WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Provinsi NTB Bekali Mustahik Keterampilan Menjahit untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
BAZNAS Provinsi NTB Bekali Mustahik Keterampilan Menjahit untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan SMKN 4 Mataram menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, bertempat di Laboratorium Tata Busana SMKN 4 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi NTB. Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar menjahit sebagai bekal dalam membangun usaha mandiri maupun meningkatkan kompetensi di bidang tata busana. Selama pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan alat dan bahan menjahit, teknik pengukuran badan, pembuatan pola dasar, pemotongan kain, pengoperasian mesin jahit, hingga praktik menjahit secara bertahap. Sebagai hasil akhir pembelajaran, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pembuatan rok sebagai produk praktik yang menjadi indikator keberhasilan penguasaan teknik dasar menjahit. Melalui pendampingan instruktur, peserta mampu memahami tahapan menjahit mulai dari proses persiapan hingga penyelesaian produk dengan hasil yang rapi dan sesuai standar dasar tata busana. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan usaha peserta, BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin jahit high-speed digital beserta perlengkapan menjahit lainnya, antara lain kain, penggaris pola, pita ukur, gunting kain, jarum, benang, dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk mulai membuka usaha jasa menjahit maupun mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan dan bantuan peralatan yang telah diberikan untuk menciptakan peluang usaha yang produktif serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pelatihan menjahit ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Provinsi NTB dalam melahirkan masyarakat yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
BAZNAS Provinsi NTB Tingkatkan Kompetensi Mustahik Melalui Pelatihan Servis AC
BAZNAS Provinsi NTB Tingkatkan Kompetensi Mustahik Melalui Pelatihan Servis AC
Mataram, 30 Juli 2026 – BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan SMKN 3 Mataram menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Servis Air Conditioner (AC) selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, bertempat di Bengkel Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) SMKN 3 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari pulau Lombok dan Sumbawa, merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi NTB. Pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan kompetensi dasar di bidang instalasi, perawatan, dan servis AC sebagai bekal untuk membuka peluang usaha maupun memasuki dunia kerja. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori mengenai pengenalan komponen AC, prinsip kerja sistem pendingin, penggunaan peralatan kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Setelah itu, peserta mengikuti praktik secara langsung mulai dari teknik pemasangan instalasi AC baru dari tahap awal, proses vakum dan pengisian refrigeran, hingga praktik pembersihan (service cleaning) unit AC. Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan tahapan instalasi AC baru serta melakukan servis pembersihan sesuai prosedur dasar yang diajarkan oleh instruktur. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha peserta, BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan sarana kerja berupa kompresor jet pump berkualitas tinggi, paket peralatan dasar teknisi AC, manifold gauge, tang ampere, tabung freon, serta berbagai perlengkapan servis lainnya. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk mulai menjalankan usaha jasa pemasangan dan servis AC secara mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Melalui program pelatihan ini, BAZNAS Provinsi NTB berharap para peserta mampu mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia agar lahir tenaga kerja dan pelaku usaha yang berdaya, terampil, dan berkarya menuju NTB Makmur Mendunia.
30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB
Tutup RAKERNIS BAZNAS NTB 2026, Gubernur Tekankan Sinergi Pemberdayaan dan Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Tutup RAKERNIS BAZNAS NTB 2026, Gubernur Tekankan Sinergi Pemberdayaan dan Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
MATARAM — Rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis (30/7/2026). Agenda penutupan ini diwarnai dengan penyampaian arahan strategis dari Gubernur NTB yang menegaskan kembali posisi vital BAZNAS sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Dalam arahannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi seluruh jajaran BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Beliau menegaskan bahwa zakat merupakan sistem ekonomi yang paling berkeadilan karena mampu mendistribusikan kembali kekayaan dari kelompok mampu kepada masyarakat yang membutuhkan secara terukur dan sesuai dengan syariat Islam. Langkah ini dinilai krusial sebagai instrumen redistribusi kekayaan untuk mengatasi persoalan utama yang dihadapi saat ini, yakni ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan agar seluruh dana ZIS yang dikelola BAZNAS diwajibkan untuk memberikan dampak pemberdayaan yang nyata. Bantuan tidak boleh sekadar bersifat konsumtif yang memicu ketergantungan, melainkan harus diwujudkan dalam program produktif seperti usaha mikro, bengkel, kafe, pertanian, peternakan, dan berbagai bentuk pemberdayaan ekonomi lainnya. Tujuan akhir dari pengelolaan zakat ini adalah kemampuan mengubah status masyarakat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Kemandirian ekonomi ini juga dipercaya akan membuat masyarakat lebih kuat secara sosial dan politik, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh praktik-praktik transaksional dalam kehidupan bermasyarakat. Terkait sinergitas program infrastruktur, Gubernur menyoroti strategi penanganan kemiskinan melalui skema hibah untuk Program Rumah Layak Huni (Mahyani). Merespons keterbatasan wewenang Pemerintah Provinsi NTB yang secara regulasi hanya dapat merevitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan kumuh kewenangan provinsi, pemerintah memilih menyalurkan dukungan melalui skema hibah kepada BAZNAS. Melalui skema tersebut, BAZNAS diberikan fleksibilitas untuk menyalurkan bantuan kepada kelompok miskin di desa-desa di luar kawasan kumuh provinsi, dengan tetap berpegang pada regulasi syariah dan kebutuhan riil masyarakat. Sinergi yang saling melengkapi ini diharapkan dapat membuat program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Gubernur juga mendorong BAZNAS di tingkat Kabupaten/Kota untuk terus membangun komunikasi secara proaktif dan meyakinkan kepala daerah masing-masing bahwa BAZNAS mampu menjadi mitra strategis pembangunan daerah. Kehadiran, kinerja, dan manfaat BAZNAS harus benar-benar ditunjukkan secara nyata agar keberadaannya dirasakan oleh masyarakat, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah setempat semakin menguat. Selain itu, menghadapi tantangan krisis ekonomi global saat ini yang dianggap sebagai kondisi baru (new normal), BAZNAS dituntut untuk tetap optimis dan mampu melihat setiap peluang. BAZNAS diharapkan hadir sebagai lembaga yang menyebarkan optimisme sekaligus memberikan solusi nyata bagi umat melalui program-program yang berkelanjutan. Mengakhiri arahannya, Gubernur menaruh harapan besar agar hasil Rakernis ini melahirkan kesepakatan, arah kebijakan, dan langkah-langkah strategis yang semakin memperkuat peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan. Seluruh program diimbau untuk berorientasi pada penguatan masyarakat miskin secara berkelanjutan, bukan sekadar memberikan bantuan sesaat. Beliau juga turut mengapresiasi keterlibatan Inspektorat Provinsi NTB atas berbagai masukannya terkait tata kelola dan pengawasan, guna dijadikan pedoman bersama dalam pelaksanaan program BAZNAS ke depan.
30/07/2026 | Humas BAZNAS NTB

Agenda Pimpinan

BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
BAZNAS NTB SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR DI TAMIANG ACEH
Tamiang Aceh, Rabu, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tamiang Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) NTB, H. Zulkipli. Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS NTB terhadap saudara-saudara di Tamiang Aceh yang terdampak banjir, meliputi kebutuhan dasar bagi para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan pascabencana. Komandan BTB NTB, H. Zulkipli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki BAZNAS NTB yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. “BAZNAS NTB hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Bantuan ini adalah titipan dari para muzakki BAZNAS NTB yang dengan tulus berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, saya berkeliling untuk mengantarkan paket bantuannya ke beberapa titik terdampak” ujarnya. Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mewakili masyarakat terdampak banjir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS NTB dan seluruh muzakki yang telah membantu mereka. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki BAZNAS NTB dan seluruh pihak yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir,” ungkapnya haru. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS NTB berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia, sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemanusiaan.

17-12-2025 | HUMAS

REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
REKONSILIASI ZIS UPZ SE-PULAU LOMBOK: KOMITMEN BAZNAS NTB MENJAGA AMANAH MUZAKI
Mataram, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menguatkan standar akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat melalui kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tingkat UPZ se-Pulau Lombok, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, di Aula Kantor BAZNAS NTB. Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS NTB, para pengelola unit UPZ dari berbagai instansi OPD dan Perusahaan tingkat Provinsi . Melalui rekonsiliasi ini, seluruh data penghimpunan ZIS dari masing-masing UPZ dicocokkan, diverifikasi, dan diselaraskan untuk memastikan keakuratan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana umat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi penting dalam menjaga amanah muzaki. “Rekonsiliasi ini adalah ruh dari tata kelola zakat yang transparan. Setiap data yang kita cocokkan hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah dan kepada para muzaki yang menitipkan amanahnya melalui kita,” ujar beliau. Beliau juga mengingatkan bahwa tugas para pengurus UPZ memiliki nilai ibadah yang besar. “Apa yang bapak ibu lakukan ini adalah amal jariyah. Bapak ibu menjadi wasilah terkumpulnya zakat di instansi masing-masing, dan melalui tangan bapak ibu, banyak mustahik merasakan manfaatnya.” Dr. Iqbal melanjutkan dengan pesan menyentuh terkait doa yang selalu disampaikan mustahik saat menerima bantuan: “Setiap kami turun mendistribusikan zakat, kami selalu menitipkan doa untuk para muzaki. Mustahik mendoakan dengan tulus: ‘Semoga Allah melapangkan rezeki dan diberikan keberkahan harta-harta mereka, dilipatgandakan oleh allah SWT dan disukseskan karirnya dan dijaga keluarganya.’ Doa-doa inilah yang menjadi pahala mengalir bagi bapak ibu semua.” Melalui kegiatan ini, BAZNAS NTB berharap seluruh UPZ semakin memperkuat komitmen pelayanan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS, dan menjaga amanah umat dengan sepenuh hati. BAZNAS NTB berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat dan manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.

27-11-2025 | Humas Baznas NTB

BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS  NASIONAL
BAZNAS PROVINSI NTB JADI SATU-SATUNYA BAZNAS PROVINSI YANG TAMPIL DI PAMERAN INOVASI IT BAZNAS NASIONAL
Jakarta, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya BAZNAS tingkat provinsi yang mengikuti Pameran Inovasi IT yang digelar pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan posisi BAZNAS NTB sebagai lembaga pengelola zakat daerah yang paling progresif dalam pengembangan teknologi informasi. Dalam pameran tersebut, BAZNAS NTB menampilkan BAZNAS NTB in Hand, sebuah platform integratif yang merangkum berbagai aplikasi unggulan untuk memperkuat transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas program-program BAZNAS NTB. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Zulkipli, SE., MM., hadir mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB untuk memperkenalkan langsung inovasi digital yang dibangun BAZNAS NTB selama beberapa tahun terakhir. Rangkaian Aplikasi Inovatif yang Terintegrasi dalam BAZNAS NTB IN HAND 1. SIMPAN – Sistem Informasi Penghimpunan Aplikasi ini menyajikan data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara real time, lengkap dengan: Target penghimpunan, Capaian realisasi, Perbandingan dengan periode sebelumnya, Grafik perkembangan, Fitur analisis lainnya. SIMPAN membantu pengambilan keputusan strategis sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada publik. 2. SIGEDE MAHYANI – Sistem Informasi Geografis Data Elektronik Mahyani Aplikasi geospasial yang menampilkan: Data penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani), Data penerima Gerobak Dagang ZKUP (Zakat Kelompok Usaha Produktif), Peta sebaran titik Mahyani dan ZKUP di seluruh kabupaten/kota di NTB. SIGEDE MAHYANI menjadi sarana monitoring yang efektif bagi pelaksanaan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah. 3. SIDIK – Sistem Informasi Data Terintegrasi Mustahik Sebuah sistem basis data mustahik berbasis geospasial yang menghimpun informasi para penerima manfaat secara detail dan terintegrasi. Melalui SIDIK, proses verifikasi, validasi, hingga evaluasi program menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat. 4. ZAKATIN – Aplikasi Layanan Zakat NTB ZAKATIN merupakan aplikasi terbaru BAZNAS NTB yang segera hadir di PlayStore. Aplikasi ini mengadopsi konsep layanan digital seperti Cinta Zakat milik BAZNAS RI, memungkinkan masyarakat membayar zakat, infak, dan sedekah secara mudah, aman, dan terverifikasi. Komitmen BAZNAS NTB terhadap Digitalisasi Pengelolaan Zakat Melalui partisipasi di Pameran Inovasi IT, BAZNAS NTB memperkuat komitmennya menghadirkan layanan zakat yang modern, inklusif, dan berbasis data digital. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu: meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jangkauan layanan, mempercepat penyaluran manfaat, serta memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di NTB. “BAZNAS NTB bangga bisa mewakili daerah dalam pameran nasional ini. Inovasi digital bukan hanya tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan amanah umat dapat dikelola dengan lebih profesional dan transparan,” ujar H. Zulkipli. Tentang Pameran Inovasi IT: Pameran ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai lembaga, institusi, dan pelaku inovasi teknologi dari seluruh Indonesia. Kehadiran BAZNAS NTB sebagai satu-satunya BAZNAS Provinsi memberikan warna baru dalam upaya digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.

26-11-2025 | Humas Baznas NTB

Berita Pendistribusian

Penuh Haru, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Penderita Kanker Otak di Lenek
Penuh Haru, BAZNAS NTB Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Anak Penderita Kanker Otak di Lenek
LOMBOK TIMUR — Mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. L. Muhammad Iqbal, MA., dan Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, SE., MM., tim layanan kemanusiaan BAZNAS NTB bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada Ananda Vino, seorang anak yang tengah berjuang melawan penyakit kanker otak di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (13/7/2026). Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk respons cepat dan komitmen nyata kepedulian BAZNAS NTB dalam meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan yang berat. Kunjungan tersebut menyisipkan kisah perjuangan yang menyentuh hati. Di tengah kondisi fisiknya yang sedang diuji oleh penyakit kanker otak, Ananda Vino menyimpan cita-cita mulia yang sangat besar, yaitu ingin menjadi seorang Tuan Guru (ulama) kelak. Sambil menahan haru, orang tua Vino mengungkapkan harapan dan doa mendalam agar Allah SWT memberikan mukjizat kesembuhan bagi putra mereka. Dengan kesembuhan tersebut, diharapkan Vino dapat kembali sehat, melanjutkan jenjang pendidikannya, serta mampu mewujudkan cita-cita luhurnya untuk berdakwah di tengah umat. Penyaluran bantuan dari BAZNAS NTB ini diharapkan tidak sekadar meringankan beban finansial dan biaya operasional pengobatan yang dihadapi keluarga, tetapi juga menjadi suntikan moral dan modal semangat bagi Ananda Vino agar terus kuat dalam menjalani seluruh tahapan perawatan medis. Melalui momentum ini, BAZNAS NTB juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para muzaki. Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat yang dikelola secara profesional. Semoga kepedulian para muzaki ini dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, seiring dengan doa kesembuhan yang dipanjatkan untuk Ananda Vino.
13/07/2026 | Humas Baznas NTB
BAZNAS NTB Hadiri Grand Opening Z Coffee Hening di Universitas Hamzanwadi
BAZNAS NTB Hadiri Grand Opening Z Coffee Hening di Universitas Hamzanwadi
LOMBOK TIMUR — Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Ahmad Rusli, S.Ag., menghadiri acara Grand Opening Z Coffee Hening yang berlokasi di lingkungan kampus Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (9/7/2026). Kehadiran H. Ahmad Rusli, S.Ag. dalam peresmian ini adalah untuk mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A. Dalam agenda strategis tersebut, Wakil Ketua IV turut didampingi oleh SAI (Satuan Audit Internal) dan Analisis Syariah BAZNAS NTB, Ust. Zainul Muttaqin, guna memastikan keselarasan program serta akuntabilitas tata kelola di lapangan. Acara peresmian salah satu program inovatif berbasis ekonomi umat ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan daerah serta tokoh akademisi. Di antaranya tampak hadir Wakil Bupati Lombok Timur, Rektor Universitas Hamzanwadi, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, serta segenap pejabat dan civitas akademika Universitas Hamzanwadi. Z Coffee Hening hadir sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mentransformasikan mustahik menjadi muzaki melalui sektor usaha produktif yang adaptif dengan tren pasar modern. Penempatan lini usaha ini di lingkungan kampus dinilai sebagai langkah taktis untuk mendekatkan ekosistem ekonomi syariah kepada generasi muda dan civitas akademika. Melalui peresmian ini, kehadiran Z Coffee Hening diharapkan tidak sekadar menjadi unit usaha biasa, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi produktif yang inklusif. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol nyata dari kuatnya sinergi kemitraan antara lembaga pengelola zakat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur.
09/07/2026 | Humas Baznas NTB
BAZNAS NTB Dampingi Gubernur Salurkan Santunan Bagi Santri Korban Pembakaran
BAZNAS NTB Dampingi Gubernur Salurkan Santunan Bagi Santri Korban Pembakaran
MATARAM — Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkipli, S.E., M.M., mendampingi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam kunjungan sosial kemanusiaan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram pada Kamis (9/7/2026). Kunjungan kerja ini dilakukan guna menjenguk secara langsung sekaligus menyalurkan santunan kepada santri yang menjadi korban insiden pembakaran. Kehadiran pimpinan BAZNAS NTB bersama Kepala Daerah ini merupakan komitmen nyata dan gerak cepat umara bersama lembaga zakat dalam memberikan dukungan moral, psikologis, serta bantuan finansial darurat bagi warga yang sedang tertimpa musibah berat. Di sela-sela kunjungan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, S.E., M.M., mendampingi Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa korban. Pihak BAZNAS NTB menegaskan kesiapannya untuk selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi agar selalu hadir di garda terdepan dalam penanganan kluster kemanusiaan dan kedaruratan. Santunan tunai yang diserahkan secara langsung di ruang perawatan RS Bhayangkara ini diharapkan dapat meringankan beban akomodasi dan operasional keluarga selama mendampingi korban menjalani masa pemulihan medis. Kunjungan yang berlangsung dengan suasana penuh empati tersebut mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga korban serta manajemen rumah sakit, yang menilai sinergi ini sebagai bentuk kehadiran nyata negara dan umat di tengah kedukaan masyarakat.
09/07/2026 | Humas Baznas NTB

Artikel Terbaru

Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Zakat dalam dimensi syariat Islam tidak sekadar diposisikan sebagai instrumen ritual pembersih harta semata, melainkan memiliki fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi keumatan. Ruh utama dari pengelolaan zakat yang amanah dan profesional adalah bagaimana dana yang dihimpun dari para muzakki (pemberi zakat) dapat berdaya guna secara jangka panjang bagi para mustahiq (penerima zakat). BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memandang bahwa penanggulangan kemiskinan tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan pola pendistribusian konsumtif. Kita harus berani melangkah lebih jauh: melakukan transformasi fundamental untuk mengubah status mustahiq menjadi mutashaddiq (orang yang gemar bersedekah) atau bahkan menjadi muzakki baru. Filosofi pemberdayaan ini sejalan dengan kaidah fikih zakat yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Pemberian bantuan modal keterampilan jauh lebih mulia dan berdampak masif ketimbang sekadar memberikan bantuan instan yang habis dalam sehari. Melalui program pendayagunaan yang terukur, BAZNAS NTB berkomitmen melahirkan potret-potret wirausahawan baru dari kalangan yang sebelumnya ketergantungan menjadi mandiri dan berdaya secara finansial. Enam Pilar Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kompetensi Sebagai manifestasi nyata dari visi tersebut, dalam waktu dekat ini BAZNAS Provinsi NTB akan menggelar rangkaian pelatihan kewirausahaan intensif yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan pasar riil di lapangan. Kami tidak ingin menyelenggarakan pelatihan yang bersifat formalitas semata. Oleh karena itu, kami memetakan enam sektor keterampilan strategis yang memiliki serapan ekonomi tinggi dan peluang usaha mandiri yang terbuka lebar: 1. Pelatihan Teknik Las (Welding): Membekali peserta dengan keterampilan pengelasan logam untuk memenuhi tingginya kebutuhan jasa bengkel las konstruksi ringan di NTB. 2. Pelatihan Tukang Bangunan Modern: Meningkatkan standardisasi keahlian tukang bangunan lokal agar mampu bersaing secara profesional di tengah masifnya proyek infrastruktur. 3. Pelatihan Servis AC (Air Conditioner): Menjawab melonjaknya kebutuhan perawatan dan perbaikan AC baik di sektor perkantoran, perhotelan, maupun rumah tangga. 4. Pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal): Langkah strategis mendukung ekosistem industri halal di NTB sekaligus mencetak tenaga sembelih bersertifikasi resmi. 5. Pelatihan Pembuatan Roti dan Kuliner Strategis: Sektor ini tidak sekadar melatih keterampilan membuat adonan, melainkan diarahkan langsung pada kemitraan rantai pasok. BAZNAS NTB menargetkan hilirisasi konkret pasca-pelatihan, di mana para alumni akan langsung dikerjasamakan dengan SPPG untuk memenuhi kebutuhan pengadaan produk roti secara berkelanjutan. Langkah ini memastikan bahwa produk buatan mustahiq memiliki pasar yang pasti (offtaker) sejak hari pertama mereka lulus. 6. Pelatihan Menjahit dan Tata Busana: Membuka peluang usaha konfeksi mandiri, permak pakaian, hingga produksi busana Muslim lokal. Pendekatan Komprehensif: Intervensi Alat dan Pendampingan Berkelanjutan Satu hal yang membedakan program BAZNAS NTB dengan pelatihan konvensional lainnya adalah penerapan formula intervensi hulu-hilir. Banyak program pelatihan di luar sana yang gagal karena setelah selesai, para peserta kebingungan karena tidak memiliki modal untuk membeli alat usaha. BAZNAS NTB memutus rantai kegagalan tersebut dengan memberikan paket stimulan berupa alat kerja/produksi lengkap sesuai bidang pelatihan masing-masing langsung kepada para peserta pasca-pelatihan. Keahlian tanpa alat laksana prajurit yang maju ke medan perang tanpa senjata. Maka dari itu, penyerahan alat kerja adalah harga mati. Selain modal alat, BAZNAS NTB juga menerjunkan tim pendamping secara berkala. Pendampingan ini mencakup dua aspek utama: pertama, manajemen usaha (tata kelola keuangan sederhana, promosi, dan pengembangan pasar); kedua, pendampingan spiritual (pembinaan mental spiritual dan motivasi ibadah). Kita ingin membentuk karakter wirausahawan yang jujur, amanah, dan memiliki etos kerja Islami yang kuat. Menuju Kemandirian Ekonomi Keumatan Melalui integrasi antara pelatihan kompetensi, bantuan fasilitas alat, dan pendampingan yang konsisten, kita optimis bahwa output dari program ini adalah lahirnya kemandirian ekonomi. Ketika usaha mereka mulai berjalan dan menghasilkan laba, perlahan namun pasti tingkat kesejahteraan mereka akan meningkat. Pada titik inilah proses transformasi itu terjadi: mereka yang tadinya berstatus sebagai penerima zakat (mustahiq), mulai naik kelas menjadi orang yang gemar bersedekah (mutashaddiq), dan insya Allah dalam beberapa tahun ke depan menjelma menjadi pembayar zakat (muzakki). Ikhtiar mulia ini tentu membutuhkan sinergi dan doa restu dari seluruh lapisan masyarakat NTB, khususnya para muzakki yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang Anda tunaikan, kini bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi, menjadi las yang menyambung harapan, menjadi jahitan yang merajut masa depan, dan menjadi doa-doa tulus yang mengetuk pintu langit demi NTB yang makmur mendunia dan barokah.
15/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
Penanggulangan kemiskinan tidak bisa lagi bertumpu pada pola karitatif (bantuan habis pakai). Jika kita hanya memberikan bantuan untuk sekadar memenuhi isi perut hari ini, maka esok hari saudara-saudara kita akan kembali menghadapi persoalan yang sama. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merumuskan sebuah formula pemberdayaan yang lebih berkelanjutan melalui program ZKUP (Zakat untuk Kelompok Usaha Produktif). Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, BAZNAS NTB memikul tanggung jawab besar agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Program ZKUP hadir bukan sekadar sebagai program bagi-bagi bantuan, melainkan sebuah gerakan sistematis untuk melakukan transformasi fundamental: mengubah Mustahiq (penerima zakat) menjadi Mutashaddiq (pemberi sedekah/zakat). Tiga Pilar Utama Program ZKUP Program ZKUP dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kami di BAZNAS NTB meyakini bahwa modal finansial saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah usaha mikro. Oleh karena itu, ZKUP mengintegrasikan tiga instrumen penting bagi para penerima manfaat: 1. Bantuan Sarana Usaha (Gerobak Dagang): Kami memberikan identitas dan fasilitas kelayakan usaha berupa gerobak dagang yang representatif, bersih, dan menarik. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dan daya tarik bagi konsumen. 2. Injeksi Modal Usaha: Bantuan modal kerja diberikan sebagai stimulan agar roda perputaran usaha dapat berjalan optimal tanpa terjebak jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal yang mencekik. 3. Pendampingan Berkelanjutan: Ini adalah ruh dari program ZKUP. Penerima manfaat tidak ditinggalkan begitu saja. BAZNAS NTB menerjunkan tim pendamping untuk memberikan edukasi manajemen keuangan sederhana, motivasi usaha, hingga penguatan spiritual. Manfaat Strategis Program ZKUP bagi Masyarakat NTB Melalui implementasi yang terukur, Program ZKUP membawa dampak domino yang sangat positif bagi peta perekonomian dan sosial di Nusa Tenggara Barat: 1. Memutus Rantai Kemiskinan Secara Mandiri Dengan memberikan "kail" dan bukan "ikan", program ini mendidik masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Pendapatan yang stabil dari usaha produktif ini perlahan namun pasti mengangkat derajat ekonomi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. 2. Mempercepat Transformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq Inilah indikator keberhasilan tertinggi dari pengelolaan zakat modern. Ketika usaha kelompok produktif ini berkembang, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan. Di sinilah mentalitas mereka bertransformasi; dari yang terbiasa menerima (tangan di bawah) menjadi terbiasa memberi dan bersedekah (tangan di atas). 3. Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput (Grassroots) Kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah NTB menjadi urat nadi baru perekonomian lokal. Perputaran uang terjadi secara langsung di tingkat masyarakat bawah, yang pada gilirannya ikut mendukung program intervensi kemiskinan ekstrem yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. 4. Akuntabilitas Dana Zakat yang Berdampak Nyata Bagi para muzakki (pemberi zakat) yang menitipkan dananya ke BAZNAS NTB, program ZKUP adalah bukti nyata bahwa zakat mereka disalurkan secara produktif. Efek manfaatnya terus mengalir (multiefek) karena mampu mengubah taraf hidup seseorang secara permanen, bukan sesaat Sinergi Menuju NTB Emas Pemberdayaan masyarakat melalui ZKUP adalah ikhtiar panjang yang membutuhkan konsistensi. BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak kelompok masyarakat yang tersentuh dan terberdayakan. Kami meyakini, dengan zakat yang dikelola secara produktif, didukung dengan pendampingan yang amanah, kemiskinan di bumi Gora ini dapat kita entaskan bersama. Mari terus kuatkan sinergi, bersihkan harta dengan berzakat, dan bersama-sama kita saksikan lahirnya para mutashaddiq baru yang siap membangun perekonomian NTB yang mulia dan sejahtera.
06/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual untuk membersihkan harta, melainkan instrumen strategis dalam Islam untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan keadilan sosial. Namun, potensi besar ini sering kali belum tergali optimal karena masih banyak muzaki (pembayar zakat) yang memilih membagikan zakatnya secara langsung kepada mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar. Secara fikih, menyalurkan zakat secara langsung memang sah. Namun, jika ditinjau dari kemaslahatan umat (maslahah ammah) dan efektivitas dampak, menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya dan diakui negara jauh lebih utama. Lembaga amil zakat resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) beroperasi di bawah payung hukum yang kuat, salah satunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui lembaga resmi, pengelolaan zakat dipastikan memenuhi prinsip "3A", yaitu: · Aman Syar'i: Penyaluran sesuai dengan delapan asnaf (golongan) yang tertuang dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60. · Aman Regulasi: Pengelolaan keuangan patuh terhadap hukum perundang-undangan negara. · Aman NKRI: Dana zakat dipastikan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang mengancam stabilitas bangsa. Lembaga resmi juga diaudit secara berkala oleh auditor independen dan Kementerian Agama, sehingga transparansinya terjaga. Sering kali seorang muzaki merasa ragu karena nominal zakat yang dikeluarkannya relatif kecil, misalnya Rp100.000. Jika uang Rp100.000 tersebut diberikan langsung kepada seorang miskin, uang itu kemungkinan besar habis dalam satu atau dua hari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dasar (seperti membeli beras atau lauk pauk). Dampaknya sangat pendek dan tidak mengubah kondisi ekonomi si penerima. Di sinilah letak keunggulan lembaga amil zakat. Lembaga berfungsi sebagai wadah agregasi (pengumpul). Mari kita hitung secara matematis: Jika Rp100.000 tersebut dikalikan dengan 10.000 muzaki yang mengamanahkan zakatnya ke lembaga, maka akan terkumpul dana sebesar: Rp100.000 x 10.000 = Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah) Dana kolektif sebesar 1 miliar rupiah inilah yang memicu efek multiplikasi (multiplier effect). Uang yang tadinya hanya cukup untuk membeli beberapa kilogram beras, kini berubah menjadi modal besar yang mampu membiayai program-program strategis berskala makro. Melalui dana kolektif yang besar, lembaga amil zakat dapat merancang program penanggulangan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Zakat tidak lagi sekadar menjadi "bantuan sosial" yang habis seketika, melainkan bertransformasi menjadi zakat produktif. Beberapa program pemberdayaan yang lahir dari dana kolektif ini antara lain: · Zakat Community Development (ZCD): Mengubah satu desa tertinggal menjadi desa mandiri melalui pembinaan komoditas lokal. · Modal Usaha Mikro: Memberikan bantuan alat produksi dan modal bergulir tanpa bunga bagi pelaku UMKM. · Beasiswa Pendidikan: Membiayai anak-anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus sarjana demi memutus rantai kemiskinan struktural. · Pelatihan Kerja: Menyediakan kursus keterampilan praktis agar mustahik siap terserap di dunia kerja atau membuka usaha sendiri. Dengan pendekatan ini, lembaga amil zakat memegang target jangka panjang yang mulia: mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan. Menyalurkan zakat secara mandiri memang memberikan kepuasan emosional sesaat karena kita melihat langsung senyum penerimanya. Namun, untuk menciptakan perubahan sosial yang masif dan sistemik, kita harus melangkah lebih jauh. Rp100.000 yang Anda salurkan ke lembaga resmi akan melebur bersama jutaan kebaikan muzaki lainnya, menciptakan gelombang pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat. Salurkan zakat Anda melalui lembaga resmi yang diakui negara demi zakat yang lebih berdampak dan akuntabel.
29/06/2026 | Humas Baznas NTB