WhatsApp Icon
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS NTB Sediakan Fasilitas Mushalla Terpadu di Kawasan Sirkuit Mandalika
BAZNAS NTB Sediakan Fasilitas Mushalla Terpadu di Kawasan Sirkuit Mandalika
LOMBOK TENGAH — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan fasilitas sarana ibadah (mushalla) bagi para pengunjung dan petugas di kawasan Sirkuit Internasional Mandalika. Penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk mempermudah akses ibadah salat bagi masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung di area sirkuit. Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA., menyatakan bahwa pengadaan tempat ibadah di kawasan strategis merupakan bagian dari komitmen pelayanan keagamaan BAZNAS untuk publik. "Kami memastikan para pengunjung, petugas, maupun masyarakat yang hadir di arena Sirkuit Mandalika dapat menjalankan kewajiban ibadah salat dengan mudah. Fasilitas ini telah kami lengkapi dengan tempat wudu yang layak serta perlengkapan ibadah yang bersih," jelas Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad dalam keterangannya di Mataram, Jumat (9/10/2026). Berdasarkan pantauan di lokasi, fasilitas mushalla dari BAZNAS NTB tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para pengunjung sirkuit. Lokasinya dirancang agar mudah dijangkau dari berbagai titik area penonton. Salah satu pengunjung, Abdul Musawwir, menilai fasilitas ibadah yang disediakan sangat representatif dan memenuhi standar kebersihan. "Keberadaan mushalla ini sangat membantu pengunjung. Ketika masuk waktu salat, kami tidak perlu berjalan jauh untuk mencari tempat ibadah yang layak. Fasilitas air wudunya lancar, dan sarana salatnya bersih serta rapi. Kami berterima kasih kepada BAZNAS NTB yang tanggap terhadap kebutuhan pengunjung," kata Abdul. Penyediaan mushalla di Sirkuit Mandalika ini merupakan salah satu langkah berkelanjutan BAZNAS Provinsi NTB dalam memastikan tersedianya fasilitas keagamaan yang inklusif pada setiap agenda berskala nasional maupun internasional di wilayah NTB.
09/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Raker UPZ 2026: BAZNAS NTB Perkuat Konsolidasi Zakat Melalui Inovasi Infak Pendidikan Hingga Sektor Pengadaan Barang
Raker UPZ 2026: BAZNAS NTB Perkuat Konsolidasi Zakat Melalui Inovasi Infak Pendidikan Hingga Sektor Pengadaan Barang
MATARAM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-NTB Tahun 2026 pada Rabu (7/10/2026) untuk memperkuat konsolidasi penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS NTB dan perwakilan DPRD Provinsi NTB ini menekankan bahwa penyaluran dana ZIS tidak lagi sekadar berorientasi pada bantuan konsumtif jangka pendek, melainkan difokuskan pada program pemberdayaan jangka panjang yang sistemik. Hingga 30 September 2026, BAZNAS NTB mencatat total realisasi penyaluran ZIS telah mencapai Rp18.362.239.048. Dana tersebut telah didistribusikan kepada 28.940 jiwa penerima manfaat di seluruh wilayah NTB melalui lima program utama, yakni BAZNAS Peduli, Cerdas, Makmur, Sehat, dan Rumah Layak Huni (RLH). Pimpinan BAZNAS NTB menegaskan bahwa lembaganya hadir untuk melengkapi dan menambal celah program pemerintah yang belum tersentuh di daerah pelosok, seperti di Desa Tepal, Kabupaten Sumbawa. Salah satu fokus utama adalah program RLH yang menargetkan pembangunan 380 unit rumah se-NTB dengan total anggaran mencapai Rp9 miliar yang dihimpun secara terencana. Optimalisasi ZIS Sektor Pendidikan dan Pengadaan Barang Jasa Sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama pengumpulan ZIS dengan potensi lebih dari 12.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Syamsul Hadi, menggagas wadah legal bernama "Infak Pendidikan" yang bernaung di bawah UPZ Sekolah. Langkah ini diambil guna menampung partisipasi wali murid secara sah dan transparan, sekaligus melindungi pihak sekolah dari risiko tuduhan pungutan liar (pungli). Pengelolaan dana di sekolah menerapkan prinsip "Zakat Setempat Membantu Setempat", di mana dana yang dihimpun diprioritaskan untuk membantu siswa kurang mampu dan fasilitas ibadah di sekolah tersebut. BAZNAS juga meluncurkan inisiatif "Green Zakat", yakni program pengumpulan sampah plastik sekolah yang hasil penjualannya disetorkan sebagai kas UPZ sekolah. Pada sektor ekonomi, BAZNAS NTB mengoptimalkan potensi ZIS dari sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Provinsi NTB yang nilai belanja melalui pihak ketiganya mencapai Rp765,9 miliar. BAZNAS mendorong kriteria "Perusahaan Taat Zakat" bagi para vendor pemprov dengan mewajibkan bukti setoran ZIS sebagai syarat pencairan termin akhir. Nilai pemotongan zakat disimulasikan secara proporsional sebesar 2,5 persen dari asumsi keuntungan wajar penyedia, yakni 10 persen dari total nilai kontrak. Bukti setoran zakat resmi dari BAZNAS ini nantinya dapat digunakan oleh pihak perusahaan sebagai pengurang penghasilan bruto kena pajak (tax deductible). Digitalisasi Layanan dan Akuntabilitas Kelembagaan Guna menjaga kepercayaan muzakki dan integritas lembaga, BAZNAS NTB yang rutin diaudit dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ini terus mengedepankan transparansi. BAZNAS kini mengimplementasikan sistem pelaporan digital yang otomatis mengirimkan konfirmasi transaksi dan ucapan terima kasih ke nomor WhatsApp muzakki. Selain itu, BAZNAS NTB juga meluncurkan teknologi Artificial Intelligence (AI) khusus zakat untuk membantu pengurus UPZ berkonsultasi mengenai dinamika fikih dan hukum zakat di lapangan. Dalam penetapan kewajiban zakat profesi, BAZNAS NTB berpedoman pada nisab penghasilan sebesar Rp7,64 juta per bulan, yang mengacu pada nilai 85 gram emas 14 karat demi memberikan kepastian hukum. Pimpinan BAZNAS NTB berpesan kepada seluruh pengurus UPZ agar memposisikan diri sebagai juru dakwah, mengingat tolok ukur utama keberhasilan ZIS bukan semata pada nominal angka, melainkan besarnya dampak nyata yang dirasakan oleh para mustahik.
07/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Dari Tepal hingga Pulau Bungin: BAZNAS NTB dan Gubernur Hadirkan Sembako serta Layanan Kesehatan Gratis
Dari Tepal hingga Pulau Bungin: BAZNAS NTB dan Gubernur Hadirkan Sembako serta Layanan Kesehatan Gratis
SUMBAWA — Menjangkau masyarakat mulai dari dataran tinggi hingga wilayah pesisir laut, Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA., mendampingi penuh agenda turun gelanggang Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, di wilayah Kabupaten Sumbawa. Rangkaian kunjungan kerja dua hari ini difokuskan pada penguatan jaring pengaman sosial dan pelayanan kesehatan bagi warga. Pada hari pertama kunjungan, Kamis (1/10/2026), rute perjalanan menembus wilayah dataran tinggi Desa Tepal. Di lokasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menghadirkan langsung layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan masyarakat pelosok mendapatkan akses medis yang memadai. Beriringan dengan pelayanan tersebut, BAZNAS NTB turut mengambil peran strategis dengan menyerahkan bantuan berupa paket sembako untuk warga prasejahtera. Melengkapi kebaikan di hari itu, Ketua BAZNAS NTB juga singgah di masjid desa setempat untuk menyerahkan langsung bantuan dana sabilillah guna menunjang kelancaran ibadah dan syiar keagamaan warga. Memasuki hari kedua pada Jumat (2/10/2026), rombongan bergeser ke wilayah pesisir, tepatnya di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas. Di permukiman padat penduduk ini, agenda sosial kembali digelar secara komprehensif. BAZNAS NTB bersama Pemprov NTB dan Rumah Sakit (RS) Manambai menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik warga pesisir tetap prima. Tak hanya berfokus pada pelayanan medis, Gubernur NTB juga melangsungkan dialog dan sosialisasi dengan warga setempat. Mengakselerasi manfaat dari kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS NTB kembali turun tangan menyerahkan bantuan dana sabilillah serta tambahan distribusi paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran Ketua BAZNAS NTB yang secara penuh mendampingi Gubernur ini menegaskan kembali komitmen kelembagaan bahwa zakat senantiasa berjalan beriringan dengan program-program strategis pemerintah demi satu tujuan utama: mengentaskan kemiskinan di penjuru Bumi Gora.
04/10/2026 | Humas BAZNAS NTB

Agenda Pimpinan

BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
Tamiang Aceh, Rabu, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tamiang Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) NTB, H. Zulkipli. Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS NTB terhadap saudara-saudara di Tamiang Aceh yang terdampak banjir, meliputi kebutuhan dasar bagi para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan pascabencana. Komandan BTB NTB, H. Zulkipli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki BAZNAS NTB yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. “BAZNAS NTB hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Bantuan ini adalah titipan dari para muzakki BAZNAS NTB yang dengan tulus berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, saya berkeliling untuk mengantarkan paket bantuannya ke beberapa titik terdampak” ujarnya. Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mewakili masyarakat terdampak banjir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS NTB dan seluruh muzakki yang telah membantu mereka. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki BAZNAS NTB dan seluruh pihak yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir,” ungkapnya haru. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia, sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemanusiaan.

17-12-2025 | HUMAS

REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
Mataram, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menguatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat melalui kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tingkat UPZ se-Pulau Lombok, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, di Aula Kantor BAZNAS NTB. Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS NTB, para pengelola unit UPZ dari berbagai instansi OPD dan Perusahaan tingkat Provinsi . Melalui rekonsiliasi ini, seluruh data penghimpunan ZIS dari masing-masing UPZ dicocokkan, diverifikasi, dan diselaraskan untuk memastikan keakuratan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana umat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi penting dalam menjaga amanah muzaki. “Rekonsiliasi ini adalah ruh dari tata kelola zakat yang transparan. Setiap data yang kita cocokkan hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah dan kepada para muzaki yang menitipkan amanahnya melalui kita,” ujar beliau. Beliau juga mengingatkan bahwa tugas para pengurus UPZ memiliki nilai ibadah yang besar. “Apa yang bapak ibu lakukan ini adalah amal jariyah. Bapak ibu menjadi wasilah terkumpulnya zakat di instansi masing-masing, dan melalui tangan bapak ibu, banyak mustahik merasakan manfaatnya.” Dr. Iqbal melanjutkan dengan pesan menyentuh terkait doa yang selalu disampaikan mustahik saat menerima bantuan: “Setiap kami turun mendistribusikan zakat, kami selalu menitipkan doa untuk para muzaki. Mustahik mendoakan dengan tulus: ‘Semoga Allah melapangkan rezeki dan diberikan keberkahan harta-harta mereka, dilipatgandakan oleh allah SWT dan disukseskan karirnya dan dijaga keluarganya.’ Doa-doa inilah yang menjadi pahala mengalir bagi bapak ibu semua.” Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap seluruh UPZ semakin memperkuat komitmen pelayanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS, dan menjaga amanah umat dengan sepenuh hati. BAZNAS NTB berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat dan manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.

27-11-2025 | Humas Baznas NTB

BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS  NASIONAL
BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS NASIONAL
Jakarta, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya BAZNAS tingkat provinsi yang mengikuti Pameran Inovasi IT yang digelar pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan posisi BAZNAS NTB sebagai lembaga pengelola zakat daerah yang paling progresif dalam pengembangan teknologi informasi. Dalam pameran tersebut, BAZNAS NTB menampilkan BAZNAS NTB in Hand, sebuah platform integratif yang merangkum berbagai aplikasi unggulan untuk memperkuat transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas program-program BAZNAS NTB. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Zulkipli, SE., MM., hadir mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB untuk memperkenalkan langsung inovasi digital yang dibangun BAZNAS NTB selama beberapa tahun terakhir. Rangkaian Aplikasi Inovatif yang Terintegrasi dalam BAZNAS NTB IN HAND 1. SIMPAN – Sistem Informasi Penghimpunan Aplikasi ini menyajikan data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara real time, lengkap dengan: Target penghimpunan, Capaian realisasi, Perbandingan dengan periode sebelumnya, Grafik perkembangan, Fitur analisis lainnya. SIMPAN membantu pengambilan keputusan strategis sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada publik. 2. SIGEDE MAHYANI – Sistem Informasi Geografis Data Elektronik Mahyani Aplikasi geospasial yang menampilkan: Data penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani), Data penerima Gerobak Dagang ZKUP (Zakat Kelompok Usaha Produktif), Peta sebaran titik Mahyani dan ZKUP di seluruh kabupaten/kota di NTB. SIGEDE MAHYANI menjadi sarana monitoring yang efektif bagi pelaksanaan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah. 3. SIDIK – Sistem Informasi Data Terintegrasi Mustahik Sebuah sistem basis data mustahik berbasis geospasial yang menghimpun informasi para penerima manfaat secara detail dan terintegrasi. Melalui SIDIK, proses verifikasi, validasi, hingga evaluasi program menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat. 4. ZAKATIN – Aplikasi Layanan Zakat NTB ZAKATIN merupakan aplikasi terbaru BAZNAS NTB yang segera hadir di PlayStore. Aplikasi ini mengadopsi konsep layanan digital seperti Cinta Zakat milik BAZNAS RI, memungkinkan masyarakat membayar zakat, infak, dan sedekah secara mudah, aman, dan terverifikasi. Komitmen BAZNAS NTB terhadap Digitalisasi Pengelolaan Zakat Melalui partisipasi di Pameran Inovasi IT, BAZNAS NTB memperkuat komitmennya menghadirkan layanan zakat yang modern, inklusif, dan berbasis data digital. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu: meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jangkauan layanan, mempercepat penyaluran manfaat, serta memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di NTB. “BAZNAS NTB bangga bisa mewakili daerah dalam pameran nasional ini. Inovasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan amanah umat dapat dikelola dengan lebih profesional dan transparan,” ujar H. Zulkipli. Tentang Pameran Inovasi IT: Pameran ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai lembaga, institusi, dan pelaku inovasi teknologi dari seluruh Indonesia. Kehadiran BAZNAS NTB sebagai satu-satunya BAZNAS Provinsi memberikan warna baru dalam upaya digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.

26-11-2025 | Humas Baznas NTB

Berita Pendistribusian

Turun ke Pelosok KSB, BAZNAS NTB Pastikan Bantuan Modal Usaha Z Daya Tepat Sasar
Turun ke Pelosok KSB, BAZNAS NTB Pastikan Bantuan Modal Usaha Z Daya Tepat Sasar
SUMBAWA BARAT — Guna menjaga amanah muzaki dan memastikan penyaluran dana zakat produktif berjalan akuntabel, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan verifikasi faktual secara langsung ke lapangan. Pada Rabu (9/9/2026), tim BAZNAS NTB melaksanakan survei kelayakan calon penerima Program Z Daya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Survei program yang berada di bawah inisiatif "BAZNAS NTB Makmur" ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA., sebagai representasi dari Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA. Proses identifikasi dan validasi data ini tidak dilakukan sendirian. Segenap unsur pimpinan BAZNAS KSB, yang terdiri dari Ketua dan seluruh jajaran Komisioner, turut serta mendampingi kegiatan survei tersebut dari awal hingga akhir. Keterlibatan aktif BAZNAS KSB dinilai sangat krusial karena mereka memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peta demografi dan kebutuhan riil masyarakat di wilayahnya. Melalui peninjauan langsung (survei) ini, tim gabungan BAZNAS dapat menilai secara objektif kelayakan usaha mikro milik warga yang akan diintervensi oleh Program Z Daya. Validasi di lapangan sangat penting untuk menghindari salah sasaran, sehingga bantuan permodalan dan pemberdayaan ekonomi yang disalurkan dapat memberikan dampak yang maksimal. Dengan prinsip kerja yang transparan, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan mampu mengangkat derajat ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
09/09/2026 | Humas BAZNAS NTB
Senyum untuk Guru Honorer dan Siswa, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan di Sumbawa
Senyum untuk Guru Honorer dan Siswa, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan di Sumbawa
SUMBAWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menebar manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada Rabu (9/9/2026), tim BAZNAS NTB yang hadir mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA., menyalurkan bantuan pendidikan dan kesejahteraan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan para siswa di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan pendistribusian yang dipusatkan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sumbawa ini dirangkaikan dengan agenda strategis, yakni Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 2 Tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat regulasi dan optimalisasi tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di daerah agar dampaknya semakin luas dan merata. Rasa haru dan syukur mewarnai penyerahan bantuan tersebut. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa turut menitipkan salam hormat untuk Ketua BAZNAS NTB. Sementara itu, lantunan doa tulus terucap dari para penerima manfaat yang merasa sangat terbantu dengan hadirnya program ini. Mereka mendoakan agar Gubernur NTB, segenap Pimpinan dan Amil BAZNAS, serta secara khusus para Aparatur Sipil Negara (ASN) se-NTB yang telah menjadi muzaki (pembayar zakat), senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam mengemban amanah. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian para ASN melalui zakat profesi telah bertransformasi menjadi penyambung harapan bagi masa depan pendidikan di Bumi Gora.
09/09/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS NTB Gelar Sosialisasi Pergub 2/2026 di KCD Sumbawa Barat
BAZNAS NTB Gelar Sosialisasi Pergub 2/2026 di KCD Sumbawa Barat
SUMBAWA BARAT — Guna memaksimalkan potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara terukur dan transparan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggencarkan sosialisasi regulasi pengelolaan zakat ke berbagai instansi. Pada Rabu (9/9/2026), BAZNAS NTB menggelar agenda Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 di Kantor Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan edukasi kebijakan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA., yang bertugas mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi yang solid, ditandai dengan hadirnya Ketua beserta seluruh jajaran Komisioner BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat yang setia mendampingi jalannya acara. Menariknya, agenda sosialisasi regulasi ini tidak hanya berisi pemaparan teoretis, melainkan langsung dibarengi dengan bukti nyata penyaluran manfaat zakat. Di hadapan para peserta, BAZNAS NTB menyerahkan bantuan dana kesejahteraan dan pendidikan yang diperuntukkan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) serta para siswa berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional sesuai regulasi akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberdayakan. Rasa syukur pun diungkapkan oleh para guru dan siswa penerima manfaat. Mereka menuturkan bahwa intervensi bantuan dari BAZNAS sangat meringankan beban ekonomi, sekaligus memberikan kemudahan fasilitas bagi mereka dalam menjalankan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari-hari. BAZNAS NTB berharap, terbitnya Pergub 2/2026 ini dapat semakin mendorong semangat kebaikan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendidik untuk terus menunaikan zakatnya, demi masa depan pendidikan generasi muda NTB yang lebih gemilang.
09/09/2026 | Humas BAZNAS NTB

Artikel Terbaru

BAZNAS NTB dan Desa Berdaya: Menyentuh Jantung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
BAZNAS NTB dan Desa Berdaya: Menyentuh Jantung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Kemiskinan ekstrem hadir dalam kehidupan keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan, menempati rumah yang tidak layak, menghadapi hambatan berobat, atau tidak memiliki sumber penghasilan yang pasti. Karena itu, pengentasannya harus menjangkau keluarga secara langsung, memahami persoalan yang mereka hadapi, dan menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam konteks inilah kehadiran BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi penting bagi Program Desa Berdaya yang diusung Gubernur NTB. Pemerintah Provinsi NTB menempatkan Desa Berdaya sebagai gerakan bersama untuk mengurangi kemiskinan melalui pembangunan dari desa dan pendekatan berbasis data. Arah tersebut membuka ruang bagi BAZNAS untuk memperkuat sinergi, terutama dalam menjangkau keluarga miskin ekstrem yang membutuhkan penanganan secara spesifik. Kekuatan sinergi itu terletak pada kemampuan menghubungkan program pembangunan desa dengan keadaan nyata setiap keluarga. Desa dapat memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, atau pariwisata. Namun, keluarga paling miskin belum tentu mampu memanfaatkan potensi tersebut. Mereka mungkin tidak memiliki modal, alat kerja, keterampilan, atau kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk mulai berusaha. Di titik inilah BAZNAS dapat mengambil peran yang menentukan. BNBA sebagai dasar penanganan keluarga Pendekatan By Name By Address atau BNBA, yakni berdasarkan nama dan alamat, memberikan dasar untuk mengenali keluarga sasaran secara jelas. Dengan pendekatan ini, pertanyaan pengentasan kemiskinan menjadi lebih konkret: siapa yang perlu dibantu, di mana mereka tinggal, apa penyebab kesulitannya, dan dukungan apa yang paling mendesak? Akan tetapi, nama dan alamat harus dilengkapi dengan verifikasi lapangan. Setiap keluarga memiliki keadaan yang berbeda. Keluarga dengan anggota usia produktif yang mampu bekerja memerlukan dukungan berbeda dari keluarga lansia, penyandang disabilitas, atau keluarga yang menanggung anggota dengan penyakit berkepanjangan. Bantuan perlu mengikuti hasil penilaian tersebut. BNBA perlu menjadi pintu masuk bagi penyusunan rencana pendampingan keluarga. Data harus diperbarui, diselaraskan bersama pemerintah desa dan pendamping program, serta digunakan secara bertanggung jawab. Ketepatan sasaran juga perlu disertai penilaian kelayakan sebagai mustahik agar pendayagunaan zakat tetap sesuai dengan peruntukannya. Dengan cara itu, BAZNAS dapat hadir lebih dekat dengan persoalan yang hendak diselesaikan. Bantuan memiliki penerima yang jelas, kebutuhan yang teridentifikasi, dan tujuan perubahan yang dapat dipantau. Menghubungkan perlindungan dengan pemberdayaan Keluarga miskin ekstrem membutuhkan jalan keluar yang bertahap. Ketika kebutuhan pangan belum terpenuhi atau tempat tinggal membahayakan kesehatan, keluarga memerlukan perlindungan terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan dasar memberikan ruang bagi mereka untuk memikirkan langkah berikutnya. Peran nyata BAZNAS dalam Desa Berdaya telah terlihat melalui kolaborasi BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Kota Bima dalam bantuan Rumah Layak Huni di Kelurahan Ntobo. Publikasi resmi BAZNAS Kota Bima menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Desa Berdaya, dengan penerima yang melalui proses verifikasi. Kehadiran ini menunjukkan bahwa sinergi dapat diwujudkan sampai pada kebutuhan keluarga. Langkah berikutnya perlu diarahkan pada pemberdayaan sesuai kemampuan penerima. Bagi keluarga yang memiliki potensi usaha, dukungan dapat berupa alat kerja, modal usaha yang sesuai kebutuhan, pelatihan praktis, serta pendampingan pemasaran. Usaha yang dikembangkan sebaiknya bertumpu pada keterampilan keluarga dan peluang ekonomi di desanya. Pemberian modal perlu disertai pendampingan. Penerima membutuhkan bantuan untuk menghitung biaya, memisahkan uang usaha dari kebutuhan rumah tangga, menjaga kualitas produk, dan menemukan pembeli. Tanpa pendampingan, bantuan produktif berisiko habis sebelum mampu menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. Sementara itu, keluarga yang belum atau tidak mampu bekerja tetap membutuhkan perlindungan yang memadai. Keberhasilan pemberdayaan harus dinilai secara adil, sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga. Sinergi yang bekerja sampai ke rumah warga Dalam wilayah sasaran Desa Berdaya, BAZNAS Provinsi NTB perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, BAZNAS kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta pendamping. Sinergi tersebut harus menghasilkan pembagian peran yang jelas untuk setiap keluarga sasaran. Melalui pemetaan kebutuhan bersama, pemerintah dapat menghubungkan keluarga dengan layanan dasar dan program yang tersedia, sementara BAZNAS memperkuat dukungan bagi mustahik sesuai kewenangan dan kemampuan dananya. Pendamping membantu memastikan dukungan itu diterima, digunakan, dan dievaluasi. Dengan demikian, bantuan saling melengkapi dan keluarga yang membutuhkan tidak terlewatkan. Ukuran keberhasilannya perlu bergerak dari jumlah bantuan menuju perubahan kehidupan. Apakah kebutuhan pangan keluarga lebih terjamin? Apakah tempat tinggalnya lebih layak? Apakah anak tetap bersekolah? Apakah anggota keluarga memperoleh akses layanan kesehatan? Apakah usaha mulai menghasilkan pendapatan yang lebih stabil? Perubahan tersebut perlu dicatat sejak kondisi awal dan dipantau secara berkala. Bantuan yang telah disalurkan belum otomatis membuktikan keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem. Penilaian hasil harus didasarkan pada perubahan yang terukur dan kriteria yang berlaku. Di sinilah makna kehadiran BAZNAS yang “menusuk ke jantung pengentasan kemiskinan”: menjangkau keluarga yang mengalami kemiskinan secara langsung, memahami akar persoalannya, dan mendampingi proses perbaikannya. BNBA memberi arah, verifikasi memastikan ketepatan, sinergi memperkuat penanganan, dan pendampingan menjaga keberlanjutan. Desa Berdaya akan semakin bermakna ketika keluarga paling rentan ikut merasakan manfaat pembangunan. Kehadiran BAZNAS Provinsi NTB perlu terus diperkuat agar zakat, infak, dan sedekah menjadi kekuatan yang membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar, membangun penghidupan, dan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.
12/10/2026 | Humas BAZNAS NTB
Mengapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia Hanya untuk Bersedekah?
Mengapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia Hanya untuk Bersedekah?
Mengapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia Hanya untuk Bersedekah? Pernahkah kita membayangkan, jika seandainya orang-orang yang telah meninggal dunia diberikan satu kali kesempatan oleh Allah SWT untuk kembali hidup di dunia, apa yang paling ingin mereka lakukan? Apakah mereka akan menemui keluarga, menghabiskan harta yang tersisa, atau membangun rumah yang lebih megah? Ternyata tidak. Al-Qur'an secara gamblang mengungkap jeritan hati para ahli kubur. Jika diizinkan kembali ke dunia, meskipun hanya sesaat, pilihan utama mereka bukanlah melaksanakan salat, berpuasa, atau pergi haji, melainkan bersedekah. Jeritan Hati Ahli Kubur dalam Al-Qur'an Keinginan yang mendalam ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, Surah Al-Munafiqun ayat 10: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'” (QS. Al-Munafiqun: 10). Ayat ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bagi kita yang masih bernapas. Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan penyesalan setelahnya adalah hal yang sia-sia. Mengapa Harus Sedekah? Seorang ulama besar, Imam Al-Qurthubi, pernah menjelaskan rahasia di balik ayat ini. Beliau bersabda: "Mengapa orang yang telah mati memilih sedekah dan tidak memilih amalan lain? Karena dia telah melihat dahsyatnya pahala dan keuntungan sedekah setelah kematiannya." Ketika ruh terpisah dari jasad dan memasuki alam barzakh, tirai gaib terbuka. Di sanalah manusia melihat realitas yang sebenarnya. Ada beberapa alasan kuat mengapa sedekah menjadi amalan yang paling dirindukan ahli kubur: 1. Sedekah adalah Pemadam Panas Alam Kubur Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang shahih: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan panasnya kubur bagi pelakunya. Dan sesungguhnya seorang mukmin hanyalah akan bernaung di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat.” (HR. At-Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah). 2. Investasi yang Pahalanya Terus Mengalir Sedekah, terutama sedekah jariyah, adalah aset yang tidak akan tergerus oleh kematian. Ketika semua amalan terputus, aliran pahala sedekah tetap mengalir deras menerangi kubur pengamalnya. 3. Bukti Keimanan yang Nyata (As-Shadaqah Burhan) Nabi SAW menegaskan bahwa “Sedekah itu adalah bukti” (HR. Muslim). Sedekah membuktikan bahwa seorang hamba lebih mencintai Allah daripada harta bendanya. Renungan untuk Kita yang Masih Hidup Sahabat beriman, penyesalan yang dialami oleh orang-orang terdahulu seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita hari ini. Kita tidak perlu menunggu ajal menjemput untuk menyadari betapa berharganya selembar uang yang kita infakkan di jalan Allah. Saat ini, kita masih memiliki kesempatan yang tidak dimiliki oleh mereka yang berada di dalam kubur. Kita masih memiliki harta, kesehatan, dan waktu. Melalui BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat, kami terus menyaksikan bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang Anda tunaikan mampu mengubah air mata kemiskinan menjadi senyuman kemandirian bagi para mustahik (penerima manfaat). Sedekah Anda hari ini bukan hanya menolong hidup orang lain di dunia, tetapi hakikatnya sedang membangun rumah dan keteduhan bagi diri Anda sendiri di akhirat kelak. Jangan tunggu besok, karena kita tidak pernah tahu apakah esok hari kita masih menjadi orang yang bersedekah, atau justru menjadi orang yang memohon untuk kembali ke dunia demi bisa bersedekah. Mari bersedekah sekarang, sebelum terlambat.
15/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Zakat dalam dimensi syariat Islam tidak sekadar diposisikan sebagai instrumen ritual pembersih harta semata, melainkan memiliki fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi keumatan. Ruh utama dari pengelolaan zakat yang amanah dan profesional adalah bagaimana dana yang dihimpun dari para muzakki (pemberi zakat) dapat berdaya guna secara jangka panjang bagi para mustahiq (penerima zakat). BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memandang bahwa penanggulangan kemiskinan tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan pola pendistribusian konsumtif. Kita harus berani melangkah lebih jauh: melakukan transformasi fundamental untuk mengubah status mustahiq menjadi mutashaddiq (orang yang gemar bersedekah) atau bahkan menjadi muzakki baru. Filosofi pemberdayaan ini sejalan dengan kaidah fikih zakat yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Pemberian bantuan modal keterampilan jauh lebih mulia dan berdampak masif ketimbang sekadar memberikan bantuan instan yang habis dalam sehari. Melalui program pendayagunaan yang terukur, BAZNAS NTB berkomitmen melahirkan potret-potret wirausahawan baru dari kalangan yang sebelumnya ketergantungan menjadi mandiri dan berdaya secara finansial. Enam Pilar Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kompetensi Sebagai manifestasi nyata dari visi tersebut, dalam waktu dekat ini BAZNAS Provinsi NTB akan menggelar rangkaian pelatihan kewirausahaan intensif yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan pasar riil di lapangan. Kami tidak ingin menyelenggarakan pelatihan yang bersifat formalitas semata. Oleh karena itu, kami memetakan enam sektor keterampilan strategis yang memiliki serapan ekonomi tinggi dan peluang usaha mandiri yang terbuka lebar: 1. Pelatihan Teknik Las (Welding): Membekali peserta dengan keterampilan pengelasan logam untuk memenuhi tingginya kebutuhan jasa bengkel las konstruksi ringan di NTB. 2. Pelatihan Tukang Bangunan Modern: Meningkatkan standardisasi keahlian tukang bangunan lokal agar mampu bersaing secara profesional di tengah masifnya proyek infrastruktur. 3. Pelatihan Servis AC (Air Conditioner): Menjawab melonjaknya kebutuhan perawatan dan perbaikan AC baik di sektor perkantoran, perhotelan, maupun rumah tangga. 4. Pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal): Langkah strategis mendukung ekosistem industri halal di NTB sekaligus mencetak tenaga sembelih bersertifikasi resmi. 5. Pelatihan Pembuatan Roti dan Kuliner Strategis: Sektor ini tidak sekadar melatih keterampilan membuat adonan, melainkan diarahkan langsung pada kemitraan rantai pasok. BAZNAS NTB menargetkan hilirisasi konkret pasca-pelatihan, di mana para alumni akan langsung dikerjasamakan dengan SPPG untuk memenuhi kebutuhan pengadaan produk roti secara berkelanjutan. Langkah ini memastikan bahwa produk buatan mustahiq memiliki pasar yang pasti (offtaker) sejak hari pertama mereka lulus. 6. Pelatihan Menjahit dan Tata Busana: Membuka peluang usaha konfeksi mandiri, permak pakaian, hingga produksi busana Muslim lokal. Pendekatan Komprehensif: Intervensi Alat dan Pendampingan Berkelanjutan Satu hal yang membedakan program BAZNAS NTB dengan pelatihan konvensional lainnya adalah penerapan formula intervensi hulu-hilir. Banyak program pelatihan di luar sana yang gagal karena setelah selesai, para peserta kebingungan karena tidak memiliki modal untuk membeli alat usaha. BAZNAS NTB memutus rantai kegagalan tersebut dengan memberikan paket stimulan berupa alat kerja/produksi lengkap sesuai bidang pelatihan masing-masing langsung kepada para peserta pasca-pelatihan. Keahlian tanpa alat laksana prajurit yang maju ke medan perang tanpa senjata. Maka dari itu, penyerahan alat kerja adalah harga mati. Selain modal alat, BAZNAS NTB juga menerjunkan tim pendamping secara berkala. Pendampingan ini mencakup dua aspek utama: pertama, manajemen usaha (tata kelola keuangan sederhana, promosi, dan pengembangan pasar); kedua, pendampingan spiritual (pembinaan mental spiritual dan motivasi ibadah). Kita ingin membentuk karakter wirausahawan yang jujur, amanah, dan memiliki etos kerja Islami yang kuat. Menuju Kemandirian Ekonomi Keumatan Melalui integrasi antara pelatihan kompetensi, bantuan fasilitas alat, dan pendampingan yang konsisten, kita optimis bahwa output dari program ini adalah lahirnya kemandirian ekonomi. Ketika usaha mereka mulai berjalan dan menghasilkan laba, perlahan namun pasti tingkat kesejahteraan mereka akan meningkat. Pada titik inilah proses transformasi itu terjadi: mereka yang tadinya berstatus sebagai penerima zakat (mustahiq), mulai naik kelas menjadi orang yang gemar bersedekah (mutashaddiq), dan insya Allah dalam beberapa tahun ke depan menjelma menjadi pembayar zakat (muzakki). Ikhtiar mulia ini tentu membutuhkan sinergi dan doa restu dari seluruh lapisan masyarakat NTB, khususnya para muzakki yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang Anda tunaikan, kini bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi, menjadi las yang menyambung harapan, menjadi jahitan yang merajut masa depan, dan menjadi doa-doa tulus yang mengetuk pintu langit demi NTB yang makmur mendunia dan barokah.
15/07/2026 | Humas Baznas NTB