
Berita Terkini
Lestarikan Budaya dan Berbagi Sesama: BAZNAS NTB Hadiri Tradisi Bejango Bliq ke-15 dan Penyerahan Santunan Jompo di Lombok Timur
LOMBOK TIMUR — Dalam upaya mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut hadir dalam perhelatan Budaya Songak "Bejango Bliq" ke-15 dan Ritual Budaya "Bubur Putiq" yang diselenggarakan di Desa Songak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (26/06/2026).
Kehadiran BAZNAS NTB dalam acara adat kebanggaan masyarakat ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., yang hadir secara khusus mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB.
Acara kebudayaan yang sarat akan makna spiritual dan kekeluargaan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan. Di antaranya adalah Kepala Dinas (Kadis) Provinsi NTB, jajaran Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, Kapolsek Sakra, Kepala Desa Songak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang antusias memadati lokasi acara.
Tradisi Bejango Bliq dan Bubur Putiq tidak hanya sekadar ritual adat tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Semangat gotong royong warga semakin terasa dengan dirangkaikannya acara ini dengan Pemberian Santunan Jompo bagi para lansia prasejahtera di lingkungan Desa Songak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara pelestarian budaya yang bernafaskan Islam ini.
"Mewakili Bapak Ketua BAZNAS NTB, kami sangat mengapresiasi masyarakat dan para tokoh di Desa Songak yang tetap teguh menjaga tradisi leluhur melalui Bejango Bliq ini. Terlebih lagi, tradisi yang mulia ini dirangkaikan dengan penyantunan bagi orang tua kita yang sudah jompo. Ini adalah bentuk nyata perpaduan harmonis antara hablum minallah dan hablum minannas, di mana budaya lokal beriringan dengan syiar sedekah dan kepedulian," ungkap beliau.
Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A. juga menambahkan bahwa BAZNAS NTB akan terus mendukung setiap inisiatif masyarakat yang membawa dampak positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan seperti kepolisian, pemangku adat, dan lembaga zakat adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang merata.
Melalui momentum ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal di NTB tidak hanya terus hidup sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi wadah penggerak solidaritas sosial untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
26/06/2026 | Humas Baznas NTB
Sinergi Kuat BAZNAS NTB dan Gubernur: Wujudkan Lingkungan Bersih, Rumah Layak Huni, hingga Penyaluran Bantuan di Lombok Barat
LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah pimpinan Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan umat melalui serangkaian agenda sosial kemasyarakatan yang digelar dalam satu hari penuh pada Kamis (25/06/2026). Rangkaian kegiatan ini difokuskan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dengan membawa semangat gotong royong dan pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran.
Kolaborasi kebaikan ini diawali dengan kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal bersama tim BAZNAS NTB dan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat kedekatan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
Setelah kegiatan kerja bakti, agenda dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peletakan batu pertama dimulainya tahapan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani). Pada kesempatan yang penuh berkah ini, bantuan Mahyani secara simbolis mulai dibangun untuk kediaman Amaq Murdah selaku mustahik penerima manfaat. Program Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Kehadiran Gubernur NTB dalam peninjauan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap optimalisasi dana zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS.
Puncak rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan Penyaluran Bantuan di Masjid Nurul Jibal Sempeni, yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kemakmuran masjid dan meringankan beban para mustahik di lingkungan desa tersebut.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini adalah bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat dapat bertransformasi menjadi program yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.
"Alhamdulillah, sinergi yang luar biasa antara BAZNAS NTB dan Bapak Gubernur pada hari ini berjalan lancar. Mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, pemenuhan hak tempat tinggal yang layak bagi Bapak Amaq Murdah, hingga bantuan untuk kemakmuran masjid di Gunungsari. Ini adalah wujud transparansi dan amanah kami bahwa dana umat benar-benar kembali untuk umat," ujarnya.
Melalui momentum ini, BAZNAS NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui saluran resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula senyum kebahagiaan yang dapat ditebarkan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.
25/06/2026 | Humas Baznas NTb
Menyambung Harapan dari Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar
Denpasar, Bali — Kehadiran Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, di Rumah Singgah Baznas NTB yang berlokasi di Jl. Pulau Bacan No. 26, Sanglah, Denpasar Barat, merupakan tindak lanjut cepat atas arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si, yang sehari sebelumnya menegaskan pentingnya memaksimalkan pelayanan bagi warga NTB yang sedang ditimpa musibah dan menjalani perawatan medis jangka panjang di Bali.
Sebagai bentuk respons atas arahan tersebut, Ketua Baznas NTB bersama jajaran tim melaksanakan kunjungan kerja guna melakukan monitoring dan evaluasi layanan Rumah Singgah Baznas NTB sekaligus menyapa langsung para pasien dan keluarga pasien asal Nusa Tenggara Barat yang tengah menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Denpasar.
Dalam Kunjungan nya Baznas NTB melaksanakan penandatanganan Perpanjangan Sewa Rumah Singgah Baznas NTB bersama pemilik rumah untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kerja sebagai bentuk kepastian keberlanjutan layanan rumah singgah bagi masyarakat NTB, Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan Baznas NTB dalam memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas NTB mendengarkan langsung kesaksian para penerima manfaat terkait keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB yang dinilai sangat membantu, terutama dalam meringankan beban biaya tempat tinggal dan kebutuhan harian selama masa pengobatan.
Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut ketika Ketua Baznas NTB menyapa para keluarga pasien satu per satu. Dalam momen penuh empati, beliau memeluk keluarga pasien dan menitikkan air mata, seraya membisikkan pesan penguatan agar tidak ragu menghubungi Baznas NTB apabila menghadapi permasalahan selama berada di rumah singgah. Sikap tersebut mencerminkan kehadiran Baznas NTB yang tidak hanya memberi bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan psikologis bagi para penerima manfaat.
Salah satu kesaksian datang dari orang tua pasien atas nama Wawan Sufianto dari Desa Mekar sari Kec. Praya Barat Lombok Tengah, Amelia Sabila yang tengah menjalani pengobatan tumor di area mata sebelah kiri. Dengan haru, ia menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB sangat berarti di tengah tingginya biaya sewa kos bulanan di Denpasar, belum termasuk kebutuhan makan dan minum. Selain itu, terdapat pula pasien yang telah menempati rumah singgah selama lebih dari tiga bulan karena harus menjalani kontrol rutin, serta pasien dengan kondisi bocor jantung. Baznas NTB juga mendampingi pasien asal Pulau Sumbawa yang sedang menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Sanglah.
“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, Baznas NTB memastikan layanan ini terus berlanjut,” ujar Ketua Baznas NTB.
Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan, serta menyalurkannya ke program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
09/02/2026 | Humas
Agenda Pimpinan

BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
Tamiang Aceh, Rabu, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tamiang Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) NTB, H. Zulkipli.
Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS NTB terhadap saudara-saudara di Tamiang Aceh yang terdampak banjir, meliputi kebutuhan dasar bagi para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan pascabencana.
Komandan BTB NTB, H. Zulkipli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki BAZNAS NTB yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
“BAZNAS NTB hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Bantuan ini adalah titipan dari para muzakki BAZNAS NTB yang dengan tulus berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, saya berkeliling untuk mengantarkan paket bantuannya ke beberapa titik terdampak” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mewakili masyarakat terdampak banjir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS NTB dan seluruh muzakki yang telah membantu mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki BAZNAS NTB dan seluruh pihak yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir,” ungkapnya haru.
Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia, sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemanusiaan.
17-12-2025 | HUMAS

REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
Mataram, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menguatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat melalui kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tingkat UPZ se-Pulau Lombok, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, di Aula Kantor BAZNAS NTB.
Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS NTB, para pengelola unit UPZ dari berbagai instansi OPD dan Perusahaan tingkat Provinsi . Melalui rekonsiliasi ini, seluruh data penghimpunan ZIS dari masing-masing UPZ dicocokkan, diverifikasi, dan diselaraskan untuk memastikan keakuratan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi penting dalam menjaga amanah muzaki.
“Rekonsiliasi ini adalah ruh dari tata kelola zakat yang transparan. Setiap data yang kita cocokkan hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah dan kepada para muzaki yang menitipkan amanahnya melalui kita,” ujar beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas para pengurus UPZ memiliki nilai ibadah yang besar.
“Apa yang bapak ibu lakukan ini adalah amal jariyah. Bapak ibu menjadi wasilah terkumpulnya zakat di instansi masing-masing, dan melalui tangan bapak ibu, banyak mustahik merasakan manfaatnya.”
Dr. Iqbal melanjutkan dengan pesan menyentuh terkait doa yang selalu disampaikan mustahik saat menerima bantuan:
“Setiap kami turun mendistribusikan zakat, kami selalu menitipkan doa untuk para muzaki. Mustahik mendoakan dengan tulus: ‘Semoga Allah melapangkan rezeki dan diberikan keberkahan harta-harta mereka, dilipatgandakan oleh allah SWT dan disukseskan karirnya dan dijaga keluarganya.’ Doa-doa inilah yang menjadi pahala mengalir bagi bapak ibu semua.”
Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap seluruh UPZ semakin memperkuat komitmen pelayanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS, dan menjaga amanah umat dengan sepenuh hati.
BAZNAS NTB berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat dan manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.
27-11-2025 | Humas Baznas NTB

BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS NASIONAL
Jakarta, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya BAZNAS tingkat provinsi yang mengikuti Pameran Inovasi IT yang digelar pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan posisi BAZNAS NTB sebagai lembaga pengelola zakat daerah yang paling progresif dalam pengembangan teknologi informasi.
Dalam pameran tersebut, BAZNAS NTB menampilkan BAZNAS NTB in Hand, sebuah platform integratif yang merangkum berbagai aplikasi unggulan untuk memperkuat transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas program-program BAZNAS NTB.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Zulkipli, SE., MM., hadir mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB untuk memperkenalkan langsung inovasi digital yang dibangun BAZNAS NTB selama beberapa tahun terakhir.
Rangkaian Aplikasi Inovatif yang Terintegrasi dalam BAZNAS NTB IN HAND
1. SIMPAN – Sistem Informasi Penghimpunan
Aplikasi ini menyajikan data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara real time, lengkap dengan: Target penghimpunan, Capaian realisasi, Perbandingan dengan periode sebelumnya, Grafik perkembangan, Fitur analisis lainnya.
SIMPAN membantu pengambilan keputusan strategis sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada publik.
2. SIGEDE MAHYANI – Sistem Informasi Geografis Data Elektronik Mahyani
Aplikasi geospasial yang menampilkan: Data penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani), Data penerima Gerobak Dagang ZKUP (Zakat Kelompok Usaha Produktif), Peta sebaran titik Mahyani dan ZKUP di seluruh kabupaten/kota di NTB.
SIGEDE MAHYANI menjadi sarana monitoring yang efektif bagi pelaksanaan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah.
3. SIDIK – Sistem Informasi Data Terintegrasi Mustahik
Sebuah sistem basis data mustahik berbasis geospasial yang menghimpun informasi para penerima manfaat secara detail dan terintegrasi. Melalui SIDIK, proses verifikasi, validasi, hingga evaluasi program menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
4. ZAKATIN – Aplikasi Layanan Zakat NTB
ZAKATIN merupakan aplikasi terbaru BAZNAS NTB yang segera hadir di PlayStore. Aplikasi ini mengadopsi konsep layanan digital seperti Cinta Zakat milik BAZNAS RI, memungkinkan masyarakat membayar zakat, infak, dan sedekah secara mudah, aman, dan terverifikasi.
Komitmen BAZNAS NTB terhadap Digitalisasi Pengelolaan Zakat Melalui partisipasi di Pameran Inovasi IT, BAZNAS NTB memperkuat komitmennya menghadirkan layanan zakat yang modern, inklusif, dan berbasis data digital. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu: meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jangkauan layanan, mempercepat penyaluran manfaat, serta memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di NTB.
“BAZNAS NTB bangga bisa mewakili daerah dalam pameran nasional ini. Inovasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan amanah umat dapat dikelola dengan lebih profesional dan transparan,” ujar H. Zulkipli.
Tentang Pameran Inovasi IT: Pameran ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai lembaga, institusi, dan pelaku inovasi teknologi dari seluruh Indonesia. Kehadiran BAZNAS NTB sebagai satu-satunya BAZNAS Provinsi memberikan warna baru dalam upaya digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.
26-11-2025 | Humas Baznas NTB
Berita Pendistribusian

Lestarikan Budaya dan Berbagi Sesama: BAZNAS NTB Hadiri Tradisi Bejango Bliq
LOMBOK TIMUR — Dalam upaya mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut hadir dalam perhelatan Budaya Songak "Bejango Bliq" ke-15 dan Ritual Budaya "Bubur Putiq" yang diselenggarakan di Desa Songak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (26/06/2026).
Kehadiran BAZNAS NTB dalam acara adat kebanggaan masyarakat ini diwakili oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., yang hadir secara khusus mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB.
Acara kebudayaan yang sarat akan makna spiritual dan kekeluargaan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan. Di antaranya adalah Kepala Dinas (Kadis) Provinsi NTB, jajaran Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, Kapolsek Sakra, Kepala Desa Songak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang antusias memadati lokasi acara.
Tradisi Bejango Bliq dan Bubur Putiq tidak hanya sekadar ritual adat tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Semangat gotong royong warga semakin terasa dengan dirangkaikannya acara ini dengan Pemberian Santunan Jompo bagi para lansia prasejahtera di lingkungan Desa Songak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara pelestarian budaya yang bernafaskan Islam ini.
"Mewakili Bapak Ketua BAZNAS NTB, kami sangat mengapresiasi masyarakat dan para tokoh di Desa Songak yang tetap teguh menjaga tradisi leluhur melalui Bejango Bliq ini. Terlebih lagi, tradisi yang mulia ini dirangkaikan dengan penyantunan bagi orang tua kita yang sudah jompo. Ini adalah bentuk nyata perpaduan harmonis antara hablum minallah dan hablum minannas, di mana budaya lokal beriringan dengan syiar sedekah dan kepedulian," ungkap beliau.
Dr. TGH. L. ABD. Muhyi Abidin, M.A. juga menambahkan bahwa BAZNAS NTB akan terus mendukung setiap inisiatif masyarakat yang membawa dampak positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan seperti kepolisian, pemangku adat, dan lembaga zakat adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang merata.
Melalui momentum ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal di NTB tidak hanya terus hidup sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi wadah penggerak solidaritas sosial untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
26/06/2026 | Humas Baznas NTB

Sinergi Kuat BAZNAS NTB dan Gubernur
LOMBOK BARAT — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah pimpinan Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan umat melalui serangkaian agenda sosial kemasyarakatan yang digelar dalam satu hari penuh pada Kamis (25/06/2026). Rangkaian kegiatan ini difokuskan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dengan membawa semangat gotong royong dan pemanfaatan dana zakat yang tepat sasaran.
Kolaborasi kebaikan ini diawali dengan kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal bersama tim BAZNAS NTB dan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat kedekatan antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
Setelah kegiatan kerja bakti, agenda dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peletakan batu pertama dimulainya tahapan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani). Pada kesempatan yang penuh berkah ini, bantuan Mahyani secara simbolis mulai dibangun untuk kediaman Amaq Murdah selaku mustahik penerima manfaat. Program Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Kehadiran Gubernur NTB dalam peninjauan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap optimalisasi dana zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS.
Puncak rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan Penyaluran Bantuan di Masjid Nurul Jibal Sempeni, yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kemakmuran masjid dan meringankan beban para mustahik di lingkungan desa tersebut.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini adalah bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat dapat bertransformasi menjadi program yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.
"Alhamdulillah, sinergi yang luar biasa antara BAZNAS NTB dan Bapak Gubernur pada hari ini berjalan lancar. Mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, pemenuhan hak tempat tinggal yang layak bagi Bapak Amaq Murdah, hingga bantuan untuk kemakmuran masjid di Gunungsari. Ini adalah wujud transparansi dan amanah kami bahwa dana umat benar-benar kembali untuk umat," ujarnya.
Melalui momentum ini, BAZNAS NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui saluran resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula senyum kebahagiaan yang dapat ditebarkan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.
25/06/2026 | Humas Baznas NTB

Menyambung Harapan dari Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar
Denpasar, Bali — Kehadiran Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, di Rumah Singgah Baznas NTB yang berlokasi di Jl. Pulau Bacan No. 26, Sanglah, Denpasar Barat, merupakan tindak lanjut cepat atas arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si, yang sehari sebelumnya menegaskan pentingnya memaksimalkan pelayanan bagi warga NTB yang sedang ditimpa musibah dan menjalani perawatan medis jangka panjang di Bali.
Sebagai bentuk respons atas arahan tersebut, Ketua Baznas NTB bersama jajaran tim melaksanakan kunjungan kerja guna melakukan monitoring dan evaluasi layanan Rumah Singgah Baznas NTB sekaligus menyapa langsung para pasien dan keluarga pasien asal Nusa Tenggara Barat yang tengah menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Denpasar.
Dalam Kunjungan nya Baznas NTB melaksanakan penandatanganan Perpanjangan Sewa Rumah Singgah Baznas NTB bersama pemilik rumah untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kerja sebagai bentuk kepastian keberlanjutan layanan rumah singgah bagi masyarakat NTB, Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan Baznas NTB dalam memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas NTB mendengarkan langsung kesaksian para penerima manfaat terkait keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB yang dinilai sangat membantu, terutama dalam meringankan beban biaya tempat tinggal dan kebutuhan harian selama masa pengobatan.
Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut ketika Ketua Baznas NTB menyapa para keluarga pasien satu per satu. Dalam momen penuh empati, beliau memeluk keluarga pasien dan menitikkan air mata, seraya membisikkan pesan penguatan agar tidak ragu menghubungi Baznas NTB apabila menghadapi permasalahan selama berada di rumah singgah. Sikap tersebut mencerminkan kehadiran Baznas NTB yang tidak hanya memberi bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan psikologis bagi para penerima manfaat.
Salah satu kesaksian datang dari orang tua pasien atas nama Wawan Sufianto dari Desa Mekar sari Kec. Praya Barat Lombok Tengah, Amelia Sabila yang tengah menjalani pengobatan tumor di area mata sebelah kiri. Dengan haru, ia menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB sangat berarti di tengah tingginya biaya sewa kos bulanan di Denpasar, belum termasuk kebutuhan makan dan minum. Selain itu, terdapat pula pasien yang telah menempati rumah singgah selama lebih dari tiga bulan karena harus menjalani kontrol rutin, serta pasien dengan kondisi bocor jantung. Baznas NTB juga mendampingi pasien asal Pulau Sumbawa yang sedang menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Sanglah.
“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, Baznas NTB memastikan layanan ini terus berlanjut,” ujar Ketua Baznas NTB.
Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan, serta menyalurkannya ke program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
09/02/2026 | Humas Baznas NTB
Artikel Terbaru
Mahyani: Menenun Martabat di Atas Fondasi Desa Berdaya
Rumah adalah episentrum dari seluruh hajat hidup manusia. Di balik dinding-dindingnya, karakter generasi penerus dibentuk, kesehatan dijaga, dan ibadah kekeluargaan ditegakkan. Namun, bagi sebagian saudara kita di Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki rumah yang aman dan kokoh masih berupa mimpi yang menggantung di awan.
Bergerak dari realitas ini, BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen penuh untuk mengalirkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran melalui program Mahyani (Rumah Layak Huni). Program ini bukan sekadar proyek bedah rumah seremonial, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk mengembalikan martabat kemanusiaan yang terhimpit kemiskinan ekstrem.
Menyisir yang Terlupakan: Verifikasi Mendalam Berbasis Keberlanjutan
Seringkali, bantuan sosial terjebak pada permukaan saja. Di BAZNAS NTB, kami menerapkan standar verifikasi yang berlapis dan mendalam (deep verification). Kami menyadari bahwa amanah dana ummat ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, target utama Mahyani dikunci pada kluster masyarakat yang berada di Desil Satu—kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam data kemiskinan.
Namun, angka desil saja tidak cukup. Tim verifikator kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspek sosial-ekonomi yang lebih spesifik:
1. Ketiadaan Penopang Keluarga Kami memprioritaskan mustahik (penerima zakat) yang hidup sebatang kara, lansia terlantar, atau kepala keluarga yang mengalami disabilitas total.
2. Zero Family Support System Bantuan ini diarahkan kepada mereka yang secara nyata tidak memiliki sistem pendukung dari keluarga besarnya. Jika keluarga intinya pun berada dalam jerat kemiskinan yang sama dan mustahil untuk saling menopang, di situlah BAZNAS NTB hadir sebagai jembatan kemaslahatan.
"Kami tidak ingin sekadar membangun fisik rumah, lalu membiarkan penghuninya kelaparan di dalam. Verifikasi ini memastikan bahwa yang kami bantu adalah mereka yang benar-benar berada di titik nadir pertahanan ekonominya."
Bersinergi Membangun "Desa Berdaya"
Program Mahyani tidak berjalan di dalam ruang hampa. Kami mengintegrasikan gerakan ini dengan visi besar Pemerintah Provinsi NTB. Secara khusus, Mahyani dirancang untuk menjadi pilar utama dalam menyukseskan program Desa Berdaya yang digagas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Gagasan Desa Berdaya menuntut kemandirian desa dari segala lini—mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga tatanan sosial. BAZNAS NTB melihat bahwa kemandirian sebuah desa mustahil terwujud jika satuan terkecilnya, yaitu keluarga, masih tinggal di hunian yang tidak manusiawi dan rentan ambruk.
Ketika program Mahyani masuk ke sebuah desa, kita sedang meletakkan batu pertama bagi pembangunan sektor lainnya: Kesehatan Lingkungan Rumah layak huni dengan sanitasi yang baik otomatis menurunkan angka stunting dan penyakit menular di desa tersebut.
Ketahanan Ekonomi Dengan hilangnya kecemasan akan tempat tinggal, kepala keluarga dapat mengalihkan fokus dan energi mereka untuk bekerja dan berdaya secara ekonomi.
Melalui sinergi antara BAZNAS NTB dan cetak biru Desa Berdaya dari Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, kita sedang menyaksikan bagaimana zakat berfungsi sebagai instrumen transformatif yang mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat tapak (pedesaan).
Gotong Royong Mewujudkan Keadilan Sosial
Menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di NTB adalah kerja peradaban yang besar. BAZNAS NTB akan terus konsisten menjaga akurasi data penerima bantuan agar setiap rupiah yang disalurkan benar-benar mengubah air mata kemiskinan menjadi senyum kemandirian.
Terima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS NTB. Melalui ikhtiar kolektif program Mahyani dan semangat Desa Berdaya, mari kita bersama-sama memastikan tidak ada lagi masyarakat NTB yang harus terlapuk oleh cuaca di dalam rumahnya sendiri.
Bersama Ummat, BAZNAS NTB Menyejahterakan.
29/06/2026 | Humas Baznas NTB
Khatib di Masjid Baiturrahman Gegutu, Ketua BAZNAS NTB Ajak Jemaah Perkuat Solidaritas Sosial Lewat Zakat
LOMBOK BARAT — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., bertindak sebagai khatib dalam ibadah salat Jumat di Masjid Baiturrahman, Dusun Gegutu, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat (26/6/2026).
Kehadiran orang nomor satu di BAZNAS NTB ini di tengah jemaah Gegutu menjadi momentum penting untuk merekatkan tali silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya menjaga kebersihan hati di tengah dinamika kehidupan sosial.
Dalam khotbahnya, Dr. Lalu Muhammad Iqbal mengangkat tema yang sangat menyentuh aspek moralitas dan tauhid umat, yakni pentingnya menumbuhkan sikap husnuzan (berprasangka baik) kepada sesama dan kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa husnuzan bukan sekadar sikap mental positif, melainkan fondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis serta menentukan arah kehidupan seorang mukmin.
Beliau mengingatkan jemaah bahwa prasangka seorang hamba kepada penciptanya adalah cerminan dari takdir yang akan ia jemput. Energi positif dari prasangka baik akan melahirkan optimisme yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Apa yang kita sangkakan ke Allah, maka itu yang akan terjadi dalam hidup kita ke depan. Jadi, sangka baik itulah yang akan mewujud dan terjadi ke depan," ujar Dr. Lalu Muhammad Iqbal dengan khidmat di atas mimbar. "Jika kita terus memelihara prasangka baik kepada Allah dan sesama manusia, maka kebaikan, kemudahan, dan kedamaian pulalah yang akan dihantarkan dalam perjalanan hidup kita."
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa Islam sangat melarang umatnya terjebak dalam penyakit suuzan (prasangka buruk). Sifat tersebut dinilai sebagai pangkal dari keretakan hubungan persaudaraan, fitnah, dan perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, dengan selalu mengedepankan husnuzan, umat diajak untuk membersihkan hati dan membuka ruang tabayun (klarifikasi) yang sehat atas setiap persoalan.
Usai pelaksanaan ibadah salat Jumat, Ketua BAZNAS NTB memanfaatkan waktu untuk berdialog santai dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus Masjid Baiturrahman Gegutu. Ruang diskusi ini menjadi sarana hangat untuk menyerap aspirasi warga serta memperkuat sinergi program kemanusiaan di tingkat tapak.
Kegiatan safari Jumat ini juga berjalan beriringan dengan rangkaian agenda BAZNAS NTB di Desa Kekeri, sebagai wujud nyata bahwa pimpinan BAZNAS tidak hanya hadir memberikan intervensi materi atau bantuan fisik, tetapi juga hadir memberikan penguatan spiritual dan moral bagi masyarakat.
26/06/2026 | Humas Baznas NTB
10 Amalan memasuki bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti umat Islam. Namun, tanpa persiapan sebelum Ramadhan, banyak orang justru melewatinya tanpa peningkatan iman yang berarti. Rasulullah ? bersabda:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad).
Agar tidak termasuk orang yang merugi di bulan suci, berikut 10 hal yang harus disiapkan sebelum Ramadhan agar tidak menyesal, lengkap dengan dalil dan penjelasan.
1. Meluruskan Niat dan Taubat Sebelum Ramadhan
Persiapan sebelum Ramadhan dimulai dari hati. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 8 agar orang beriman bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat membersihkan dosa sehingga ibadah Ramadhan lebih khusyuk dan diterima.
2. Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu
Jika masih memiliki hutang puasa, segera qadha sebelum Ramadhan tiba. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan bahwa beliau mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan berikutnya (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan
Salah satu doa sahabat adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ulama menyebut, doa sebelum Ramadhan menunjukkan kesiapan hati menyambut bulan mulia.
4. Belajar Ilmu Fikih Puasa
Persiapan sebelum Ramadhan juga berarti memahami hukum puasa. Pelajari hal-hal yang membatalkan puasa, fidyah, hingga kafarat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 tentang kewajiban puasa Ramadhan.Anda bisa membaca referensi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai rujukan terpercaya.
5. Menyusun Target Ibadah Ramadhan
Khatam Al-Qur’an
Qiyamul lail rutin
Sedekah harian
Mengikuti kajian
Dengan target jelas, Ramadhan tidak terlewati sia-sia.
6. Membiasakan Puasa Sunnah
Dalam hadits riwayat Usamah bin Zaid, Nabi ? banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum Ramadhan (HR. An-Nasa’i). Ini bagian penting dari persiapan sebelum Ramadhan agar fisik dan mental siap.
7. Menata Jadwal dan Aktivitas Harian
Kurangi aktivitas yang tidak produktif. Sisihkan waktu untuk tilawah dan ibadah. Ramadhan hanya datang setahun sekali—jangan sampai habis untuk hal yang tidak bernilai akhirat.
8. Menyiapkan Harta untuk Sedekah dan Zakat
Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan semakin dermawan saat Ramadhan (HR. Bukhari).Persiapan sebelum Ramadhan juga mencakup kesiapan finansial untuk:Zakat fitrahInfaqSedekah
Sedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya.
9. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan
Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ? bersabda bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup saat Ramadhan (HR. Muslim). Maka bersihkan hati dari dendam dan konflik agar ibadah lebih ringan.
10. Mempersiapkan Mental dan Kesehatan
Puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Atur pola makan, kurangi konsumsi berlebihan, serta biasakan bangun lebih awal. Persiapan sebelum Ramadhan secara fisik membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan.
Dalil Keutamaan Ramadhan
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penghapusan dosa.
Mengapa Persiapan Sebelum Ramadhan Itu Sangat Penting?
Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi melemah di pertengahan, lalu kehilangan momentum di 10 hari terakhir. Padahal Rasulullah ? justru semakin bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Persiapan sebelum Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi kesiapan iman. Tanpa persiapan sebelum Ramadhan, ibadah bisa terasa berat, tidak konsisten, bahkan berlalu tanpa perubahan berarti.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Jangan Menyesal Setelah Ramadhan Berlalu
Banyak orang menangis setelah Ramadhan berakhir karena merasa belum maksimal. Oleh karena itu, persiapan sebelum Ramadhan sangat penting agar bulan suci benar-benar menjadi momentum perubahan.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat).
17/02/2026 | Admin
BAZNAS TV
PJ.GUBERNUR RESMIKAN RUMAH LAYAK HUNI KERJASAMA BAZNAS NTB DAN BANK NTB SYARIAH DI SEKOTONG LOBAR
Penulis: Humas Baznas NTB
APA BEDA ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH
Penulis: Humas Baznas NTB



