihuni oleh orang-orang yang memiliki keberanian dan keyakinan yang kuat bahwa meski jauh dari pusat perkotaan namun syarat akan kesyukuran memiliki ikatan kekeluargaan yang harmonis antar penduduk gili. Sebab, nenek moyang saya juga hidup sampai meninggal di pulau ini. Sehingga, itulah yang menjadi alasan kuat untuk bertahan meski dalam keterbatasan. Anak-anak kami juga sudah bisa bersekolah di Gili Maringkik. Ya, Gili Maringkik menjadi alah satu Gili yang memerdulikan pendidikan. Sebab, terdapat sekolah Satap (Satu atap) yang terdiri dari TK, SD dan SMP. Sayangnya, kalau anak-anak kami ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMA maka mereka mau tidak mau harus merantau ke kota. Selain sekolah Satap di Gili Maringkik tempat saya tinggal, Gili Beleq juga nampaknya sedang berupaya meningkatkan pendidikan. Uniknya, Gili Beleq dan Gili Re hanya memiliki satu sekolah Satap, yang didirikan di Gili Beleq. Bahkan banyak teman nelayan yang tinggal di Gili Re dan Gili Beleq menyekolahkan anaknya di sekolah yang bernama sekolah (Satap) SD dan SMP Jerowaru yang berlokasi di Gili Beleq. Jumlah siswa di sekolah Satap Gili Maringkik dengan Gili Beleq memang sedikit, sebab penduduk Gili Re, Gili Maringkik dan Gili Beleq bila digabungkan tidak lebih dari empat ratus kepala keluarga. Di tambah minat masyarakat terhadap pendidikan sangat kecil. Bersekolah dengan perjuangan dan pengorbanan. Sebab fasilitas yang minim membuat mereka banyak yang bercita-cita sebagai Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, tujuannya hanya untuk mencari uang supaya mampu hidup lebih baik. Namun, ada jua anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi, seringkali saya tanya ana-anak yang melanjutkan pendidikan di kota, mereka ingin menjadi seorang penguaha, pendidik bahkan pejabat. Tapi saya percaya mereka pasti mampu mewujudkannya jika sanggup bersabar jika suaktu-waktu mempertaruhkan nyawa untuk menaklukkan medan, menikmati fasilitas di ambang ketidaklayakkan. Aku terlahir dari keluarga ekonomi paling bawah, tidak jarang menghabiskan waktu untuk mencari nafkah dengan menjaring ikan. Menyerahkan hasil jual ikan untuk membeli beras. Tubuh kurus ini sering kali ingin istirahat, sebab tidak sedikit penderitaan yang terasa. Sampai saat ini kakiku selalu bengkak dan berdarah karena tergores karang yang tajam selama berenang menyusuri medan. Akan tetapi kutepis sakit itu. Mengorbankan sepotong penderitaan demi melukis senyum di wajah manis keluarga kecilku. Sering kali anak saya meminta uang untuk sekadar bisa menyebrang menuju ke Tanjung Luar, Tanjung Luar merupakan desa yang dimanfaatkan untuk berbelaja karena bagian terluar dari kota di Lombok Timur. Untuk bisa sampai ke sana, istri dan anak saya harus menunggu waktu subuh dan menyediakan uang lima belas ribu untuk sekali bolak balik. Terkadang mereka harus menahan tangis di saat aku tidak memenuhi permintaan mereka bahkan sering menyalahkan diri. “Pak, ada kebutuhan sekolah yang harus dibeli namun tidak ada di Gili Maringkik, apakah ada uang untuk nyeberang dan membeli buku, Pak?” Tanya anakku sedikit malu dari dalam kamar dengan suara pelan. “Maafkan Bapak, Nak. Serupiah pun bapak tidak punya uang, kamu istirahat saja.kamu sabar dulu, ya.” Jawabku pelan, di depan pintu kamar meski tetap kudengar suarana merengek. Tidak hanya itu, kadang kami mendengar curhatan para nelayan yang ada di Gili Re tentang bagaimana mereka bisa bertahan hidup dan ceita perjalanan anak mereka bisa sampai ke sekolah jika tidak ada uang ongkos membayar perahu yang mengantar mereka ke Gili Beleq seebelum terealisasikanya jembatan antar Gili re dengan Gili beleq. Aku teringat betul bagaimana anak-anak Gili Re ketika belum dibuatkan jembatan penghubung menuju ke Gili Beleq. Ketika mereka tidak memiliki uang untuk membayar ongkos perahu, mereka tidak sama sekaili mengerutkan dahi apalagi menangis tersendu-sendu. Mereka justru membuka seragam dan menggunakan baju bermain untuk menyeberangi lautan. Mereka mengangkat baju seragam yang diisi oleh tas sekolah. Kondisi anak-anak Gili Re yang menyebrang ke Gili Beleq melawan arus ombak yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa mereka membuatku semakin empati dengan keterbatasan akses pendidikan. Namun, semangat mereka belajar dan merubah nasib menjadi lebih baik dari kami orang tuanya tentu menjadi alasan besar mereka bertahan. biru laut berirama angin sepoi-sepoi mengingatkan aku tentang perjuangan mereka saat menyebrang, sembari memupuk pundak rekan saya yang bercerita. Kami sebagai orang tua akan sungguh-sungguh mencari nafkah untuk mereka. Namun, betapa aku sangat bersyukur tentang kabar baik itu, bahwa pemerintah telah membuat jembatan penghubung antara Gili Re dengan Gili Beleq. Kami sebagai orang tua tidak khawatir lagi mendengar dan menyaksikan perjuangan yang sangat menyayat hati kami sebagai orang tua. Tidak mustahil juga jika suatu saat selain Gili Beleq dan Gili Re yang dihubungkan dengan jembatan penghubung untuk memudahkan intraksi antar masyarakat Gili Beleq dengan gili Re. Saya juga berharap dengan penuh tawakal kepada-Nya bahwa suatu saat Gili Maringkik akan dilirik oleh pemerintah untuk mengetahui bagaimana perjuangan kami. Di atas ranjang kayu yang sudah berlapuk. Kusibak jendela kamarku. Bintang gemintang telah pergi, sebentar lagi fajar menyingsing. Aku segera beranjak dari tempat tidur. Bersiap-siap menyisir rambut keritingku, kemudian mengompres kakiku yang bengkak. Sedikit usaha supaya tidak terlalu perih saat bertemu asinnya air laut. Sekitar pukul enam pagi beranjak dari rumah. Matahari belum siap menemani. Berjalan sekitar lima menit hingga sampai ke bibir laut. Kemudian, menanggalkan sepatu dan seragam. Kemudian memasukkannya ke dalam tas. Ketika kakiku menyentuh air laut, teramat perih. Ingin rasanya berteriak dan cepat-cepat membebaskan kakiku ke daratan. Maklum, terkadang saat menangkap ikan, kaki tersandung batu karang lautan. Namun lagi-lagi kutepis keinginan itu. Mengayunkan kedua kaki dan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang jaring. Aku harus cermat memilih jalur yang bersih dari tajamnya terumbu karang supaya telapak kaki yang memar tidak lecet dan berdarah. Aku pun harus pandai bersahabat dengan arus ombak yang sewaktu-waktu tanpa kabar bisa melenyapkanku. Semua itu tidak menyurutkan semangatku untuk sekolah. Bersyukur dan bersabar, dua kata itu seperti mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan. Bersabar ketika dihadapkan pada kenyataan harus berkorban atas penderitaan selama menempuh pendidikan. Bersabar menahan perih dan sakit teramat. Namun, Selalu bersyukur bisa melewati medan yang menantang maut. Tuhan selalu memberikan kelancaran hingga bisa sampai ke sekolah. Namun, Tuhan tidak henti-hentinya menguji kesabaranku. Tidak cukup sampai di sana angin pun ikut berkerja sama dengan ombak tersebut. Lagi-lagi Tuhan menguji batas kesabaranku. Aku terus bertahan dan menguatkan tubuh dari goncangan ombak. Mata ini selalu memandang Gili Maringkik sebagai tempat tinggal bersama keluarga kecilku. Ingin rasanya segera sampai dan lolos dari maut ini. Mencoba melawan arus dan memegang jaringku dengan kekuatan yang baik, agar tidak terbawa arus ombak. Sayang, harapan tidak sesuai kenyataan. Aku tidak bisa melawan, tubuhku lagi-lagi terbawa arus, aku terus mempertahankan keseimbangan tubuh. Hampir saja aku putus asa. Aku selalu menyemangati diri dengan mengatakan: “Kamu bisa! Demi keluarga” Setelah mengatakan kalimat itu. Aku, pun terus melawan arus tersebut dan terus membakar semangat. Akhirnya aku naik dengan membawa beberapa ikan hasil tangkapan. Terkadang, ketika di tengah laut, aku sedikit lengah, tubuhku lemas dan kepalaku pusing, sebab perutku belum terisi apapun sejak semalam. Karena kurang fokus, kakiku menginjak terumbu karang. Air laut yang tadinya jernih sekejab berubah menjadi merah, aku terkejut bukan main. Darahnya mengalir deras. Kuangkat kakiku, spontan melepaskan tas berisi seragam. Terbawa arus begitu saja. Kugenggam kakiku yang terus berdarah, luka yang dilukai, perih yang teramat perih. Bagaimana tidak? kakiku yang memar robek seukuran telapak kaki. Sakitnya gila! Kutahan dalam-dalam rasa sakit teramat. Kubalut luka yang menganga dengan kain yang mengapung di hadapanku. Tuhan tahu aku sedang menantang maut sehingga Tuhan mengirimkan kain itu. Syukurlah, ucapku. Sambil membalut, sambilku berteriak, “Bangkilah! Bangkitlah! Keluargamu ingin melihatmu menggapai mimpi besarmu.” Selangakah demi selangkah mengayunan kaki dan tangan, akhirnya sampai. Mengingat kejadian itu aku selalu sedih. Aku berharap setelah menempuh pendidikan SMP, anak-anak di Gili Maringkik dapat melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Namun, terkadang aku pesimis sebab pekerjaanku yang tidak mampu menanggung biaya anak sekolah. Jika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA, maka harus mencari sekolah di luar gili. Menyewa kos, menanggung biaya hidup dan membayar SPP. Rasanya aku tidak kuat membahas rincian biaya yang mengerikan itu. Belum lagi melihat kondisi perekonomianku yang mustahil memenuhi. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang belum maksimal, adalah kalimat dalam kamus hidupku yang tidak pernah pudar. Syukurlah di hari yang membahagiakan, ibarat sekelebat pelangi hadir setelah badai hujan datang. Ternyata pemerintah mulai melirik warga pelosok negeri di Gili Maringkik ini. Doa dan usahaku tidak sia-sia. Semua ini berkat keyakinan kita pada-Nya. Tanah gersang terasa lengang, Cuaca mendung meski tak kunjung hujan, banyak nelayan masih di tengah lautan, ibu-ibu girang menjemput anaknya yang baru pulang sekolah sembari mengintip lewat tembok sekolah yang berdekatan dengan kantor desa Gili Maringkik yang dikrumuni banyak orang. Maklum saja, setiap bangunan sangat berdekatan di Gili Maringkik karena luas Gili Maringkik yang tidak seluas kota sana. Beginilah kondisi saat masyarakat begitu berbinar dengan kedatangan petugas Amil Zakat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang nampaknya membawa kabar mengembirakan. Suara kambing yang saling saut menambah keramaian, kambing yang bebas beraktifitas di Gili Maringkik sudah biasa rasanya, sebab memang begitulah, sangat jarang adanya kandang kambing atau sapi. Masyarakat membebaskan mereka mencari makanan rerumputan, meski rumput beradu dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di pesisir pantai atau gang-gang kecil rumah warga. Belum lagi di tambah nama-nama gang yang sempat membuat petugas Baznas heran bahwa semua nama gang di gili Maringkik bernama jenis-jenis ikan yang sering ditangkap warga. Setiap pengalaman petama akan sangat berkesan dan sulit dilupakan, seperti kunjungan pertama ketua dan rombongan Badan Amil Zakat (Baznas) Lombok Timur ke Gili Maringkik. Aku benar-benar melihat kebahagiaan yang hadir di tanah Gili Maringkik ini. Aku rasa, kesedihan akan air bersih yang belum tentu tersedia untuk warga serta sayuran yang hanya bisa dimakan sekali seminggu atau perihnya kakiku nampaknya terbayarkan. Semua ini terlihat dari sapa warga yang begitu ramah dan mengungkapkan terima kasih atas kunjungan rombongan. Aku sempat menyaksikan beberapa patah kata yang disampaikan lirih oleh ketua Baznas sebagai bentuk pernyataan dan permakluman maksud dan tujuan kedatangannya, bahwa Bapak Ismul Basar selaku ketua Baznas Lombok Timur menyampaikan peyaluran bantuan yang diberikan berupa zakat infak dan sedekah (ZIS) konsumtif kepada warga yang berhak berdasarkan data yang masuk di Baznas. Senyum lama yang belum terukir beberapa lama ini kembali hadir setelah mendengar hal tersebut. Pak Ismul Basar menyampaikan “Pendistribusian bantuan ZIS tersebut baru kali pertama dilakukan ke Pulau Maringkik dengan menyasar mustahik yakni masyarakat yang tergolong parkir miskin.” Belum lama, ia menambahkan dengan sedikit penekanan pada kalimat selajutnya yang membuat aku merasa puas dengan upaya Baznas. “Zakat konsumtif yang disalurkan di Gili Maringkik tersebut diperuntukkan kepada 60 warga yang tergolong dalam kategori asnaf dan langsung diterima di kantor desa setempat.”Jelsa Ketua Baznas Lombok Timur tersebut. Mega merah tak terihat sebab langit masih betah dengan mendung yang berlapis, suasana yang indah dibuktikan dengan ketidakhadiran hujan. Aku coba membayangkan jika hujan tiba-tiba saja memamerkan derasnya, di mana lagi warga berteduh dengan jumlah warga yang hampir setengah dari penduduk Gili Maringkik. Aku semakin optimis kalau kedatangan Pak Ketua dengan rombongan Baznas merupakan komitmen untuk memberikan pemerataan pendistribusian zakat kepada semua masyarakat yang berhak menerima. Dugaanku memang tak pernah meleset, selalu tepat sasaran. Buktinya aku mendengar langsung dari pihak Baznas setelah belum lama berpikir macam itu. Bahkan ia menambahkan dengan yakin bahwa meski tempat tinggal warga jauh dari perkotaan, infak, zakat dan shodaqoh harus tetap didistribusikan kepada siapa saja yang berhak menerima sebab keadilan menjadi salah satu asas pengelolaan ZIS. Lebih membahagiakan lagi, selain untuk fakir miskin, pada hari itu Baznas juga memberikan bantuan kepada beberapa warga yang mengidap penyakit untuk biaya pengobatan. Ini menambah yakinku bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban umat islam yang telah memenuhi syarat zakat. Menunaikan zakat merupakan upaya menolong sesama. Maka tidak heran syariat islam sangat mengutamakan permasalahan zakat. Gen Z (Generasi Zakat) memang mengetahui bahwa zakat merupakan salah satu rukun islam namun sebagai Generasi Z juga membutuhkan edukasi implementasi zakat. Upaya yang telah dilakukan oleh para petugas zakat adalah edukasi yang mengondisikan serta menyesuaikan perkembangan zaman. Disampaikan dengan penuh jelas, kreatif dan humanis pada generasi Z. Selain menyampaikan dengan kreatif dan humanis dalam edukasi, generasi Z juga dapat menangani permasalahan terkait dengan zakat untuk dicarikan solusi. Bahkan, generasi Z juga dapat menyampaikan aspirasi untuk pembenahan atau perkembangan pengelolaan zakat. Aku sangat termotivasi dengan pengelolaan zakat yang tidak hanya sebagai bentuk takwa dan sebagai media menjalankan rukun iman namun sebagai upaya melukis senyum di hati orang-orang yang membutuhkan seperti saya. Tidak hanya motivasi untukku sebagai orang tua namun anak-anak yang sebagai Generasi Z Gili Re, Gili Beleq dan Gili Maringkik khususnya juga perlu peduli dengan implementasi zakat. Tentu dalam hal edukasi, generasi perlu mengombinasikan kecerdasan intelektual/nilai akademik (IQ), kecerdasan emosional/ kecerdasan merasa (EQ) dan kemampuan untuk mendengar nurani yang terdalam/kecerdasan spiritual (SQ). Tentu, kita semua mengharapkan zakat dapat diimplementasikan dengan baik dari para petugas zakat dan generasi Z yang mampu mengombinasikan IQ, EQ dan SQ akan berperan menggaungkan implementasi zakat. Mengapa ini penting? Sebab, generasi tidak sekadar tahu saja tentang apa itu zakat, namun harus dibarengi dengan keimanan atau spiritual untuk dapat mengimplementasikan ibadah zakat. Saya percaya para muzaki yang dengan ikhlas berbagi telah tentram atas doa para mustahik yang tak putus syukurnya diberikan sebagian rezeki. Dari pertemuan warga Gili Maringkik dengan Ketua dan rombongan Baznas Lombok Timur menambah giroh saya melayangkan mimpi untuk tetap semangat bekerja dengan harapan suatu saat nanti saya bisa menjadi seorang muzaki agar bersinergi melukis senyum para mustahik. Refrensi: https://corongrakyat.co.id/kunjungi-gili-maringkik-baznas-lotim-salurkan-zis/
BERITA04/02/2024 | Humas
INFAK ONLINE
INFAK ONLINE
INFAK ONLINE BAZNAS“Dan bersegeralah kamu kepada keampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang takwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan (hartanya) baik di waktu senang atau di waktu susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali Imran: 133-134).Mari tunaikan infak untuk raih keberkahan melalui BAZNAS NTB di link:?? ntb.baznas.go.idLayanan BAZNAS NTB:wa.me/0818290893#infak #online #infakonline
BERITA29/01/2024 | HUMAS
JANGAN LEWATKAN HARI JUMAT TANPA SEDEKAH
JANGAN LEWATKAN HARI JUMAT TANPA SEDEKAH
SEDEKAH JUM'AT"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang mulia)."(QS. Ar-Ra'd ayat 22)Yuk kita jadikan sedekah Jumat ini sebagai awal hari baikmu yang akan membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.Sekarang sedekah makin mudah melalui:ntb.baznas.go.id
BERITA26/01/2024 | HUMAS
Bersama TNI AL BAZNAS Kembali Kirimkan 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Bersama TNI AL BAZNAS Kembali Kirimkan 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) mengirimkan 60 ton bantuan kemanusiaan Palestina menggunakan kapal rumah sakit TNI KRI dr. Radjiman Wedyoningrat-992. Kerja sama pengiriman bantuan kemanusiaan Palestina sebanyak 60 ton yang difasilitasi kapal dari TNI AL dilakukan di Markas Komando Kolinlamil Jakarta, Kamis (18/1/2023). Turut hadir Menteri Pertahanan (Menhan) RI Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Prabowo Subianto, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. Menteri Pertahanan Prabowo mewakili pemerintah RI, menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo kepada seluruh Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan yang akan berangkat melaksanakan pelayaran Muhibah/Port Visit ke Mesir, khususnya di wilayah Gaza yang tengah mengalami musibah besar. “Kami sangat prihatin terhadap penderitaan besar yang dialami oleh rakyat Gaza akibat serangan yang di luar batas kemanusiaan dan tanpa memperhatikan hukum internasional,” ujarnya. “Saya menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada saudara-saudara. Saudara-saudara akan melewati kawasan laut yang berbahaya, dan meskipun kita bukan negara yang terlibat dalam perang, kita memiliki solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita di Palestina,” ungkap Menhan. Menhan Prabowo juga menekankan pentingnya kewaspadan dan solidaritas dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum menyampaikan, untuk kesekian kalinya BAZNAS mengirimkan amanah yang dititipkan oleh para donatur, munfik dan seluruh masyarakat Indonesia kepada BAZNAS melalui TNI AL. “Total bantuan yang BAZNAS kiriman sebanyak 60 ton, dari total 242 ton. Bantuan yang berasal dari masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI berupa makanan siap saji, selimut, pakaian, alat kesehatan, tenda lapangan dan lain sebagainya,” jelas Mo Mahdum. Mo Mahdum menjelaskan, BAZNAS sangat transparan dalam menyalurkan bantuan-bantuan ini ke Gaza. “Selain dengan TNI, kita juga bekerja sama dengan KBRI Kairo, bekerja sama dengan lembaga-lembaga terpercaya di Mesir yang bisa langsung berhubungan dengan masyarakat Palestina.” Menurut Mo Mahdum, BAZNAS juga berkomitmen akan menyalurkan bantuan untuk Palestina dalam tiga tahap yakni pada tahap tanggap darurat, tahap pemulihan, dan tahap rekonstruksi. "Insya Allah kita akan membangun kembali masjid, perumahan, RS Indonesia, sekolah dan lainnya bagi masyarakat Palestina." Berdasarkan info yang diterima dari Kemhan RI, pelayaran KRI dr. Radjiman nantinya akan menempuh rute Jakarta – Belawan – Al Arisi – Jeddah Batam dan kembali lagi ke Jakarta. Total waktu dari pelayaran ini hingga kembali ke tanah air ditargetkan akan mencapai waktu sekitar 52 hari perjalanan.
BERITA23/01/2024 | HUMAS
KABULKAN HAJAT DENGAN SEDEKAH JUMAT
KABULKAN HAJAT DENGAN SEDEKAH JUMAT
Kabulkan Hajat Dengan Sedekah Jum'atSahabat Baznas NTB, Betapa luar biasa resep yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW agar doa hajat kita cepat terkabul, harapan terwujud, dan segala kesulitan segera diberi kemudahan. ????????Rasulullah Bersabda :"Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi kesulitan orang lain." (HR. Ahmad)Jangan ragu untuk bersedekah ya sahabat Baznas NTB.Yuk Tunaikan sedekah terbaik mu untuk saudara kita yg membutuhkan klik link di bawah:ntb.baznas.go.id
BERITA19/01/2024 | HUMAS
HUT KE 23 BAZNAS TEMA NIKMATNYA BERZAKAT
HUT KE 23 BAZNAS TEMA NIKMATNYA BERZAKAT
Segenap Keluarga Besar Baznas Provinsi NTB mengucapkan selamat Hut Ke-23 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), 17 Januari 2024 Dengan Tema "Nikmatnya Berzakat : Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik" #BAZNAS #HUT23BAZNAS #Zakat #Sedekah #Mustahik #Muzaki #baznasntb
BERITA17/01/2024 | Humas
BAZNAS Respon Cepat Bencana Longsor di Subang
BAZNAS Respon Cepat Bencana Longsor di Subang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Subang sigap merespons kejadian tanah longsor yang melanda wilayah di Kabupaten Subang. Tanah longsor terjadi di Kampung Cipondok, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Minggu (7/1/2024). Longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, setidaknya 40 rumah warga terancam pergerakan tanah akibat kejadian tanah longsor di Desa Cipondok tersebut, dan sekitar 300 warga mengungsi di titik pengungsian Majlis Ta’lim Bantar. Merespon hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan, tim BTB yang diterjunkan langsung datang ke lokasi longsor yang berada di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kasomalang. "Tim BAZNAS Tanggap Bencana Kab. Subang segera bergerak untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak," ujar Saidah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/1/2024). Saidah menerangkan, upaya tersebut mencakup distribusi logistik untuk dapur umum di lokasi terdampak serta pendistribusian makanan siap saji kepada para penyintas. "Ini merupakan kewajiban kami untuk memberikan bantuan secepatnya kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana ini. Distribusi logistik dan makanan siap saji merupakan langkah awal kami dalam membantu meringankan beban mereka," ucap Saidah. Saidah menyatakan, dalam penanggulangan bencana ini, BAZNAS juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk lembaga-lembaga lokal dan relawan setempat, untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat mencapai sasaran dengan cepat dan efektif. "BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat memberikan sedikit kelegaan dan harapan bagi para korban," katanya.
BERITA16/01/2024 | HUMAS
BAZNAS RI Terjunkan Tim BTB Bantu Korban Banjir di Jambi dan Bandung
BAZNAS RI Terjunkan Tim BTB Bantu Korban Banjir di Jambi dan Bandung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu korban bencana banjir di dua wilayah di Jambi dan Bandung. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan menyatakan, tim yang diterjunkan segera melakukan assesment pada lokasi terdampak, lalu memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi para korban dan lokasi terdampak. "Banjir yang terjadi Kab. Kerinci dan Kota Sungai Penuh langsung direspons oleh tim gabungan BTB sejak Kamis (11/1). Tim gabungan terdiri dari BTB Pusat, BTB Provinsi Jambi, BTB Kab. Kerinci, dan BTB Kota Sungai Penuh," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (13/1/2024). Saidah mengungkapkan, tim BTB memberikan layanan kepada warga terdampak. Layanan yang diberikan antara lain mendistribusikan bahan makanan untuk dapur umum yang ada di Desa Koto Dian, Kec. Keliling Danau, Kab. Kerinci dan sebanyak 300 paket sembako di Kec. Kayu Aro, Kab. Kerinci, Jambi. "Di hari kedua respons bencana banjir, tim BTB kembali memberikan layanan berupa pembukaan pos dapur air di kantor Exs DPRD Desa Simpang Tiga, Kec. Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh," katanya. Dia mengimbuhkan, tim juga berhasil mendirikan pos dapur umum yang kedua, yaitu di Desa Lubuk Suli, Kec. Depari Tujuh, Kab. Kerinci, sekaligus mendistribusikan makanan siap saji ke wilayah tersebut. "Tim berhasil mendistribusikan logistik sembako di wilayah Kec. Danau Kerinci dan Kec. Danau Kerinci Barat, Kab. Kerinci sebanyak 191 paket. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar," ucapnya. Selain menerjunkan tim ke wilayah banjir di sejumlah lokasi di Provinsi Jambi, lanjut Saidah, BAZNAS juga mengirim personel aksi resik BAZNAS untuk membantu korban banjir di Kota Bandung. "Kita juga mengirim personel untuk aksi resik dampak banjir bandang yang melanda Kota Bandung pada Jumat (12/1/2024). Banjir yang terjadi tersebut mengakibatkan puluhan rumah terdampak akibat diterjang air dengan material yang dibawanya," katanya. Saidah mengungkapkan, tim BTB Kota Bandung turun ke lokasi memberikan layanan dengan aksi resik rumah-rumah warga yang terdampak bersama potensi/lembaga yang lain. "Adapun kegiatan aksi resik BAZNAS membantu membersihkan rumah-rumah warga dilakukan di sekitar wilayah Jl. Braga, Gg. Apansi, RW. 08, Kota Bandung, Jawa Barat," tambah Saidah.
BERITA16/01/2024 | HUMAS
Kerja Sama dengan Lembaga Lokal Warga Palestina Terima Bantuan Matras dari BAZNAS RI
Kerja Sama dengan Lembaga Lokal Warga Palestina Terima Bantuan Matras dari BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga lokal Palestina, Women Center Althouri Silwan sukses menyalurkan bantuan berupa 300 matras (alas tidur) untuk warga Gaza di kamp pengungsi Palestina di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan. Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad menyampaikan, paket bantuan berupa 300 matras tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS RI dalam membantu warga Palestina yang menderita akibat agresi Israel. "Alhamdulillah, bantuan BAZNAS RI berupa 300 matras atau alas tidur berhasil disalurkan ke warga Gaza. Keberhasilan ini dapat dicapai melalui kerja sama yang erat dengan lembaga lokal di kawasan tersebut," ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/1/2024). Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dilakukan BAZNAS dengan Women Center Althouri Silwan bertujuan untuk mempermudah penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina. Dengan demikian, lanjutnya, bantuan tersebut bisa segera dimanfaatkan warga di sana. Kiai Noor mengimbuhkan, proses penyaluran bantuan ini masih terus berlangsung, dan bantuan selanjutnya yang akan didistribusikan berupa paket kesehatan dengan total bantuan mencapai USD60 ribu (setara Rp931 juta). "Pada tahap pertama, BAZNAS RI berhasil mendistribusikan air bersih, paket makanan dan selimut. Tahap kedua, bantuan dari para donatur melalui BAZNAS RI dalam bentuk 400 paket makanan pokok dan 610 makanan siap saji juga berhasil disalurkan," ungkapnya. Kiai Noor juga menandaskan, BAZNAS RI memastikan penyaluran infak kemanusiaan dari masyarakat Indonesia kepada ralyat Palestina ini dilakukan dengan menerapkan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI). "Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan misi BAZNAS RI untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS," tambahnya. Kiai Noor berharap, bantuan berupa matras atau alas tidur yang disalurkan dapat berdampak baik bagi masyarakat Palestina, terutama bagi anak-anak, wanita, dan lansia. "Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan lembaga lokal di Gaza untuk menyampaikan bantuan ini. Semoga matras yang kami sampaikan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan harapan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi," harapnya.
BERITA16/01/2024 | HUMAS
BAZNAS LOTIM SALURKAN INFAK KEMANUSIAAN KE BAZNAS RI
BAZNAS LOTIM SALURKAN INFAK KEMANUSIAAN KE BAZNAS RI
Bantu Palestina, Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Salurkan Infak Rp1 Miliar melalui BAZNAS RI Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran infak kemanusiaan Palestina dari Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp1.026.000.000. Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (15/1/2023). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. Hasni MAK, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Ketua BAZNAS Lombok Timur Ismul Basar, SP. Secara daring, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengucapkan, terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur yang telah menyerahkan infaknya melalui BAZNAS RI, sebagai betuk komitmen untuk mendukung masyarakat Palestina. "Kami ucapkan terima kasih, kami akan menyampaikan komitmen dari masyarakat Kabupaten Lombok dan menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar ini bagi masyarakat Palestina," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. Dalam waktu dekat, kata Kiai Noor, tim BAZNAS akan kembali ke Mesir untuk melanjutkan penyaluran bantuan yang bekerja sama dengan lembaga filantropi Mesir yaitu Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, Egyptian Red Crescent Society (ERCS), bahkan BAZNAS juga akan bekerja sama dengan Hayatun Karimah sebuah lembaga kemanusiaan yang diinisiasi oleh Presiden Mesir. "Dengan kerja sama ini, penyaluran bantuan kita kepada saudara-saudara kita di Palestina akan lebih mudah. Karena sekarang ini satu-satunya pintu yang dibuka hanya melalui Pintu Rafah, Mesir. Hingga saat ini alhamdulillah bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina masih mengalir," jelasnya. Menurut Kiai Noor, BAZNAS berkomitmen akan menyalurkan bantuan untuk Palestina dalam tiga tahap yakni pada tahap tanggap darurat, tahap pemulihan, dan tahap rekonstruksi. "Insya Allah kita akan membangun kembali masjid, perumahan, RS Indonesia, sekolah dan lainnya bagi masyarakat Palestina." Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. Hasni MAK., menyampaikan bantuan yang terkumpul berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, dan dari seluruh masyarakat Lombok Timur. "Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini berada dalam situasi yang sulit. Izinkan juga kami menyampaikan salam bagi masyarakat Palestina. Kami, masyarakat Lombok Timur berkomitmen untuk terus mendukung dan mendoakan kemerdekaan masyarakat Palestina," ujar Hasni. Hasni juga menyampaikan, bantuan yang disalurkan merupakan tahap awal, dan penggalangan dana masih terus berlangsung untuk membantu masyarakat Palestina.
BERITA16/01/2024 | HUMAS
MUI dan Mitra Laporan Bantuan Palestina Transparan Publik makin percaya BAZNAS
MUI dan Mitra Laporan Bantuan Palestina Transparan Publik makin percaya BAZNAS
MUI dan Mitra: Laporan Bantuan Palestina Transparan, Publik Makin Percaya ke BAZNAS* Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya untuk menyalurkan bantuan secara transparan dan efisien kepada masyarakat Palestina. Langkah ini telah meningkatkan kepercayaan mitra serta masyarakat dalam mendukung program kemanusiaan ini. Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A dalam sambutannnya di acara Laporan Bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (10/01) sangat mengapresiasi upaya BAZNAS dengan mitra dalam membantu rakyat Palestina. Menurut Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, segala upaya yang telah dilakukan BAZNAS RI bersama mitra dalam membantu masyarakat Palestina merupakan tonggak sejarah penting bagi masyarakat Indonesia. "Saya benar-benar menyaksikan program kemanusiaan yang dirintis melalui upaya-upaya diplomatis kemanusiaan BAZNAS bersama pemerintah Mesir, Pemerintah Indonesia merupakan terobosan sejarah yang sungguh sangat penting," kata Prof. Sudarnoto. Prof. Sudarnoto menambahkan, MUI berkomitmen akan terus membersamai BAZNAS dalam mengembangkan program-program kemanusiaan khususnya membantu rakyat Palestina. "Masih banyak yang bisa dilakukan bersama-sama, sinergi bersama dan membuka lembaran baru bahwa Indonesia mencetak sejarah baru program kemanusian tingkat Global. Insya Allah MUI akan selalu membersamai BAZNAS RI," ujarnya. Senada dengan Prof Sudarnoto, Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan Kemanusiaan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Ustad Suhartono mengapresiasi BAZNAS yang telah memberikan kesempatan kepada JSIT untuk berpastisipasi dalam membantu masyarakat Palestina. "Kami telah mempercayakan donasi dari siswa-siswa kami, mulai dari PAUD, anak-anak yang berusia 4 tahun, 5 tahun, mengumpulkan receh dari seribu hingga lima ribu, bahkan menitipkan titipan ayah bundanya kepada kepala sekolah. Lalu kami menitipkan kepada BAZNAS titipan anak-anak kami untuk rakyat Palestina," tutur Ustad Suhartono. Menurut Ustad Suhartono, dengan adanya program kemanusiaan yang dicanangkan oleh BAZNAS RI, siswa-siswi memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam upaya untuk membantu meringankan beban yang dirasakan warga Palestina saat ini. "Kami juga berterima kasih kepada BAZNAS karena anak-anak kami diberikan kesempatan untuk berbuat legacy kemanusiaan. Mereka tidak akan bisa kesana untuk saat ini, tapi mereka bisa menyalurkan lewat uang yang mereka sisihkan dari uang jajan yang diamanahkan oleh orang tua mereka," katanya. Ustad Suharsono menambahkan, JSIT berkomitmen akan terus membantu menyukseskan program kemanusiaan yang dicanangkan oleh BAZNAS. "Kami tidak akan berhenti memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Kami akan terus membersamai bantuan kemanusiaan BAZNAS RI," tutupnya. Muhammad Ihsan S.Pd, MSi, Direktur Project Strategist Daarut Tauhid Peduli juga turut mengapresiasi BAZNAS atas upaya yang telah dilakukan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina. Menurut Muhammad Ihsan S.Pd, MSi, kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS RI tidak hanya karena BAZNAS dinilai mampu menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung kepada rakyat Palestina, melainkan BAZNAS juga mampu menyuarakan kepedulian warga Indonesia untuk Palestina di kancah Internasional. "Kami percaya BAZNAS selain mampu menyalurkan langsung bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, BAZNAS juga mampu menyuarakan di forum-forum Internasional bahwa masyarakat Indonesia terus membersamai warga Palestina dan terus mengupayakan kemerdekaan Palestina," tandasnya. Hingga saat ini total dukungan masyarakat Indonesia lewat BAZNAS untuk membantu rakyat Palestina mencapai Rp.187,9 Miliar. Penerimaan ini merupakan bentuk nyata dukungan masyarakat Indonesia serta kolaborasi dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban yang dirasakan rakyat Palestina. BAZNAS berharap bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak akan menjadi contoh bagi organisasi-organisasi kemanusiaan lainnya untuk meningkatkan transparansi dalam penyaluran bantuan dan memperkuat kepercayaan masyarakat dalam membantu mereka yang membutuhkan, terutama di tengah situasi yang sulit seperti krisis kemanusiaan di Palestina.
BERITA11/01/2024 | Humas
Jurnalisme Filantropi Berdampak Positif Bagi Pengelolaan zakat
Jurnalisme Filantropi Berdampak Positif Bagi Pengelolaan zakat
*Pimpinan BAZNAS RI: Jurnalisme Filantropi Berdampak Positif Bagi Pengelolaan zakat* Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM memaparkan, secara interaktif yakni berdasarkan sejarah bahwa jurnalisme filantropi dapat menginspirasi dan memotivasi serta berdampak positif dalam pengelolaan zakat. Hal tersebut mengemuka dalam acara sharing knowledge and experience yang diselenggarakan BAZNAS RI secara daring, Selasa (2/1/2024), dengan tema "Jurnalisme Filantropi Sebagai Jembatan Fundrising Zakat". Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, Ph.D. "Jembatan untuk menggerakkan orang itu melalui pengolahan informasi dan penyampaian informasi atau bahasa lainnya itu jurnalistik/jurnalisme, tetapi bukan hanya yang biasa namun ini jurnalisme filantropi yang mempunyai misi mempengaruhi, menggerakkan orang-orang untuk sama-sama berjuang," ujar Rizaludin. Menurutnya, jurnalisme filantropi berfokus pada melaporkan dan menyebarkan informasi seputar kegiatan-kegiatan filantropi, baik yang dilakukan oleh individu, yayasan, atau organisasi nirlaba lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu sosial dan mempromosikan kebaikan dan perubahan positif dalam masyarakat. "Melalui jurnalisme filantropi, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu sosial yang perlu diperhatikan dan solusi alternatif yang dapat diadopsi. Ini juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi individu lain yang berpotensi ingin terlibat dalam filantropi," jelasnya. Rizaludin menambahkan, jurnalisme filantropi dapat berperan sebagai alat yang kuat untuk menggerakkan perubahan sosial positif dan memobilisasi dukungan untuk tujuan amal. "Ini dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi pembaca yang ingin terlibat dalam filantropi atau ingin lebih memahami isu-isu sosial yang mendesak," ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan terkait konsep jurnalisme filantropi, model kerja jurnalisme filantropi, dan model bisnis jurnalistik filantropi. Tidak hanya itu, Rizaludin juga menjelaskan terkait interkoneksi jurnalisme filantropi, serta perbedaan jurnalisme air mata, dan profetik. Jurnalisme filantropi bagi Baznas adalah upaya menceritakan fenomena kebaikan para muzaki dan perjuangan mustahik untuk membangun tatanan hidup yang lebih baik, harmoni, saling menopang dan berkeadilan dalam mewujudkan syariat zakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh amilin dan amilat BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, LAZ se Indonesia juga masyarakat umum, dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV.O
BERITA03/01/2024 | Humas
CARA MENUNAIKAN KEWAJIBAN FIDYAH
CARA MENUNAIKAN KEWAJIBAN FIDYAH
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al Baqarah: 184) 1. Deskripsi Fidyah Puasa Fidyah secara bahasa diambil dari kata “fadaa” artinya mengganti atau menebus. Menurut istilah syariat adalah denda yang wajib ditunaikan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan. Syekh Ahmad bin Muhammad Abu al-Hasan al-Mahamili mengklasifikasi fidyah menjadi tiga bagian. Pertama, fidyah senilai satu mud. Kedua, fidyah senilai dua mud. Ketiga, fidyah dengan menyembelih dam (binatang) (Syekh Ahmad bin Muhammad Abu al-Hasan al-Mahamili, al-Lubab, hal. 186). 2. Kriteria Orang yang wajib membayar fidyah Adapun ketentuan tentang siapa saja yang boleh tidak berpuasa. Hal ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 184. ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 184) Berikut Kriteria orang yang wajib membayar fidyah: 1. Wanita hamil yang takut membahayakan bayinya jika puasa 2. Wanita menyusui yang takut membahayakan bayinya jika puasa 3. Orang yang sudah tua dan tidak mampu untuk berpuasa 4. Orang yang memiliki penyakit akut dan sulit untuk disembuhkan Bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tersebut, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu. Namun, sebagai gantinya diwajibkan untuk membayar fidyah puasa. Fidyah puasa ini dikeluarkan sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. 3. Ketentuan Jumlah atau ukuran fidyah Puasa Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi'i, ukuran fidyah adalah satu mud (makanan pokok) untuk satu hari. Jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari maka ia harus membayar dengan 10 mud. 1 mud = 675 gram/mencukupi untuk makan sehari. “Boleh mengalokasikan beberapa mud dari fidyah kepada satu orang, sebab masing-masing hari adalah ibadah yang menyendiri, maka beberapa mud diposisikan seperti beberapa kafarat, berbeda dengan satu mud (untuk sehari), maka tidak boleh diberikan kepada dua orang, sebab setiap mud adalah fidyah yang sempurna. Allah telah mewajibkan alokasi fidyah kepada satu orang, sehingga tidak boleh kurang dari jumlah tersebut”. (Syekh Khothib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2, hal. 176). Cara bayar hutang puasa Ramadhan dengan Fidyah di BAZNAS NTB cukup mudah. Dengan membayar Rp 45.000 per hari , Sahabat sudah bisa memberi makan satu dhuafa. BAZNAS NTB akan membantu Sahabat menyalurkan fidyah puasa kepada saudara kita yang kurang mampu, anak yatim piatu, lansia terlantar, serta keluarga dhuafa. anak yatim piatu, lansia terlantar, serta keluarga dhuafa hingga ke pelosok Nusa Tenggara Barat.
BERITA31/12/2023 | HUMAS
Bersama Bayt Zakat Wa As Shadaqat Mesir BAZNAS Kirim Tiga Truk Bantuan untuk Palestina
Bersama Bayt Zakat Wa As Shadaqat Mesir BAZNAS Kirim Tiga Truk Bantuan untuk Palestina
*Bersama Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir, BAZNAS Kirim Tiga Truk Bantuan untuk Palestina* Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir mengirimkan tiga truk bantuan untuk masyarakat Palestina. Bantuan tersebut dikirim dari Kairo, Mesir pada Rabu (28/12/2023), dan saat ini truk bantuan tersebut sedang menuju Gaza, Palestina. "Alhamdulillah, pada tahap pertama ini BAZNAS bersama Bayt Zakat Wa As-Shadaqat telah mengirimkan tiga truk bantuan berupa kebutuhan darurat, makanan pokok, makanan isntan bagi masyarakat Palestina, dan ini masih akan terus berlanjut," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/12/2023). Kiai Noor menceritakan, bersamaan dengan truk BAZNAS, ada juga bantuan dari Indonesia yakni dari LAZISNU dan Lazis Assalam Fil`alamin, serta bantuan dari beberapa negara lain seperti Pakistan, India, Tajikistan, Usbekistan, dan Irak. Sehingga seluruh bantuan yang dikirim dari gudang Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir terdapat 20 truk bantuan. Menurut Kiai Noor, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat merupakan lembaga zakat terpercaya di Mesir, juga merupakan lembaga di bawah naungan Grand Syekh Al Azhar, sehingga BAZNAS tidak ragu untuk bekerja sama dalam mempermudah penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina ini. "Kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk mendukung saudara-saudara kita di Palestina. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat Palestina," ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri atas BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, LAZ, UPZ, Majelis Ulama Indonesia, organisasi masyarakat, Komunitas, mitra perusahaan, mitra platform digital, lembaga kemanusiaan, organisasi profesi, kampus, sekolah, dan komunitas lainnya, yang telah mempercayakan infaknya melalui BAZNAS RI. "Langkah ini menjadi salah satu bukti nyata dari kebaikan hati masyarakat Indonesia dan kesungguhan BAZNAS dalam membawa bantuan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan. Semoga upaya ini membawa berkah dan harapan bagi saudara-saudara kita di sana," tambahnya. Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir adalah lembaga zakat resmi negara yang terpercaya, dan merupakan lembaga di bawah naungan Grand Syekh Al Azhar. Bayt Zakat Wa As-Shadaqat juga termasuk salah satu lembaga filantropi yang memiliki banyak akses internasional.
BERITA29/12/2023 | Humas
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023, BAZNAS RI Raih Predikat Badan Publik Informatif
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023, BAZNAS RI Raih Predikat Badan Publik Informatif
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023, BAZNAS RI Raih Predikat Badan Publik Informatif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2023 dengan predikat "Informatif". Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menyerahkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Publik (KIP) 2023 kepada 139 badan publik berpredikat informatif, di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (19/12/2023). Penghargaan tersebut diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani. Status Lembaga Non Struktural (LNS) “Informatif” menjadi pencapaian terbaik BAZNAS setelah sebelumnya di LNS mendapat predikat “menuju informatif”. Pada 2023 ini BAZNAS berhasil mendapat nilai 94.21, peringkat keempat di kategori Lembaga Non Struktural. "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) yang telah memberikan predikat informatif kepada BAZNAS. Penghargaan ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam upaya untuk terus membangun kepercayaan publik," ujar Nur Chamdani. Nur Chamdani mengatakan, PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) BAZNAS tahun ini dapat meningkatkan kinerjanya dengan baik. Berdasarkan Monev (Monitoring dan Evaluasi) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2023, BAZNAS mendapat penilaian kategori Informatif dengan nilai 94.21, dan berada di posisi peringkat keempat di kategori LNS. Dia mengatakan, PPID BAZNAS terus berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan bagi pelaksanaan Monev di tahun berikutnya. Pada tahun 2023 ini lanjut Nur Chamdani, upaya tersebut menampakkan hasil yang baik, dengan terus meningkatkan kesadaran dan penguatan kinerja sehingga mampu mendorong awareness seluruh stake holder di lingkungan BAZNAS atas pentingnya keterbukaan informasi publik. "Penghargaan ini dijadikan sebagai motivasi bagi BAZNAS untuk terus konsisten dan selalu meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik," ujar Nur Chamdani. BAZNAS telah ambil bagian dalam monev KIP ini sejak pertama pelaksanaan Monev KIP digelar yakni pada 2020, hingga pada 2023 berhasil mendapat predikat Badan Publik Informatif.
BERITA27/12/2023 | HUMAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat