
Berita Terkini
Hadiri Rakornas 2026, BAZNAS NTB Siap Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA — Jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta. 13 - 15 Oktober 2026.
Rakornas BAZNAS 2026 resmi dibuka oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani. Forum strategis tingkat nasional ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara, di antaranya Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Dalam Negeri, pejabat Bappenas, Ketua Kadin Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan nasional lainnya.
Mengusung tema "Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak Tahun 2026", Rakornas tahun ini berfokus pada penguatan tata kelola zakat nasional, perluasan dampak penyaluran dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), serta harmonisasi program pengelolaan zakat dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB menyambut baik gelaran forum nasional ini dan menegaskan komitmen BAZNAS NTB dalam menyelaraskan program-program pengelolaan zakat daerah dengan visi nasional serta program pembangunan prioritas di Provinsi NTB.
"Kehadiran pimpinan BAZNAS Provinsi NTB di Rakornas BAZNAS 2026 ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat konsolidasi dan menyelaraskan langkah strategis zakat nasional. Sesuai dengan tema tahun ini, 'Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita', kami di NTB berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kemandirian ekonomi umat.". Jelas Ketua BAZNAS Provinsi NTB Dr Lalu Muhammad Iqbal Murad di Jakarta, 13/6.
" Dukungan dan arahan dari Ketua MPR RI serta pimpinan lembaga tinggi negara seperti Menko Yusril, Bappenas, Kadin, dan para menteri menjadi dorongan moral bagi kami di daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga negara, dan BAZNAS adalah kunci agar pengelolaan zakat di NTB semakin akuntabel, profesional, dan berdampak luas."
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas ini, BAZNAS Provinsi NTB menargetkan penyusunan peta jalan strategis pengelolaan ZIS untuk tahun 2026–2027 yang mencakup digitalisasi pengumpulan, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta peluncuran program-program pendayagunaan zakat produktif yang berkelanjutan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.
14/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Apresiasi Mushalla Portable BAZNAS NTB di MotoGP 2026, Prof. Babun Soeharto: Sangat Membantu dan Fasilitasnya Luar Biasa
MANDALIKA — Kehadiran fasilitas Mushalla Portable BAZNAS Provinsi NTB di area ajang balap internasional MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung dan tokoh masyarakat. Salah satu bentuk dukungan dan pujian datang dari akademisi serta tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. H. Babun Soeharto, SE., MM.
Di tengah padatnya ribuan penonton yang memadati kawasan sirkuit, keberadaan Mushalla Portable BAZNAS NTB hadir memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah shalat tepat waktu tanpa harus melupakan kewajiban di tengah gelaran acara berskala dunia tersebut.
Prof. Babun Soeharto menyampaikan kekagumannya atas inisiatif dan kesiapan BAZNAS Provinsi NTB dalam menyediakan sarana ibadah yang bersih, nyaman, dan mudah dijangkau di titik-titik krusial penonton.
"Saya sangat bersyukur dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi NTB. Kehadiran Mushalla Portable ini sangat inovatif dan betul-betul menjadi solusi bagi para pengunjung MotoGP. Di tengah suasana event yang luar biasa ramai, kita tetap dapat menunaikan ibadah shalat dengan nyaman, bersih, dan khusyuk. " jelas Prof Babun.
Langkah BAZNAS NTB menghadirkan fasilitas ini menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah benar-benar dikelola secara inklusif dan memberikan kemanfaatan nyata di ruang-ruang publik.
Wakil Ketua 2 BAZNAS Prov NTB H Zulkipli yang menemani para penonton sholat di Mushalla BAZNAS menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung keberadaan Mushalla BAZNAS di area B Sirkuit Mandaliika. "Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada seluruh Muzakki BAZNAS NTB yang telah menyalurkan zakat dan infaknya. Berkat kepedulian para muzakki, program-program yang menebar kebaikan dan kemudahan seperti ini dapat terwujud dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas." jelas H Zulkipli.
Mushalla Portable BAZNAS NTB dilengkapi dengan tempat wudhu yang memadai, alas shalat yang bersih, sarana perlengkapan shalat (sarung, mukena, sajadah), serta petugas yang bersiap menjaga kebersihan dan ketertiban lokasi secara berkala selama berlangsungnya event MotoGP.
Kehadiran layanan ini merupakan komitmen BAZNAS Provinsi NTB dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana ZIS untuk pelayanan keagamaan dan kemanusiaan, sekaligus memperlihatkan wajah Islam yang ramah, ramah pengunjung, dan peduli kenyamanan ibadah di setiap momentum kegiatan besar di Nusa Tenggara Barat.
13/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS NTB Sediakan Fasilitas Mushalla Terpadu di Kawasan Sirkuit Mandalika
LOMBOK TENGAH — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan fasilitas sarana ibadah (mushalla) bagi para pengunjung dan petugas di kawasan Sirkuit Internasional Mandalika. Penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk mempermudah akses ibadah salat bagi masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung di area sirkuit.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA., menyatakan bahwa pengadaan tempat ibadah di kawasan strategis merupakan bagian dari komitmen pelayanan keagamaan BAZNAS untuk publik.
"Kami memastikan para pengunjung, petugas, maupun masyarakat yang hadir di arena Sirkuit Mandalika dapat menjalankan kewajiban ibadah salat dengan mudah. Fasilitas ini telah kami lengkapi dengan tempat wudu yang layak serta perlengkapan ibadah yang bersih," jelas Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad dalam keterangannya di Mataram, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, fasilitas mushalla dari BAZNAS NTB tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para pengunjung sirkuit. Lokasinya dirancang agar mudah dijangkau dari berbagai titik area penonton.
Salah satu pengunjung, Abdul Musawwir, menilai fasilitas ibadah yang disediakan sangat representatif dan memenuhi standar kebersihan.
"Keberadaan mushalla ini sangat membantu pengunjung. Ketika masuk waktu salat, kami tidak perlu berjalan jauh untuk mencari tempat ibadah yang layak. Fasilitas air wudunya lancar, dan sarana salatnya bersih serta rapi. Kami berterima kasih kepada BAZNAS NTB yang tanggap terhadap kebutuhan pengunjung," kata Abdul.
Penyediaan mushalla di Sirkuit Mandalika ini merupakan salah satu langkah berkelanjutan BAZNAS Provinsi NTB dalam memastikan tersedianya fasilitas keagamaan yang inklusif pada setiap agenda berskala nasional maupun internasional di wilayah NTB.
09/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Agenda Pimpinan

BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
Tamiang Aceh, Rabu, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tamiang Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) NTB, H. Zulkipli.
Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS NTB terhadap saudara-saudara di Tamiang Aceh yang terdampak banjir, meliputi kebutuhan dasar bagi para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan pascabencana.
Komandan BTB NTB, H. Zulkipli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki BAZNAS NTB yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
“BAZNAS NTB hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Bantuan ini adalah titipan dari para muzakki BAZNAS NTB yang dengan tulus berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, saya berkeliling untuk mengantarkan paket bantuannya ke beberapa titik terdampak” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mewakili masyarakat terdampak banjir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS NTB dan seluruh muzakki yang telah membantu mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki BAZNAS NTB dan seluruh pihak yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir,” ungkapnya haru.
Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia, sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemanusiaan.
17-12-2025 | HUMAS

REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
Mataram, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menguatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat melalui kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tingkat UPZ se-Pulau Lombok, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, di Aula Kantor BAZNAS NTB.
Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS NTB, para pengelola unit UPZ dari berbagai instansi OPD dan Perusahaan tingkat Provinsi . Melalui rekonsiliasi ini, seluruh data penghimpunan ZIS dari masing-masing UPZ dicocokkan, diverifikasi, dan diselaraskan untuk memastikan keakuratan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi penting dalam menjaga amanah muzaki.
“Rekonsiliasi ini adalah ruh dari tata kelola zakat yang transparan. Setiap data yang kita cocokkan hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah dan kepada para muzaki yang menitipkan amanahnya melalui kita,” ujar beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas para pengurus UPZ memiliki nilai ibadah yang besar.
“Apa yang bapak ibu lakukan ini adalah amal jariyah. Bapak ibu menjadi wasilah terkumpulnya zakat di instansi masing-masing, dan melalui tangan bapak ibu, banyak mustahik merasakan manfaatnya.”
Dr. Iqbal melanjutkan dengan pesan menyentuh terkait doa yang selalu disampaikan mustahik saat menerima bantuan:
“Setiap kami turun mendistribusikan zakat, kami selalu menitipkan doa untuk para muzaki. Mustahik mendoakan dengan tulus: ‘Semoga Allah melapangkan rezeki dan diberikan keberkahan harta-harta mereka, dilipatgandakan oleh allah SWT dan disukseskan karirnya dan dijaga keluarganya.’ Doa-doa inilah yang menjadi pahala mengalir bagi bapak ibu semua.”
Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap seluruh UPZ semakin memperkuat komitmen pelayanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS, dan menjaga amanah umat dengan sepenuh hati.
BAZNAS NTB berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat dan manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.
27-11-2025 | Humas Baznas NTB

BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS NASIONAL
Jakarta, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya BAZNAS tingkat provinsi yang mengikuti Pameran Inovasi IT yang digelar pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan posisi BAZNAS NTB sebagai lembaga pengelola zakat daerah yang paling progresif dalam pengembangan teknologi informasi.
Dalam pameran tersebut, BAZNAS NTB menampilkan BAZNAS NTB in Hand, sebuah platform integratif yang merangkum berbagai aplikasi unggulan untuk memperkuat transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas program-program BAZNAS NTB.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Zulkipli, SE., MM., hadir mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB untuk memperkenalkan langsung inovasi digital yang dibangun BAZNAS NTB selama beberapa tahun terakhir.
Rangkaian Aplikasi Inovatif yang Terintegrasi dalam BAZNAS NTB IN HAND
1. SIMPAN – Sistem Informasi Penghimpunan
Aplikasi ini menyajikan data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara real time, lengkap dengan: Target penghimpunan, Capaian realisasi, Perbandingan dengan periode sebelumnya, Grafik perkembangan, Fitur analisis lainnya.
SIMPAN membantu pengambilan keputusan strategis sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada publik.
2. SIGEDE MAHYANI – Sistem Informasi Geografis Data Elektronik Mahyani
Aplikasi geospasial yang menampilkan: Data penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani), Data penerima Gerobak Dagang ZKUP (Zakat Kelompok Usaha Produktif), Peta sebaran titik Mahyani dan ZKUP di seluruh kabupaten/kota di NTB.
SIGEDE MAHYANI menjadi sarana monitoring yang efektif bagi pelaksanaan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah.
3. SIDIK – Sistem Informasi Data Terintegrasi Mustahik
Sebuah sistem basis data mustahik berbasis geospasial yang menghimpun informasi para penerima manfaat secara detail dan terintegrasi. Melalui SIDIK, proses verifikasi, validasi, hingga evaluasi program menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
4. ZAKATIN – Aplikasi Layanan Zakat NTB
ZAKATIN merupakan aplikasi terbaru BAZNAS NTB yang segera hadir di PlayStore. Aplikasi ini mengadopsi konsep layanan digital seperti Cinta Zakat milik BAZNAS RI, memungkinkan masyarakat membayar zakat, infak, dan sedekah secara mudah, aman, dan terverifikasi.
Komitmen BAZNAS NTB terhadap Digitalisasi Pengelolaan Zakat Melalui partisipasi di Pameran Inovasi IT, BAZNAS NTB memperkuat komitmennya menghadirkan layanan zakat yang modern, inklusif, dan berbasis data digital. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu: meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jangkauan layanan, mempercepat penyaluran manfaat, serta memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di NTB.
“BAZNAS NTB bangga bisa mewakili daerah dalam pameran nasional ini. Inovasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan amanah umat dapat dikelola dengan lebih profesional dan transparan,” ujar H. Zulkipli.
Tentang Pameran Inovasi IT: Pameran ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai lembaga, institusi, dan pelaku inovasi teknologi dari seluruh Indonesia. Kehadiran BAZNAS NTB sebagai satu-satunya BAZNAS Provinsi memberikan warna baru dalam upaya digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.
26-11-2025 | Humas Baznas NTB
Berita Pendistribusian

BAZNAS NTB Salurkan Air Bersih untuk 856 Jiwa di Jerowaru Lombok Timur
LOMBOK TIMUR — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggencarkan respons tanggap darurat kekeringan melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Pada Rabu (21/10/2026), operasi pendistribusian air bersih kembali digelar dengan memfokuskan bantuan di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Penyaluran air bersih yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini menyasar dua titik utama, yakni Dusun Tanjah-anjah dan Dusun Pengoros, yang berada di wilayah Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru. Operasi lapangan ini berhasil menjangkau 250 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 856 jiwa penerima manfaat.
Tim personel BTB BAZNAS NTB yang bertugas—terdiri dari Ilham Mulhadi, L. Assyairozi Fahmi, dan Syahid Alkandias—bergerak mengawal pendistribusian didukung oleh satu unit armada truk tangki air bersih dari Bank NTB Syariah dan satu unit kendaraan operasional roda dua. Di bawah kondisi cuaca yang cerah, proses pengisian ke tempat-tempat penampungan air milik warga berjalan dengan tertib dan lancar.
Kehadiran bantuan air bersih ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar konsumsi harian dan sanitasi masyarakat setempat di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau.
Mari terus dukung langkah kemanusiaan BAZNAS Provinsi NTB. Setiap tetes kepedulian Anda adalah wujud nyata gotong royong membasuh dahaga saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda secara aman dan tepercaya melalui rekening resmi BAZNAS Provinsi NTB:
BCA: 0564330333
MANDIRI: 16100180090025
BANK MUAMALAT: 7210333333
CIMB NIAGA SYARIAH: 860010132200
BTN SYARIAH: 7672033331
BANK NTB SYARIAH (Infaq): 5040299999279
BANK NTB SYARIAH (Zakat): 5040277777277
21/10/2026 | Humas BAZNAS NTB

Terus Bergerak, Tim BAZNAS Tanggap Bencana NTB Salurkan Air Bersih di Batulayar
LOMBOK BARAT — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menanggulangi dampak kekeringan terus diwujudkan melalui aksi nyata. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), tim kembali turun mendistribusikan bantuan air bersih untuk menjangkau masyarakat terdampak.
Pada Senin (19/10/2026), operasi kemanusiaan ini menyasar wilayah Dusun Penanggak, Desa Persiapan, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan penyaluran dikawal langsung oleh dua personel lapangan BTB BAZNAS NTB, yakni L. Assyairozi Fahmi dan Humaidi.
Di bawah kondisi cuaca yang cerah, proses distribusi air bersih berjalan lancar dan kondusif tanpa kendala operasional. Dalam pelaksanaan kali ini, BAZNAS Provinsi NTB kembali memperkuat sinergi dengan Bank NTB Syariah yang mengerahkan satu unit armada truk tangki untuk memastikan pasokan air bersih tiba di lokasi sasaran.
Kehadiran bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Dusun Penanggak dalam memenuhi kebutuhan dasar konsumsi dan sanitasi sehari-hari.
Mari bersama-sama luaskan manfaat kebaikan ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terbaik Anda. Setiap tetes kepedulian Anda sangat berarti untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan di musim kemarau ini.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda secara mudah, aman, dan tepercaya melalui rekening resmi BAZNAS Provinsi NTB:
BCA: 0564330333
MANDIRI: 16100180090025
BANK MUAMALAT: 7210333333
CIMB NIAGA SYARIAH: 860010132200
BTN SYARIAH: 7672033331
BANK NTB SYARIAH (Infaq): 5040299999279
BANK NTB SYARIAH (Zakat): 5040277777277
19/10/2026 | Humas BAZNAS NTB

Terus Bergerak, BAZNAS NTB Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
LOMBOK BARAT — Upaya penanggulangan dampak kekeringan di Nusa Tenggara Barat terus digencarkan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kembali mendistribusikan bantuan air bersih, yang kali ini menyasar wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Pada Kamis (15/10/2026), tim lapangan BTB BAZNAS NTB menggelar operasi distribusi air bersih di Dusun Baru Banteng, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan. Kegiatan kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini dikawal langsung oleh tiga personel BTB NTB, yakni Ilham Mulhadi, L. Assyairozi Fahmi, dan L. Syah M. Dzhokhar Dudayev.
Dalam pelaksanaan di lapangan, BAZNAS NTB kembali bersinergi dengan Bank NTB Syariah yang mengerahkan satu unit armada truk tangki, didukung dengan satu unit sepeda motor operasional dari BAZNAS untuk memudahkan mobilitas tim dalam menjangkau titik-titik kumpul warga.
Penyaluran air bersih ini difokuskan pada dua titik utama di Dusun Baru Banteng. Berdasarkan data lapangan, sebanyak 5.000 liter air bersih telah terdistribusi secara merata.
Bantuan ini tercatat memberikan manfaat langsung bagi 200 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 856 jiwa penduduk setempat. Melalui distribusi ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap dapat membantu menopang kebutuhan dasar konsumsi dan sanitasi masyarakat yang terdampak krisis air bersih selama musim kemarau. Mari bersama-sama luaskan manfaat kebaikan ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terbaik Anda. Setiap tetes kepedulian Anda sangat berarti untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda secara mudah, aman, dan tepercaya melalui rekening resmi BAZNAS Provinsi NTB berikut:
BCA: 0564330333
MANDIRI: 16100180090025
BANK MUAMALAT: 7210333333
CIMB NIAGA SYARIAH: 860010132200
BTN SYARIAH: 7672033331
BANK NTB SYARIAH (Infaq): 5040299999279
BANK NTB SYARIAH: 5040277777277
15/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Artikel Terbaru
Catatan Rakornas BAZNAS 2026 : KONSOLIDASI ZAKAT INDONESIA YANG PRODUKTIF DAN BERDAMPAK: SINERGI BAZNAS NTB DAN DESA BERDAYA MENUJU NTB BEBAS KEMISKINAN EKSTREM
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2026 mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”. Tema ini bukan sekadar agenda konsolidasi kelembagaan, melainkan momentum untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama kemiskinan ekstrem.
Rakornas BAZNAS 2026 yang diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta menjadi ruang penting bagi seluruh jajaran BAZNAS di Indonesia untuk menyatukan visi, memperkuat tata kelola, dan memastikan pengelolaan zakat menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Arah ini sejalan dengan dorongan BAZNAS agar pengumpulan dan pendayagunaan zakat tidak berhenti pada capaian angka, tetapi semakin luas manfaatnya bagi kesejahteraan umat.
Bagi BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tema tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat dengan upaya mendukung program unggulan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yakni Desa Berdaya, khususnya dalam agenda pengentasan kemiskinan ekstrem berbasis by name by address (BNBA). Di sinilah konsolidasi zakat menemukan makna strategisnya: memastikan dana umat hadir secara tepat sasaran, menjawab kebutuhan riil, serta mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat.
Zakat Harus Menyentuh Orangnya, Bukan Sekadar Programnya
Salah satu tantangan terbesar dalam pengentasan kemiskinan adalah memastikan intervensi benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Program yang dirancang dengan baik sekalipun tidak akan menghasilkan dampak optimal apabila tidak didasarkan pada data yang akurat dan pemahaman mendalam mengenai kondisi penerima manfaat.
Karena itu, pendekatan BNBA menjadi sangat penting. Kemiskinan tidak cukup dipahami melalui angka statistik, jumlah desa, atau persentase penduduk miskin. Kemiskinan harus dilihat dari kondisi nyata setiap keluarga: bagaimana mereka memenuhi kebutuhan pangan, apakah memiliki rumah yang layak, bagaimana akses pendidikan dan kesehatan anak-anaknya, apa sumber penghasilannya, serta hambatan apa yang membuat mereka sulit meningkatkan kesejahteraan.
Pendekatan ini sejalan dengan arah Program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB, yang menempatkan pembangunan desa sebagai fondasi pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat. Program tersebut juga menekankan pendampingan keluarga, pengembangan mata pencaharian, perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, dan inklusi keuangan.
Bagi BAZNAS NTB, keselarasan tersebut membuka peluang besar untuk memperkuat sinergi. Zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang melengkapi intervensi pemerintah, sepanjang penyalurannya sesuai dengan ketentuan syariah, regulasi, serta kriteria penerima manfaat.
Dengan demikian, orientasi program tidak semata-mata menyalurkan bantuan, melainkan memastikan setiap bantuan memiliki alasan yang jelas, sasaran yang tepat, dan tujuan perubahan yang terukur.
Asesmen: Menentukan Bantuan Berdasarkan Kebutuhan dan Potensi
Keluarga miskin tidak dapat diperlakukan dengan pendekatan yang seragam. Ada keluarga yang membutuhkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar karena belum mampu bekerja. Ada yang memiliki keterampilan, tetapi tidak mempunyai peralatan. Ada yang telah menjalankan usaha kecil, tetapi terkendala modal kerja dan pemasaran. Ada pula keluarga yang memiliki lahan, tetapi tidak mempunyai kemampuan produksi yang memadai.
Oleh sebab itu, langkah awal yang perlu diperkuat dalam sinergi BAZNAS NTB dan Desa Berdaya adalah asesmen keluarga secara langsung.
Asesmen bukan sekadar kegiatan mendata atau memverifikasi alamat. Asesmen harus mampu menjawab empat pertanyaan mendasar: apa persoalan utama keluarga, potensi apa yang dimiliki, bantuan apa yang paling sesuai, dan pendampingan apa yang dibutuhkan agar keluarga mampu mandiri.
Dari proses tersebut, keluarga sasaran dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhan dan kapasitasnya.
Pertama, keluarga yang belum memiliki kemampuan ekonomi produktif dan masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Kelompok ini membutuhkan perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan mendesak, serta penguatan kapasitas secara bertahap sebelum diarahkan pada usaha produktif.
Kedua, keluarga yang memiliki keterampilan dan kemauan bekerja, tetapi terkendala alat atau modal. Mereka dapat diarahkan pada bantuan peralatan kerja, modal usaha produktif, pelatihan, dan pendampingan sesuai bidang yang dikuasai.
Ketiga, keluarga yang telah menjalankan usaha, tetapi belum berkembang. Kelompok ini memerlukan penguatan manajemen usaha, perbaikan kualitas produk, akses pasar, pencatatan keuangan, serta pengembangan jaringan pemasaran.
Keempat, keluarga yang memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, atau sumber daya ekonomi lokal. Mereka dapat dikembangkan melalui bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, penguatan kelompok usaha, dan kemitraan pemasaran.
Kelima, keluarga yang memiliki anggota usia produktif dengan potensi bekerja, tetapi belum memperoleh pekerjaan. Kelompok ini dapat diarahkan pada pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sertifikasi keterampilan, penempatan kerja, atau pengembangan usaha mandiri.
Pemetaan tersebut harus disertai verifikasi status mustahik dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Data BNBA menjadi dasar penentuan sasaran, sedangkan hasil asesmen menjadi dasar pemilihan intervensi. Keduanya saling melengkapi agar bantuan tidak hanya tepat orang, tetapi juga tepat bentuk dan tepat tujuan.
Dari Bantuan Konsumtif Menuju Pemberdayaan Produktif
Zakat memiliki dimensi sosial sekaligus ekonomi. Dalam situasi darurat, bantuan konsumtif sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup mustahik. Namun, bagi keluarga yang memiliki potensi untuk berkembang, dukungan tersebut perlu dihubungkan dengan proses pemberdayaan yang berkelanjutan.
BAZNAS NTB dapat memperkuat sejumlah model intervensi produktif yang terintegrasi dengan potensi desa dan hasil asesmen keluarga.
Pertama, usaha mikro keluarga. Keluarga yang memiliki pengalaman berdagang dapat difasilitasi dengan gerobak usaha, peralatan kerja, bahan baku awal, atau modal produktif sesuai kebutuhan dan ketentuan penyaluran zakat. Usaha yang dikembangkan harus mempertimbangkan lokasi, daya beli masyarakat, persaingan, serta peluang pasar agar bantuan tidak berakhir menjadi aset yang tidak dimanfaatkan.
Kedua, pertanian dan peternakan produktif. Keluarga yang memiliki lahan atau akses terhadap lahan dapat didampingi dalam budidaya tanaman pangan, hortikultura, peternakan skala rumah tangga, atau kegiatan pertanian lain yang sesuai dengan kondisi setempat. Intervensi perlu mencakup sarana produksi, pengetahuan teknis, pengendalian risiko, dan kepastian pasar.
Ketiga, pengolahan hasil pertanian dan perikanan. Desa yang memiliki potensi jagung, ikan, hasil kebun, atau komoditas lokal lainnya dapat mengembangkan usaha pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah. Pendekatan ini berpeluang menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal.
Keempat, pelatihan keterampilan dan akses kerja. Tidak semua keluarga miskin harus diarahkan menjadi pengusaha. Bagi mereka yang lebih sesuai bekerja sebagai tenaga terampil, program dapat difokuskan pada pelatihan yang relevan, seperti pertukangan, pengelasan, menjahit, tata boga, teknisi, atau keterampilan lain berdasarkan kebutuhan pasar. Keberhasilannya diukur dari kemampuan memperoleh pekerjaan dan peningkatan penghasilan.
Kelima, penguatan usaha kelompok dan rantai pemasaran. Mustahik dengan jenis usaha yang sama dapat difasilitasi untuk membangun kelompok produksi, melakukan pembelian bahan baku bersama, meningkatkan kualitas produk, serta mengakses pasar yang lebih luas. Kemitraan dengan koperasi, BUMDes, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan pihak swasta dapat memperkuat keberlanjutan usaha.
Semua intervensi tersebut tidak harus diberikan sekaligus kepada setiap keluarga. Pilihannya harus berdasarkan asesmen, kelayakan usaha, kapasitas penerima manfaat, dan peluang keberlanjutan. Untuk mustahik yang belum siap menjalankan usaha, penguatan kebutuhan dasar dan kapasitas keluarga harus menjadi prioritas.
Dengan pendekatan demikian, zakat produktif bukan sekadar bantuan modal, melainkan proses membangun kemampuan keluarga agar dapat mengelola sumber penghidupan secara mandiri.
Desa Berdaya sebagai Ruang Kolaborasi Zakat dan Pembangunan
Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga saja. Pemerintah memiliki kewenangan dan program pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta pengembangan ekonomi. BAZNAS memiliki mandat mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan umat sesuai ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan.
Keduanya dapat saling menguatkan melalui pembagian peran yang jelas.
Dalam kerangka Desa Berdaya, pemerintah daerah dan pemerintah desa dapat membantu menyediakan data sasaran, mengoordinasikan layanan dasar, menghubungkan keluarga dengan program pembangunan, serta membuka akses terhadap potensi dan pasar lokal. BAZNAS NTB dapat memberikan dukungan kepada mustahik yang memenuhi kriteria melalui program perlindungan dan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan hasil asesmen. BAZNAS kabupaten/kota dan pendamping desa dapat memperkuat verifikasi, pendampingan, serta pemantauan perkembangan keluarga.
Sinergi ini juga perlu melibatkan organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, komunitas, dan masyarakat setempat. Setiap pihak perlu bekerja berdasarkan data yang disepakati, menghindari tumpang tindih bantuan, dan mengarahkan dukungan pada perubahan kondisi keluarga.
Namun, konsolidasi tidak boleh dimaknai sebagai pencampuran sumber dana dan kewenangan. Dana zakat tetap harus disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai ketentuan syariah. Integrasi dilakukan pada perencanaan, pemetaan kebutuhan, pendampingan, kemitraan, dan evaluasi dampak, dengan tata kelola serta pertanggungjawaban keuangan masing-masing lembaga tetap terjaga.
Dengan cara ini, Desa Berdaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan sumber daya pembangunan dengan kebutuhan keluarga secara lebih presisi.
Mengukur Keberhasilan dari Perubahan Kehidupan
Keberhasilan program zakat produktif tidak cukup diukur dari jumlah dana yang tersalurkan, jumlah paket bantuan yang diberikan, atau banyaknya penerima manfaat yang tercatat. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan nyata yang dialami keluarga setelah menerima intervensi.
Karena itu, BAZNAS NTB perlu memperkuat sistem pemantauan berbasis kondisi awal dan kondisi setelah program. Indikatornya antara lain peningkatan pendapatan keluarga, keberlangsungan usaha, pertumbuhan aset produktif, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, keberlanjutan pendidikan anak, akses terhadap layanan kesehatan, dan berkurangnya kerentanan ekonomi.
Pemantauan dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan pendamping, pemerintah desa, dan pengelola program. Apabila usaha tidak berkembang, perlu diketahui penyebabnya. Apabila bantuan belum menghasilkan peningkatan pendapatan, program harus dievaluasi dan diperbaiki, bukan sekadar dinyatakan selesai setelah bantuan diserahkan.
Tujuan akhirnya adalah graduasi, yaitu proses ketika keluarga mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi sehingga tidak lagi berada dalam kemiskinan ekstrem berdasarkan kriteria yang berlaku. Penetapan keberhasilan tersebut harus mengacu pada indikator resmi dan verifikasi kondisi riil, bukan semata-mata berdasarkan pengakuan bahwa usaha telah berjalan.
Bagi keluarga yang berkembang lebih jauh, zakat diharapkan dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Mustahik yang sebelumnya membutuhkan bantuan dapat tumbuh menjadi individu produktif yang mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, berkontribusi kepada masyarakat, dan pada tahap tertentu berpotensi menjadi muzaki.
Inilah dampak zakat yang sesungguhnya: tidak berhenti pada bantuan hari ini, tetapi menciptakan perubahan kehidupan untuk masa depan.
Konsolidasi Zakat Harus Berujung pada Aksi Nyata
Rakornas BAZNAS 2026 seharusnya menjadi momentum untuk menerjemahkan konsolidasi nasional ke dalam langkah nyata di daerah. Bagi BAZNAS NTB, salah satu wujud konkret dari agenda tersebut adalah memperkuat sinergi dengan Program Desa Berdaya melalui pengentasan kemiskinan berbasis BNBA, asesmen keluarga, pemberdayaan produktif, dan pendampingan yang terukur.
Arah kerja ini perlu diwujudkan melalui beberapa langkah: menyepakati mekanisme koordinasi dan penggunaan data bersama; memetakan kebutuhan serta potensi ekonomi keluarga sasaran; menyusun paket intervensi berdasarkan hasil asesmen; menghubungkan mustahik dengan pasar dan kemitraan usaha; serta membangun sistem pemantauan untuk menilai perubahan kondisi keluarga.
Semua itu membutuhkan komitmen kelembagaan, kapasitas amil dan pendamping, dukungan muzaki, serta keterlibatan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas juga harus menjadi prinsip utama agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat semakin kuat.
Zakat yang produktif bukan sekadar zakat yang digunakan untuk kegiatan ekonomi. Zakat menjadi produktif ketika mampu membangun kapasitas manusia, membuka peluang penghidupan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menciptakan kemandirian. Sementara itu, zakat yang berdampak adalah zakat yang manfaatnya dapat dibuktikan melalui perubahan nyata pada kehidupan mustahik.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan BAZNAS bukan hanya seberapa besar dana zakat yang berhasil dihimpun, tetapi juga seberapa jauh dana tersebut mampu menjawab kebutuhan umat dan mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Konsolidasi zakat Indonesia harus menghadirkan satu tujuan bersama: memastikan setiap rupiah dana umat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata. Melalui sinergi BAZNAS NTB dan Desa Berdaya, zakat diharapkan menjadi kekuatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, membangun keluarga yang mandiri, dan mewujudkan NTB yang makmur serta berdaya saing.
Sebab, pada hakikatnya, zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban mereka yang miskin, tetapi juga membuka jalan agar mereka mampu bangkit, berdaya, dan keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
15/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Program MAHYANI BAZNAS NTB Mengentaskan Kemiskinan melalui Rumah Layak Huni dan Sanitasi
Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas kehidupan keluarga. Di dalam rumah, anak-anak tumbuh, orang tua beristirahat setelah bekerja, dan keluarga membangun harapan untuk masa depan. Ketika tempat tinggal tidak aman, sempit, atau tidak memiliki sanitasi yang memadai, keluarga menghadapi kesulitan yang melampaui persoalan bangunan.
Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan perlu menjangkau kondisi tempat tinggal. Keluarga miskin membutuhkan kesempatan untuk menempati rumah yang lebih layak, memiliki fasilitas kebersihan yang memadai, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih bermartabat. Program MAHYANI BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pembangunan rumah layak huni beserta fasilitas mandi, cuci, dan kakus atau MCK.
Pada tahun 2026, Program MAHYANI BAZNAS NTB mencakup pembangunan 300 rumah, dengan prioritas pada wilayah sasaran Program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB. Bantuan diarahkan kepada keluarga yang telah melalui survei faktual dan dinilai layak untuk menerima dukungan. Dengan pendekatan ini, pembangunan rumah dihubungkan langsung dengan kebutuhan keluarga dan agenda pengentasan kemiskinan di daerah.
Kondisi rumah sebagai petunjuk kerentanan keluarga
Dalam daftar 14 kriteria rumah tangga miskin yang selama ini dikenal dalam pendataan bantuan, kondisi hunian serta keterbatasan fasilitas dasar menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Di antaranya adalah luas lantai tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi per orang; lantai berbahan tanah, bambu, atau kayu berkualitas rendah; serta dinding dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, atau tembok tanpa plester.
Keterbatasan lainnya berkaitan dengan sanitasi dan utilitas. Kondisi tersebut meliputi tidak memiliki fasilitas buang air besar sendiri atau masih berbagi dengan rumah tangga lain, penerangan yang belum menggunakan listrik, serta sumber air minum dari sumur atau mata air tidak terlindung, sungai, atau air hujan. Penggunaan kayu bakar, arang, atau minyak tanah sebagai bahan bakar memasak juga termasuk dalam daftar tersebut.
Ciri-ciri itu perlu dibaca bersama keadaan ekonomi dan kebutuhan nyata keluarga. Jenis bahan bangunan atau bahan bakar saja tidak cukup untuk menetapkan seseorang sebagai keluarga miskin. Dalam pengukuran kemiskinan makro, BPS menggunakan pengeluaran per kapita dibandingkan dengan garis kemiskinan. Sementara dalam penentuan bantuan rumah, penilaian lapangan diperlukan untuk memahami kelayakan hunian dan kemampuan keluarga memperbaikinya.
Bagi MAHYANI, perhatian terhadap kondisi rumah menjadi dasar untuk mengenali kebutuhan yang paling mendesak. Keluarga yang tidak mampu memperbaiki lantai, dinding, atap, atau menyediakan fasilitas sanitasi membutuhkan dukungan yang sesuai dengan persoalan tersebut.
Rumah dan MCK sebagai satu kesatuan
Pembangunan rumah perlu berjalan bersama penyediaan MCK. Bangunan yang lebih baik akan memberikan manfaat lebih utuh ketika penghuninya juga memiliki fasilitas untuk menjaga kebersihan dan memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari.
MCK yang berfungsi membantu keluarga memiliki ruang yang lebih layak untuk mandi, mencuci, dan buang air besar. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan ketersediaan air, saluran pembuangan, serta pengelolaan limbah yang sesuai. Kelengkapan bangunan harus diikuti kepastian bahwa fasilitas tersebut benar-benar dapat digunakan.
Hal serupa berlaku pada rumah. Perbaikan perlu memperhatikan keamanan bangunan, kondisi lantai dan dinding, perlindungan dari cuaca, serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang memadai. Setiap pekerjaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan hasil survei dan ketentuan teknis program.
Dengan pendekatan tersebut, MAHYANI dapat membantu memperbaiki kondisi hidup keluarga secara langsung. Rumah memberi perlindungan, sedangkan sanitasi yang memadai mendukung kebersihan dan kenyamanan. Keduanya menjadi bekal dasar bagi keluarga untuk menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih baik.
Survei faktual menjaga ketepatan sasaran
Keterbatasan dana dan banyaknya kebutuhan masyarakat menuntut proses pemilihan penerima yang cermat. Survei faktual menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi ketentuan sebagai penerima.
Survei perlu melihat keadaan bangunan secara langsung, jumlah penghuni, kondisi sanitasi, kemampuan ekonomi, serta kebutuhan perbaikan. Kejelasan status tanah dan rumah juga perlu diperiksa sesuai persyaratan program agar pembangunan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Praktik verifikasi tersebut telah terlihat dalam kolaborasi BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat. Publikasi resmi BAZNAS NTB mencatat pelaksanaan survei kelayakan calon penerima MAHYANI untuk melihat kondisi riil hunian dan menilai kebutuhan mustahik secara objektif.
Hasil survei harus menjadi dasar keputusan, disertai dokumentasi yang memadai. Dalam pelaksanaan pembangunan, pengawasan mutu dan pemeriksaan hasil pekerjaan perlu dilakukan agar rumah serta MCK yang diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimanfaatkan oleh keluarga penerima.
Memperkuat Desa Berdaya dari rumah keluarga
Prioritas MAHYANI pada sasaran Desa Berdaya memperkuat hubungan antara pembangunan desa dan perbaikan kehidupan keluarga. Potensi ekonomi desa akan lebih bermakna ketika keluarga paling rentan juga memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pendamping perlu membantu menyelaraskan penerima serta jenis dukungan. MAHYANI berfokus pada rumah dan MCK, sementara kebutuhan listrik, air minum, pendidikan, kesehatan, atau penghidupan dapat dihubungkan dengan layanan dan program lain sesuai kewenangan masing-masing.
Pembangunan 300 rumah pada tahun 2026 perlu dilihat sebagai amanah untuk menghadirkan perubahan yang nyata. Ukuran keberhasilannya mencakup rumah yang aman ditempati, MCK yang berfungsi, dan manfaat yang dirasakan keluarga. Pencatatan kondisi sebelum dan sesudah bantuan akan membantu menilai perubahan tersebut.
Perbaikan rumah merupakan bagian penting dari pengentasan kemiskinan, tetapi keluarga tetap membutuhkan dukungan penghidupan agar kesejahteraannya berkelanjutan. Karena itu, MAHYANI perlu ditempatkan dalam sinergi pemberdayaan yang lebih luas.
Melalui Program MAHYANI, amanah zakat, infak, dan sedekah diwujudkan menjadi perlindungan yang dekat dengan kehidupan mustahik. Ketika keluarga dapat menempati rumah yang lebih layak dan menggunakan sanitasi yang memadai, mereka memperoleh dasar kehidupan yang lebih baik. Dari rumah yang aman dan bermartabat itulah harapan untuk keluar dari kemiskinan dapat terus diperkuat.
14/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Program Vokasi BAZNAS Provinsi NTB sebagai Upaya Nyata Zakat Memberdayakan Ummat
Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu umat keluar dari kesulitan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Bagi mustahik, manfaat zakat dapat hadir dalam bentuk terpenuhinya kebutuhan dasar, terbukanya kesempatan belajar, serta tersedianya bekal untuk bekerja dan berusaha. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat mampu menjadi penggerak perubahan dalam kehidupan keluarga.
Semangat itulah yang mendasari Program Vokasi BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui pelatihan keterampilan serta pemberian alat produksi dan peralatan servis, program ini membuka jalan bagi mustahik untuk mengembangkan kemampuan, memperoleh penghasilan, dan membangun kemandirian. Inilah makna nyata Zakat Memberdayakan Ummat: dana umat diolah menjadi kesempatan bagi penerima manfaat untuk memperbaiki kehidupannya dengan kemampuan sendiri.
Bidang keterampilan yang menjadi perhatian meliputi servis AC, pertukangan bangunan, bengkel motor, pembuatan roti dan kue, menjahit, pengelasan, serta juru sembelih halal. Ragam bidang tersebut menghadirkan pilihan penghidupan yang dapat disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan peluang kerja di lingkungan peserta.
Bantuan konsumtif dan produktif saling melengkapi
Bantuan konsumtif atau karitatif tetap memiliki peran penting. Keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, menghadapi musibah, atau belum mampu bekerja memerlukan pertolongan langsung. Dukungan tersebut menjaga keberlangsungan hidup dan membantu mustahik melewati keadaan yang mendesak.
Bagi mustahik yang memiliki kemampuan untuk bekerja, bantuan produktif dapat menjadi langkah berikutnya. Pelatihan memberi pengetahuan dan keterampilan, sementara alat kerja membantu mereka mempraktikkan kemampuan itu untuk menghasilkan barang atau memberikan layanan. Keduanya memperkuat kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Dengan demikian, pendistribusian dan pendayagunaan zakat perlu mengikuti keadaan penerima. Kebutuhan dasar tetap diperhatikan, sedangkan potensi produktif dikembangkan sesuai kesiapan masing-masing. Tujuannya adalah membantu keluarga bergerak menuju kondisi yang lebih aman dan mandiri secara bertahap.
Keterampilan yang membuka jalan penghidupan
Pelatihan servis AC membekali peserta untuk menekuni layanan pemasangan, perawatan, dan perbaikan sesuai kompetensinya. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bekerja pada penyedia jasa atau merintis layanan mandiri. Ketelitian, keselamatan kerja, dan kejujuran dalam melayani pelanggan harus menjadi bagian dari pembelajaran.
Bagi tukang bangunan dan tukang las, peningkatan keterampilan membantu memperbaiki mutu pekerjaan serta kesiapan menerima pesanan. Peserta perlu dibiasakan bekerja dengan ukuran yang tepat, menggunakan bahan secara efisien, dan mengutamakan keselamatan. Hasil kerja yang baik menjadi dasar untuk membangun kepercayaan pelanggan.
Di bidang bengkel motor, keterampilan perawatan dan perbaikan kendaraan dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan. Kemampuan teknis perlu berjalan bersama sikap bertanggung jawab: menjelaskan kondisi kendaraan dengan jujur, menjaga kualitas pekerjaan, dan menetapkan biaya layanan secara wajar.
Pelatihan pembuatan roti dan kue memberi bekal untuk mengembangkan usaha pangan, termasuk usaha dari rumah. Peserta perlu memahami proses produksi, kebersihan, pengemasan, serta perhitungan biaya agar produk yang dihasilkan memiliki mutu dan harga yang sesuai. Keterampilan menjahit juga membuka kesempatan melalui jasa perbaikan pakaian, pembuatan busana, atau pengerjaan pesanan sesuai kemampuan peserta.
Sementara itu, pelatihan juru sembelih halal menghubungkan keterampilan kerja dengan tanggung jawab keagamaan. Kompetensi yang dikembangkan perlu memperhatikan ketentuan penyembelihan, kebersihan, keselamatan, serta penanganan hewan yang baik. Kemampuan tersebut dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat dalam kegiatan kurban maupun kebutuhan penyembelihan lainnya, sesuai kewenangan dan kompetensi yang dimiliki.
Seluruh bidang ini membutuhkan latihan yang memadai. Peserta perlu memahami batas kemampuannya dan terus meningkatkan keterampilan sebelum menerima pekerjaan yang lebih kompleks. Profesionalitas tumbuh melalui praktik, pengalaman, dan kemauan belajar.
Alat kerja sebagai jembatan menuju usaha
Salah satu hambatan yang sering dihadapi mustahik adalah keterbatasan sarana untuk memulai. Seseorang dapat memiliki semangat dan keterampilan, tetapi belum mampu membeli alat yang dibutuhkan. Karena itu, pemberian alat produksi dan peralatan servis menjadi bagian penting dari pemberdayaan.
Pola tersebut telah diwujudkan BAZNAS Provinsi NTB dalam pelatihan servis AC, menjahit, dan pembuatan roti. Publikasi resmi lembaga mencatat dukungan peralatan servis AC, mesin jahit beserta perlengkapannya, serta mixer dan oven untuk peserta pelatihan pembuatan roti. Dukungan ini membantu menghubungkan hasil pelatihan dengan kesiapan memulai kegiatan produktif.
Alat kerja perlu diberikan sesuai kebutuhan, kemampuan penggunaan, dan rencana usaha penerima. Peralatan yang tepat akan lebih bermanfaat apabila peserta memahami cara mengoperasikan, merawat, serta memanfaatkannya secara aman. Bantuan kemudian menjadi modal kerja yang digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Pendampingan setelah pelatihan juga perlu diperkuat. Peserta membutuhkan bimbingan untuk mendapatkan pelanggan pertama, menghitung biaya, menentukan harga, mengelola uang usaha, dan menjaga mutu layanan. Kerja sama dengan lembaga pelatihan, tenaga ahli, pelaku usaha, serta jejaring masyarakat dapat membantu membuka akses tersebut.
Ukuran keberhasilan program perlu mencakup perubahan setelah pelatihan. Apakah keterampilan digunakan? Apakah alat bantuan berfungsi dan dimanfaatkan? Apakah peserta memperoleh pekerjaan atau pesanan? Apakah pendapatan dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga meningkat? Jawaban atas pertanyaan ini menjadi dasar untuk menilai hasil dan memperbaiki pendampingan.
Dari mustahik menuju muzakki atau mutashaddiq
Visi transformasi mustahik menjadi muzakki atau mutashaddiq merupakan arah penting pemberdayaan BAZNAS Provinsi NTB. Mustahik adalah penerima zakat yang berhak sesuai ketentuan. Muzakki adalah pihak yang menunaikan zakat ketika telah memenuhi persyaratannya. Adapun mutashaddiq adalah orang yang bersedekah.
Perubahan tersebut merupakan proses yang bertahap. Peserta dapat mulai dari menguasai keterampilan, memperoleh pekerjaan, memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik, lalu membangun penghasilan yang semakin stabil. Ketika persyaratan kewajiban zakat terpenuhi, mereka dapat menjadi muzakki. Kesediaan bersedekah juga dapat tumbuh sesuai kemampuan, tanpa membebani kebutuhan dasar keluarga.
Semangat berbagi perlu ditumbuhkan sebagai kesadaran dan rasa syukur. Bantuan zakat tidak boleh dimaknai sebagai utang yang harus dikembalikan melalui sedekah. Harapannya, penerima yang semakin berdaya dapat ikut membantu orang lain secara sukarela dan bertanggung jawab.
Program Vokasi BAZNAS Provinsi NTB membawa harapan tersebut melalui kerja yang konkret: membekali keterampilan, menyediakan alat, dan memperkuat jalan menuju penghasilan. Ketika seorang mustahik mampu bekerja lebih terampil, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya, zakat telah menghadirkan perubahan yang berarti. Dari perubahan itulah tumbuh peluang untuk memperluas kebaikan kepada sesama.
14/10/2026 | Humas BAZNAS NTB


