
Berita Terkini
BAZNAS PROV NTB TELAH HADIR DI FLORES, ANTARKAN AMANAH BANTUAN MASYARAKAT NTB
REOK, MANGGARAI (17 Agustus 2026) – Bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, rombongan BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi tiba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB, H. Zulkipli, bertujuan untuk mengantarkan dan menyalurkan langsung amanah bantuan dari masyarakat NTB.
Posko Utama BAZNAS Prov NTB kini resmi beroperasi dan dipusatkan di Pondok Pesantren Pancasila, Kelurahan Tanah Putih, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Posko ini akan menjadi pusat kendali logistik, koordinasi lapangan, serta pendistribusian bantuan secara terpadu.
Semangat Kemerdekaan dan Perjalanan 2 Hari
Menjangkau lokasi posko di Kecamatan Reok bukanlah perkara mudah. Rombongan BAZNAS Prov NTB harus menempuh perjalanan darat dan laut yang melelahkan selama dua hari penuh dari Mataram.
"Perjalanan lintas pulau selama dua hari ini penuh tantangan, namun seluruh rasa lelah terbayar tuntas ketika kami tiba di lokasi dan disambut hangat oleh pengelola Pondok Pesantren Pancasila serta masyarakat Reok. Momen kedatangan yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-81 RI ini menjadi lecutan semangat bagi kami bahwa mengantarkan amanah rakyat NTB adalah bagian dari memaknai kemerdekaan dan persaudaraan sesama anak bangsa," ujar Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB, H. Zulkipli.
Pernyataan Ketua BAZNAS Prov NTB
Ketua BAZNAS Prov NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, menegaskan bahwa aksi solidaritas lintas provinsi ini merupakan komitmen nyata BAZNAS dalam merespons kebutuhan masyarakat dan menyalurkan kepedulian masyarakat NTB tanpa terbatas sekat geografis.
"Kehadiran BAZNAS NTB di Flores adalah wujud penataan amanah dan kepedulian mendalam dari seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari para masyarakat NTB sampai di tangan yang tepat secara cepat dan bermakna," tegas Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad.
"Di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini, BAZNAS NTB hadir untuk membawa pesan persatuan. Tidak ada jarak dalam kemanusiaan. Semoga kehadiran posko di Reok ini membawa keberkahan, meringankan beban saudara-saudara kita, serta mempererat tali silaturahmi antara masyarakat NTB dan NTT," tambahnya.
Informasi Posko Kemanusiaan:
* Lokasi Posko: Pondok Pesantren Pancasila
* Alamat: Kelurahan Tanah Putih, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)
* Penanggung Jawab Field: H. Zulkipli (Wakil Ketua II BAZNAS Prov NTB)
17/08/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui Pelatihan Pembuatan Roti
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Pembuatan Roti (Bakery) yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di Laboratorium Tata Boga BLUD SMKN 4 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi NTB, terdiri atas 5 peserta dari Kabupaten Lombok Tengah, 10 peserta dari Kabupaten Lombok Barat, 1 peserta dari Kabupaten Lombok Timur, 2 peserta dari Kabupaten Lombok Utara, dan 6 peserta dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pelatihan dipandu oleh dua orang instruktur berpengalaman dari BLUD SMKN 4 Mataram yang memberikan pembelajaran secara teori maupun praktik.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pengenalan bahan baku, formulasi adonan, teknik fermentasi, penggunaan peralatan bakery, proses pemanggangan, hingga teknik pengemasan produk yang memenuhi standar kualitas dan memiliki nilai jual. Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran sebagai bekal dalam mengembangkan usaha bakery yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha peserta setelah pelatihan, BAZNAS Provinsi NTB turut menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin mixer berkapasitas 5–7 kilogram dan oven listrik. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kesiapan peserta dalam memenuhi kebutuhan pasar, sehingga mampu menghasilkan produk bakery yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Melalui program ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri maupun berkelompok. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menciptakan UMKM yang lebih produktif, berdaya saing, dan mandiri, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Bekali Mustahik Keterampilan Menjahit untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan SMKN 4 Mataram menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, bertempat di Laboratorium Tata Busana SMKN 4 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi NTB. Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar menjahit sebagai bekal dalam membangun usaha mandiri maupun meningkatkan kompetensi di bidang tata busana.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan alat dan bahan menjahit, teknik pengukuran badan, pembuatan pola dasar, pemotongan kain, pengoperasian mesin jahit, hingga praktik menjahit secara bertahap. Sebagai hasil akhir pembelajaran, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pembuatan rok sebagai produk praktik yang menjadi indikator keberhasilan penguasaan teknik dasar menjahit. Melalui pendampingan instruktur, peserta mampu memahami tahapan menjahit mulai dari proses persiapan hingga penyelesaian produk dengan hasil yang rapi dan sesuai standar dasar tata busana.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan usaha peserta, BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin jahit high-speed digital beserta perlengkapan menjahit lainnya, antara lain kain, penggaris pola, pita ukur, gunting kain, jarum, benang, dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk mulai membuka usaha jasa menjahit maupun mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan dan bantuan peralatan yang telah diberikan untuk menciptakan peluang usaha yang produktif serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pelatihan menjahit ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Provinsi NTB dalam melahirkan masyarakat yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Agenda Pimpinan

BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
Tamiang Aceh, Rabu, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tamiang Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) NTB, H. Zulkipli.
Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS NTB terhadap saudara-saudara di Tamiang Aceh yang terdampak banjir, meliputi kebutuhan dasar bagi para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan pascabencana.
Komandan BTB NTB, H. Zulkipli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki BAZNAS NTB yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
“BAZNAS NTB hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Bantuan ini adalah titipan dari para muzakki BAZNAS NTB yang dengan tulus berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, saya berkeliling untuk mengantarkan paket bantuannya ke beberapa titik terdampak” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mewakili masyarakat terdampak banjir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS NTB dan seluruh muzakki yang telah membantu mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki BAZNAS NTB dan seluruh pihak yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir,” ungkapnya haru.
Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia, sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemanusiaan.
17-12-2025 | HUMAS

REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
Mataram, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menguatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat melalui kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tingkat UPZ se-Pulau Lombok, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, di Aula Kantor BAZNAS NTB.
Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS NTB, para pengelola unit UPZ dari berbagai instansi OPD dan Perusahaan tingkat Provinsi . Melalui rekonsiliasi ini, seluruh data penghimpunan ZIS dari masing-masing UPZ dicocokkan, diverifikasi, dan diselaraskan untuk memastikan keakuratan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi penting dalam menjaga amanah muzaki.
“Rekonsiliasi ini adalah ruh dari tata kelola zakat yang transparan. Setiap data yang kita cocokkan hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah dan kepada para muzaki yang menitipkan amanahnya melalui kita,” ujar beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas para pengurus UPZ memiliki nilai ibadah yang besar.
“Apa yang bapak ibu lakukan ini adalah amal jariyah. Bapak ibu menjadi wasilah terkumpulnya zakat di instansi masing-masing, dan melalui tangan bapak ibu, banyak mustahik merasakan manfaatnya.”
Dr. Iqbal melanjutkan dengan pesan menyentuh terkait doa yang selalu disampaikan mustahik saat menerima bantuan:
“Setiap kami turun mendistribusikan zakat, kami selalu menitipkan doa untuk para muzaki. Mustahik mendoakan dengan tulus: ‘Semoga Allah melapangkan rezeki dan diberikan keberkahan harta-harta mereka, dilipatgandakan oleh allah SWT dan disukseskan karirnya dan dijaga keluarganya.’ Doa-doa inilah yang menjadi pahala mengalir bagi bapak ibu semua.”
Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap seluruh UPZ semakin memperkuat komitmen pelayanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS, dan menjaga amanah umat dengan sepenuh hati.
BAZNAS NTB berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat dan manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.
27-11-2025 | Humas Baznas NTB

BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS NASIONAL
Jakarta, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya BAZNAS tingkat provinsi yang mengikuti Pameran Inovasi IT yang digelar pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan posisi BAZNAS NTB sebagai lembaga pengelola zakat daerah yang paling progresif dalam pengembangan teknologi informasi.
Dalam pameran tersebut, BAZNAS NTB menampilkan BAZNAS NTB in Hand, sebuah platform integratif yang merangkum berbagai aplikasi unggulan untuk memperkuat transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas program-program BAZNAS NTB.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Zulkipli, SE., MM., hadir mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB untuk memperkenalkan langsung inovasi digital yang dibangun BAZNAS NTB selama beberapa tahun terakhir.
Rangkaian Aplikasi Inovatif yang Terintegrasi dalam BAZNAS NTB IN HAND
1. SIMPAN – Sistem Informasi Penghimpunan
Aplikasi ini menyajikan data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara real time, lengkap dengan: Target penghimpunan, Capaian realisasi, Perbandingan dengan periode sebelumnya, Grafik perkembangan, Fitur analisis lainnya.
SIMPAN membantu pengambilan keputusan strategis sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada publik.
2. SIGEDE MAHYANI – Sistem Informasi Geografis Data Elektronik Mahyani
Aplikasi geospasial yang menampilkan: Data penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani), Data penerima Gerobak Dagang ZKUP (Zakat Kelompok Usaha Produktif), Peta sebaran titik Mahyani dan ZKUP di seluruh kabupaten/kota di NTB.
SIGEDE MAHYANI menjadi sarana monitoring yang efektif bagi pelaksanaan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah.
3. SIDIK – Sistem Informasi Data Terintegrasi Mustahik
Sebuah sistem basis data mustahik berbasis geospasial yang menghimpun informasi para penerima manfaat secara detail dan terintegrasi. Melalui SIDIK, proses verifikasi, validasi, hingga evaluasi program menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
4. ZAKATIN – Aplikasi Layanan Zakat NTB
ZAKATIN merupakan aplikasi terbaru BAZNAS NTB yang segera hadir di PlayStore. Aplikasi ini mengadopsi konsep layanan digital seperti Cinta Zakat milik BAZNAS RI, memungkinkan masyarakat membayar zakat, infak, dan sedekah secara mudah, aman, dan terverifikasi.
Komitmen BAZNAS NTB terhadap Digitalisasi Pengelolaan Zakat Melalui partisipasi di Pameran Inovasi IT, BAZNAS NTB memperkuat komitmennya menghadirkan layanan zakat yang modern, inklusif, dan berbasis data digital. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu: meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jangkauan layanan, mempercepat penyaluran manfaat, serta memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di NTB.
“BAZNAS NTB bangga bisa mewakili daerah dalam pameran nasional ini. Inovasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan amanah umat dapat dikelola dengan lebih profesional dan transparan,” ujar H. Zulkipli.
Tentang Pameran Inovasi IT: Pameran ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai lembaga, institusi, dan pelaku inovasi teknologi dari seluruh Indonesia. Kehadiran BAZNAS NTB sebagai satu-satunya BAZNAS Provinsi memberikan warna baru dalam upaya digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.
26-11-2025 | Humas Baznas NTB
Berita Pendistribusian

Ringankan Beban Umat, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk 5 Bersaudara
LOMBOK TENGAH — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merespons kluster kemanusiaan dan kemiskinan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan sosial kedaruratan kepada lima bersaudara di Dusun Pesantek Daye, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (15/7/2026).
Aksi kepedulian sosial ini dilaksanakan atas atensi dan arahan langsung dari Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA., guna memastikan peran aktif dan kehadiran lembaga zakat secara inklusif di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan secara langsung oleh tim pelaksana lapangan BAZNAS NTB kepada lima bersaudara penerima manfaat, yaitu Amaq Maliki, Amaq Jumrah, Inaq Sabriah, Inaq Sahnah, dan Inaq Asiah. Proses penyerahan berlangsung dengan lancar dan diselimuti suasana penuh kekeluargaan.
Melalui program pendistribusian berbasis kepedulian ini, BAZNAS NTB berharap stimulan bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata dalam meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok harian serta menjadi pemantik semangat bagi keluarga penerima manfaat.
Pihak BAZNAS NTB juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para muzaki yang telah memercayakan penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mereka melalui BAZNAS NTB. Amanah yang dikelola secara profesional dan akuntabel ini diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki, sekaligus membawa keberkahan dan kemaslahatan yang luas bagi para mustahik di wilayah NTB.
15/07/2026 | Humas Baznas NTB

Penuh Haru, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Penderita Kanker Otak di Lenek
LOMBOK TIMUR — Mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. L. Muhammad Iqbal, MA., dan Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, SE., MM., tim layanan kemanusiaan BAZNAS NTB bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada Ananda Vino, seorang anak yang tengah berjuang melawan penyakit kanker otak di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (13/7/2026).
Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk respons cepat dan komitmen nyata kepedulian BAZNAS NTB dalam meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan yang berat.
Kunjungan tersebut menyisipkan kisah perjuangan yang menyentuh hati. Di tengah kondisi fisiknya yang sedang diuji oleh penyakit kanker otak, Ananda Vino menyimpan cita-cita mulia yang sangat besar, yaitu ingin menjadi seorang Tuan Guru (ulama) kelak.
Sambil menahan haru, orang tua Vino mengungkapkan harapan dan doa mendalam agar Allah SWT memberikan mukjizat kesembuhan bagi putra mereka. Dengan kesembuhan tersebut, diharapkan Vino dapat kembali sehat, melanjutkan jenjang pendidikannya, serta mampu mewujudkan cita-cita luhurnya untuk berdakwah di tengah umat.
Penyaluran bantuan dari BAZNAS NTB ini diharapkan tidak sekadar meringankan beban finansial dan biaya operasional pengobatan yang dihadapi keluarga, tetapi juga menjadi suntikan moral dan modal semangat bagi Ananda Vino agar terus kuat dalam menjalani seluruh tahapan perawatan medis.
Melalui momentum ini, BAZNAS NTB juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para muzaki. Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat yang dikelola secara profesional. Semoga kepedulian para muzaki ini dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, seiring dengan doa kesembuhan yang dipanjatkan untuk Ananda Vino.
13/07/2026 | Humas Baznas NTB

BAZNAS NTB Hadiri Grand Opening Z Coffee Hening di Universitas Hamzanwadi
LOMBOK TIMUR — Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Ahmad Rusli, S.Ag., menghadiri acara Grand Opening Z Coffee Hening yang berlokasi di lingkungan kampus Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (9/7/2026).
Kehadiran H. Ahmad Rusli, S.Ag. dalam peresmian ini adalah untuk mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A. Dalam agenda strategis tersebut, Wakil Ketua IV turut didampingi oleh SAI (Satuan Audit Internal) dan Analisis Syariah BAZNAS NTB, Ust. Zainul Muttaqin, guna memastikan keselarasan program serta akuntabilitas tata kelola di lapangan.
Acara peresmian salah satu program inovatif berbasis ekonomi umat ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan daerah serta tokoh akademisi. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Lombok Timur, Rektor Universitas Hamzanwadi, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, serta segenap pejabat dan civitas akademika Universitas Hamzanwadi.
Z Coffee Hening hadir sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mentransformasikan mustahik menjadi muzaki melalui sektor usaha produktif yang adaptif dengan tren pasar modern. Penempatan lini usaha ini di lingkungan kampus dinilai sebagai langkah taktis untuk mendekatkan ekosistem ekonomi syariah kepada generasi muda dan civitas akademika.
Melalui peresmian ini, kehadiran Z Coffee Hening diharapkan tidak sekadar menjadi unit usaha biasa, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi produktif yang inklusif. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol nyata dari kuatnya sinergi kemitraan antara lembaga pengelola zakat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur.
09/07/2026 | Humas Baznas NTB
Artikel Terbaru
Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Zakat dalam dimensi syariat Islam tidak sekadar diposisikan sebagai instrumen ritual pembersih harta semata, melainkan memiliki fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi keumatan. Ruh utama dari pengelolaan zakat yang amanah dan profesional adalah bagaimana dana yang dihimpun dari para muzakki (pemberi zakat) dapat berdaya guna secara jangka panjang bagi para mustahiq (penerima zakat). BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memandang bahwa penanggulangan kemiskinan tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan pola pendistribusian konsumtif. Kita harus berani melangkah lebih jauh: melakukan transformasi fundamental untuk mengubah status mustahiq menjadi mutashaddiq (orang yang gemar bersedekah) atau bahkan menjadi muzakki baru.
Filosofi pemberdayaan ini sejalan dengan kaidah fikih zakat yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Pemberian bantuan modal keterampilan jauh lebih mulia dan berdampak masif ketimbang sekadar memberikan bantuan instan yang habis dalam sehari. Melalui program pendayagunaan yang terukur, BAZNAS NTB berkomitmen melahirkan potret-potret wirausahawan baru dari kalangan yang sebelumnya ketergantungan menjadi mandiri dan berdaya secara finansial.
Enam Pilar Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kompetensi
Sebagai manifestasi nyata dari visi tersebut, dalam waktu dekat ini BAZNAS Provinsi NTB akan menggelar rangkaian pelatihan kewirausahaan intensif yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan pasar riil di lapangan. Kami tidak ingin menyelenggarakan pelatihan yang bersifat formalitas semata. Oleh karena itu, kami memetakan enam sektor keterampilan strategis yang memiliki serapan ekonomi tinggi dan peluang usaha mandiri yang terbuka lebar:
1. Pelatihan Teknik Las (Welding): Membekali peserta dengan keterampilan pengelasan logam untuk memenuhi tingginya kebutuhan jasa bengkel las konstruksi ringan di NTB.
2. Pelatihan Tukang Bangunan Modern: Meningkatkan standardisasi keahlian tukang bangunan lokal agar mampu bersaing secara profesional di tengah masifnya proyek infrastruktur.
3. Pelatihan Servis AC (Air Conditioner): Menjawab melonjaknya kebutuhan perawatan dan perbaikan AC baik di sektor perkantoran, perhotelan, maupun rumah tangga.
4. Pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal): Langkah strategis mendukung ekosistem industri halal di NTB sekaligus mencetak tenaga sembelih bersertifikasi resmi.
5. Pelatihan Pembuatan Roti dan Kuliner Strategis:
Sektor ini tidak sekadar melatih keterampilan membuat adonan, melainkan diarahkan langsung pada kemitraan rantai pasok. BAZNAS NTB menargetkan hilirisasi konkret pasca-pelatihan, di mana para alumni akan langsung dikerjasamakan dengan SPPG untuk memenuhi kebutuhan pengadaan produk roti secara berkelanjutan. Langkah ini memastikan bahwa produk buatan mustahiq memiliki pasar yang pasti (offtaker) sejak hari pertama mereka lulus.
6. Pelatihan Menjahit dan Tata Busana: Membuka peluang usaha konfeksi mandiri, permak pakaian, hingga produksi busana Muslim lokal.
Pendekatan Komprehensif: Intervensi Alat dan Pendampingan Berkelanjutan
Satu hal yang membedakan program BAZNAS NTB dengan pelatihan konvensional lainnya adalah penerapan formula intervensi hulu-hilir. Banyak program pelatihan di luar sana yang gagal karena setelah selesai, para peserta kebingungan karena tidak memiliki modal untuk membeli alat usaha. BAZNAS NTB memutus rantai kegagalan tersebut dengan memberikan paket stimulan berupa alat kerja/produksi lengkap sesuai bidang pelatihan masing-masing langsung kepada para peserta pasca-pelatihan. Keahlian tanpa alat laksana prajurit yang maju ke medan perang tanpa senjata. Maka dari itu, penyerahan alat kerja adalah harga mati.
Selain modal alat, BAZNAS NTB juga menerjunkan tim pendamping secara berkala. Pendampingan ini mencakup dua aspek utama: pertama, manajemen usaha (tata kelola keuangan sederhana, promosi, dan pengembangan pasar); kedua, pendampingan spiritual (pembinaan mental spiritual dan motivasi ibadah). Kita ingin membentuk karakter wirausahawan yang jujur, amanah, dan memiliki etos kerja Islami yang kuat.
Menuju Kemandirian Ekonomi Keumatan
Melalui integrasi antara pelatihan kompetensi, bantuan fasilitas alat, dan pendampingan yang konsisten, kita optimis bahwa output dari program ini adalah lahirnya kemandirian ekonomi. Ketika usaha mereka mulai berjalan dan menghasilkan laba, perlahan namun pasti tingkat kesejahteraan mereka akan meningkat. Pada titik inilah proses transformasi itu terjadi: mereka yang tadinya berstatus sebagai penerima zakat (mustahiq), mulai naik kelas menjadi orang yang gemar bersedekah (mutashaddiq), dan insya Allah dalam beberapa tahun ke depan menjelma menjadi pembayar zakat (muzakki).
Ikhtiar mulia ini tentu membutuhkan sinergi dan doa restu dari seluruh lapisan masyarakat NTB, khususnya para muzakki yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang Anda tunaikan, kini bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi, menjadi las yang menyambung harapan, menjadi jahitan yang merajut masa depan, dan menjadi doa-doa tulus yang mengetuk pintu langit demi NTB yang makmur mendunia dan barokah.
15/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
Penanggulangan kemiskinan tidak bisa lagi bertumpu pada pola karitatif (bantuan habis pakai). Jika kita hanya memberikan bantuan untuk sekadar memenuhi isi perut hari ini, maka esok hari saudara-saudara kita akan kembali menghadapi persoalan yang sama. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merumuskan sebuah formula pemberdayaan yang lebih berkelanjutan melalui program ZKUP (Zakat untuk Kelompok Usaha Produktif).
Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, BAZNAS NTB memikul tanggung jawab besar agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Program ZKUP hadir bukan sekadar sebagai program bagi-bagi bantuan, melainkan sebuah gerakan sistematis untuk melakukan transformasi fundamental: mengubah Mustahiq (penerima zakat) menjadi Mutashaddiq (pemberi sedekah/zakat).
Tiga Pilar Utama Program ZKUP
Program ZKUP dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kami di BAZNAS NTB meyakini bahwa modal finansial saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah usaha mikro. Oleh karena itu, ZKUP mengintegrasikan tiga instrumen penting bagi para penerima manfaat:
1. Bantuan Sarana Usaha (Gerobak Dagang): Kami memberikan identitas dan fasilitas kelayakan usaha berupa gerobak dagang yang representatif, bersih, dan menarik. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dan daya tarik bagi konsumen.
2. Injeksi Modal Usaha: Bantuan modal kerja diberikan sebagai stimulan agar roda perputaran usaha dapat berjalan optimal tanpa terjebak jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal yang mencekik.
3. Pendampingan Berkelanjutan: Ini adalah ruh dari program ZKUP. Penerima manfaat tidak ditinggalkan begitu saja. BAZNAS NTB menerjunkan tim pendamping untuk memberikan edukasi manajemen keuangan sederhana, motivasi usaha, hingga penguatan spiritual.
Manfaat Strategis Program ZKUP bagi Masyarakat NTB
Melalui implementasi yang terukur, Program ZKUP membawa dampak domino yang sangat positif bagi peta perekonomian dan sosial di Nusa Tenggara Barat:
1. Memutus Rantai Kemiskinan Secara Mandiri
Dengan memberikan "kail" dan bukan "ikan", program ini mendidik masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Pendapatan yang stabil dari usaha produktif ini perlahan namun pasti mengangkat derajat ekonomi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.
2. Mempercepat Transformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Inilah indikator keberhasilan tertinggi dari pengelolaan zakat modern. Ketika usaha kelompok produktif ini berkembang, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan. Di sinilah mentalitas mereka bertransformasi; dari yang terbiasa menerima (tangan di bawah) menjadi terbiasa memberi dan bersedekah (tangan di atas).
3. Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput (Grassroots)
Kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah NTB menjadi urat nadi baru perekonomian lokal. Perputaran uang terjadi secara langsung di tingkat masyarakat bawah, yang pada gilirannya ikut mendukung program intervensi kemiskinan ekstrem yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB.
4. Akuntabilitas Dana Zakat yang Berdampak Nyata
Bagi para muzakki (pemberi zakat) yang menitipkan dananya ke BAZNAS NTB, program ZKUP adalah bukti nyata bahwa zakat mereka disalurkan secara produktif. Efek manfaatnya terus mengalir (multiefek) karena mampu mengubah taraf hidup seseorang secara permanen, bukan sesaat
Sinergi Menuju NTB Emas
Pemberdayaan masyarakat melalui ZKUP adalah ikhtiar panjang yang membutuhkan konsistensi. BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak kelompok masyarakat yang tersentuh dan terberdayakan.
Kami meyakini, dengan zakat yang dikelola secara produktif, didukung dengan pendampingan yang amanah, kemiskinan di bumi Gora ini dapat kita entaskan bersama. Mari terus kuatkan sinergi, bersihkan harta dengan berzakat, dan bersama-sama kita saksikan lahirnya para mutashaddiq baru yang siap membangun perekonomian NTB yang mulia dan sejahtera.
06/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual untuk membersihkan harta, melainkan instrumen strategis dalam Islam untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan keadilan sosial. Namun, potensi besar ini sering kali belum tergali optimal karena masih banyak muzaki (pembayar zakat) yang memilih membagikan zakatnya secara langsung kepada mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar.
Secara fikih, menyalurkan zakat secara langsung memang sah. Namun, jika ditinjau dari kemaslahatan umat (maslahah ammah) dan efektivitas dampak, menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya dan diakui negara jauh lebih utama.
Lembaga amil zakat resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) beroperasi di bawah payung hukum yang kuat, salah satunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui lembaga resmi, pengelolaan zakat dipastikan memenuhi prinsip "3A", yaitu:
· Aman Syar'i: Penyaluran sesuai dengan delapan asnaf (golongan) yang tertuang dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60.
· Aman Regulasi: Pengelolaan keuangan patuh terhadap hukum perundang-undangan negara.
· Aman NKRI: Dana zakat dipastikan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang mengancam stabilitas bangsa.
Lembaga resmi juga diaudit secara berkala oleh auditor independen dan Kementerian Agama, sehingga transparansinya terjaga.
Sering kali seorang muzaki merasa ragu karena nominal zakat yang dikeluarkannya relatif kecil, misalnya Rp100.000. Jika uang Rp100.000 tersebut diberikan langsung kepada seorang miskin, uang itu kemungkinan besar habis dalam satu atau dua hari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dasar (seperti membeli beras atau lauk pauk). Dampaknya sangat pendek dan tidak mengubah kondisi ekonomi si penerima.
Di sinilah letak keunggulan lembaga amil zakat. Lembaga berfungsi sebagai wadah agregasi (pengumpul). Mari kita hitung secara matematis:
Jika Rp100.000 tersebut dikalikan dengan 10.000 muzaki yang mengamanahkan zakatnya ke lembaga, maka akan terkumpul dana sebesar:
Rp100.000 x 10.000 = Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah)
Dana kolektif sebesar 1 miliar rupiah inilah yang memicu efek multiplikasi (multiplier effect). Uang yang tadinya hanya cukup untuk membeli beberapa kilogram beras, kini berubah menjadi modal besar yang mampu membiayai program-program strategis berskala makro.
Melalui dana kolektif yang besar, lembaga amil zakat dapat merancang program penanggulangan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Zakat tidak lagi sekadar menjadi "bantuan sosial" yang habis seketika, melainkan bertransformasi menjadi zakat produktif.
Beberapa program pemberdayaan yang lahir dari dana kolektif ini antara lain:
· Zakat Community Development (ZCD): Mengubah satu desa tertinggal menjadi desa mandiri melalui pembinaan komoditas lokal.
· Modal Usaha Mikro: Memberikan bantuan alat produksi dan modal bergulir tanpa bunga bagi pelaku UMKM.
· Beasiswa Pendidikan: Membiayai anak-anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus sarjana demi memutus rantai kemiskinan struktural.
· Pelatihan Kerja: Menyediakan kursus keterampilan praktis agar mustahik siap terserap di dunia kerja atau membuka usaha sendiri.
Dengan pendekatan ini, lembaga amil zakat memegang target jangka panjang yang mulia: mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan.
Menyalurkan zakat secara mandiri memang memberikan kepuasan emosional sesaat karena kita melihat langsung senyum penerimanya. Namun, untuk menciptakan perubahan sosial yang masif dan sistemik, kita harus melangkah lebih jauh. Rp100.000 yang Anda salurkan ke lembaga resmi akan melebur bersama jutaan kebaikan muzaki lainnya, menciptakan gelombang pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat. Salurkan zakat Anda melalui lembaga resmi yang diakui negara demi zakat yang lebih berdampak dan akuntabel.
29/06/2026 | Humas Baznas NTB




