WhatsApp Icon
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB

Penanggulangan kemiskinan tidak bisa lagi bertumpu pada pola karitatif (bantuan habis pakai). Jika kita hanya memberikan bantuan untuk sekadar memenuhi isi perut hari ini, maka esok hari saudara-saudara kita akan kembali menghadapi persoalan yang sama. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merumuskan sebuah formula pemberdayaan yang lebih berkelanjutan melalui program ZKUP (Zakat untuk Kelompok Usaha Produktif). 

Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, BAZNAS NTB memikul tanggung jawab besar agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Program ZKUP hadir bukan sekadar sebagai program bagi-bagi bantuan, melainkan sebuah gerakan sistematis untuk melakukan transformasi fundamental: mengubah Mustahiq  (penerima zakat) menjadi Mutashaddiq (pemberi sedekah/zakat).

Tiga Pilar Utama Program ZKUP

Program ZKUP dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kami di BAZNAS NTB meyakini bahwa modal finansial saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah usaha mikro. Oleh karena itu, ZKUP mengintegrasikan tiga instrumen penting bagi para penerima manfaat:

1.  Bantuan Sarana Usaha (Gerobak Dagang): Kami memberikan identitas dan fasilitas kelayakan usaha berupa gerobak dagang yang representatif, bersih, dan menarik. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dan daya tarik bagi konsumen.

2. Injeksi Modal Usaha: Bantuan modal kerja diberikan sebagai stimulan agar roda perputaran usaha dapat berjalan optimal tanpa terjebak jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal yang mencekik.

3. Pendampingan Berkelanjutan: Ini adalah ruh dari program ZKUP. Penerima manfaat tidak ditinggalkan begitu saja. BAZNAS NTB menerjunkan tim pendamping untuk memberikan edukasi manajemen keuangan sederhana, motivasi usaha, hingga penguatan spiritual.

Manfaat Strategis Program ZKUP bagi Masyarakat NTB

Melalui implementasi yang terukur, Program ZKUP membawa dampak domino yang sangat positif bagi peta perekonomian dan sosial di Nusa Tenggara Barat:

1. Memutus Rantai Kemiskinan Secara Mandiri

Dengan memberikan "kail" dan bukan "ikan", program ini mendidik masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Pendapatan yang stabil dari usaha produktif ini perlahan namun pasti mengangkat derajat ekonomi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.

2. Mempercepat Transformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq

Inilah indikator keberhasilan tertinggi dari pengelolaan zakat modern. Ketika usaha kelompok produktif ini berkembang, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan. Di sinilah mentalitas mereka bertransformasi; dari yang terbiasa menerima (tangan di bawah) menjadi terbiasa memberi dan bersedekah (tangan di atas).

3. Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput (Grassroots)

Kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah NTB menjadi urat nadi baru perekonomian lokal. Perputaran uang terjadi secara langsung di tingkat masyarakat bawah, yang pada gilirannya ikut mendukung program intervensi kemiskinan ekstrem yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

4. Akuntabilitas Dana Zakat yang Berdampak Nyata

Bagi para muzakki (pemberi zakat) yang menitipkan dananya ke BAZNAS NTB, program ZKUP adalah bukti nyata bahwa zakat mereka disalurkan secara produktif. Efek manfaatnya terus mengalir (multiefek) karena mampu mengubah taraf hidup seseorang secara permanen, bukan sesaat

Sinergi Menuju NTB Emas

Pemberdayaan masyarakat melalui ZKUP adalah ikhtiar panjang yang membutuhkan konsistensi. BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak kelompok masyarakat yang tersentuh dan terberdayakan.

Kami meyakini, dengan zakat yang dikelola secara produktif, didukung dengan pendampingan yang amanah, kemiskinan di bumi Gora ini dapat kita entaskan bersama. Mari terus kuatkan sinergi, bersihkan harta dengan berzakat, dan bersama-sama kita saksikan lahirnya para mutashaddiq baru yang siap membangun perekonomian NTB yang mulia dan sejahtera.

06/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan

Zakat bukan sekadar kewajiban ritual untuk membersihkan harta, melainkan instrumen strategis dalam Islam untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan keadilan sosial. Namun, potensi besar ini sering kali belum tergali optimal karena masih banyak muzaki (pembayar zakat) yang memilih membagikan zakatnya secara langsung kepada mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar.

 

Secara fikih, menyalurkan zakat secara langsung memang sah. Namun, jika ditinjau dari kemaslahatan umat (maslahah ammah) dan efektivitas dampak, menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya dan diakui negara jauh lebih utama.

 

Lembaga amil zakat resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) beroperasi di bawah payung hukum yang kuat, salah satunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui lembaga resmi, pengelolaan zakat dipastikan memenuhi prinsip "3A", yaitu:

 

· Aman Syar'i: Penyaluran sesuai dengan delapan asnaf (golongan) yang tertuang dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60.

· Aman Regulasi: Pengelolaan keuangan patuh terhadap hukum perundang-undangan negara.

· Aman NKRI: Dana zakat dipastikan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang mengancam stabilitas bangsa.

 

Lembaga resmi juga diaudit secara berkala oleh auditor independen dan Kementerian Agama, sehingga transparansinya terjaga.

 

Sering kali seorang muzaki merasa ragu karena nominal zakat yang dikeluarkannya relatif kecil, misalnya Rp100.000. Jika uang Rp100.000 tersebut diberikan langsung kepada seorang miskin, uang itu kemungkinan besar habis dalam satu atau dua hari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dasar (seperti membeli beras atau lauk pauk). Dampaknya sangat pendek dan tidak mengubah kondisi ekonomi si penerima.

 

Di sinilah letak keunggulan lembaga amil zakat. Lembaga berfungsi sebagai wadah agregasi (pengumpul). Mari kita hitung secara matematis:

 

Jika Rp100.000 tersebut dikalikan dengan 10.000 muzaki yang mengamanahkan zakatnya ke lembaga, maka akan terkumpul dana sebesar:

Rp100.000 x 10.000 = Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah)

 

Dana kolektif sebesar 1 miliar rupiah inilah yang memicu efek multiplikasi (multiplier effect). Uang yang tadinya hanya cukup untuk membeli beberapa kilogram beras, kini berubah menjadi modal besar yang mampu membiayai program-program strategis berskala makro.

Melalui dana kolektif yang besar, lembaga amil zakat dapat merancang program penanggulangan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Zakat tidak lagi sekadar menjadi "bantuan sosial" yang habis seketika, melainkan bertransformasi menjadi zakat produktif.

 

Beberapa program pemberdayaan yang lahir dari dana kolektif ini antara lain:

· Zakat Community Development (ZCD): Mengubah satu desa tertinggal menjadi desa mandiri melalui pembinaan komoditas lokal.

· Modal Usaha Mikro: Memberikan bantuan alat produksi dan modal bergulir tanpa bunga bagi pelaku UMKM.

· Beasiswa Pendidikan: Membiayai anak-anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus sarjana demi memutus rantai kemiskinan struktural.

· Pelatihan Kerja: Menyediakan kursus keterampilan praktis agar mustahik siap terserap di dunia kerja atau membuka usaha sendiri.

 

Dengan pendekatan ini, lembaga amil zakat memegang target jangka panjang yang mulia: mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan.

 

Menyalurkan zakat secara mandiri memang memberikan kepuasan emosional sesaat karena kita melihat langsung senyum penerimanya. Namun, untuk menciptakan perubahan sosial yang masif dan sistemik, kita harus melangkah lebih jauh. Rp100.000 yang Anda salurkan ke lembaga resmi akan melebur bersama jutaan kebaikan muzaki lainnya, menciptakan gelombang pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat. Salurkan zakat Anda melalui lembaga resmi yang diakui negara demi zakat yang lebih berdampak dan akuntabel.

 

29/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
Mahyani: Menenun Martabat di Atas Fondasi Desa Berdaya

Rumah adalah episentrum dari seluruh hajat hidup manusia. Di balik dinding-dindingnya, karakter generasi penerus dibentuk, kesehatan dijaga, dan ibadah kekeluargaan ditegakkan. Namun, bagi sebagian saudara kita di Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki rumah yang aman dan kokoh masih berupa mimpi yang menggantung di awan.

Bergerak dari realitas ini, BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen penuh untuk mengalirkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran melalui program Mahyani (Rumah Layak Huni). Program ini bukan sekadar proyek bedah rumah seremonial, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk mengembalikan martabat kemanusiaan yang terhimpit kemiskinan ekstrem.

Menyisir yang Terlupakan: Verifikasi Mendalam Berbasis Keberlanjutan

Seringkali, bantuan sosial terjebak pada permukaan saja. Di BAZNAS NTB, kami menerapkan standar verifikasi yang berlapis dan mendalam (deep verification). Kami menyadari bahwa amanah dana ummat ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, target utama Mahyani dikunci pada kluster masyarakat yang berada di Desil Satu—kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam data kemiskinan.

Namun, angka desil saja tidak cukup. Tim verifikator kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspek sosial-ekonomi yang lebih spesifik:

1. Ketiadaan Penopang Keluarga Kami memprioritaskan mustahik (penerima zakat) yang hidup sebatang kara, lansia terlantar, atau kepala keluarga yang mengalami disabilitas total.

2. Zero Family Support System Bantuan ini diarahkan kepada mereka yang secara nyata tidak memiliki sistem pendukung dari keluarga besarnya. Jika keluarga intinya pun berada dalam jerat kemiskinan yang sama dan mustahil untuk saling menopang, di situlah BAZNAS NTB hadir sebagai jembatan kemaslahatan.

"Kami tidak ingin sekadar membangun fisik rumah, lalu membiarkan penghuninya kelaparan di dalam. Verifikasi ini memastikan bahwa yang kami bantu adalah mereka yang benar-benar berada di titik nadir pertahanan ekonominya."

Bersinergi Membangun "Desa Berdaya"

Program Mahyani tidak berjalan di dalam ruang hampa. Kami mengintegrasikan gerakan ini dengan visi besar Pemerintah Provinsi NTB. Secara khusus, Mahyani dirancang untuk menjadi pilar utama dalam menyukseskan program Desa Berdaya yang digagas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Gagasan Desa Berdaya menuntut kemandirian desa dari segala lini—mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga tatanan sosial. BAZNAS NTB melihat bahwa kemandirian sebuah desa mustahil terwujud jika satuan terkecilnya, yaitu keluarga, masih tinggal di hunian yang tidak manusiawi dan rentan ambruk.

Ketika program Mahyani masuk ke sebuah desa, kita sedang meletakkan batu pertama bagi pembangunan sektor lainnya: Kesehatan Lingkungan Rumah layak huni dengan sanitasi yang baik otomatis menurunkan angka stunting dan penyakit menular di desa tersebut.

Ketahanan Ekonomi Dengan hilangnya kecemasan akan tempat tinggal, kepala keluarga dapat mengalihkan fokus dan energi mereka untuk bekerja dan berdaya secara ekonomi.

Melalui sinergi antara BAZNAS NTB dan cetak biru Desa Berdaya dari Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, kita sedang menyaksikan bagaimana zakat berfungsi sebagai instrumen transformatif yang mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat tapak (pedesaan).

Gotong Royong Mewujudkan Keadilan Sosial

Menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di NTB adalah kerja peradaban yang besar. BAZNAS NTB akan terus konsisten menjaga akurasi data penerima bantuan agar setiap rupiah yang disalurkan benar-benar mengubah air mata kemiskinan menjadi senyum kemandirian.

Terima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS NTB. Melalui ikhtiar kolektif program Mahyani dan semangat Desa Berdaya, mari kita bersama-sama memastikan tidak ada lagi masyarakat NTB yang harus terlapuk oleh cuaca di dalam rumahnya sendiri.

Bersama Ummat, BAZNAS NTB Menyejahterakan.

29/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
Khatib di Masjid Baiturrahman Gegutu, Ketua BAZNAS NTB Ajak Jemaah Perkuat Solidaritas Sosial Lewat Zakat

LOMBOK BARAT — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., bertindak sebagai khatib dalam ibadah salat Jumat di Masjid Baiturrahman, Dusun Gegutu, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat (26/6/2026).

Kehadiran orang nomor satu di BAZNAS NTB ini di tengah jemaah Gegutu menjadi momentum penting untuk merekatkan tali silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya menjaga kebersihan hati di tengah dinamika kehidupan sosial.

Dalam khotbahnya, Dr. Lalu Muhammad Iqbal mengangkat tema yang sangat menyentuh aspek moralitas dan tauhid umat, yakni pentingnya menumbuhkan sikap husnuzan (berprasangka baik) kepada sesama dan kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa husnuzan bukan sekadar sikap mental positif, melainkan fondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis serta menentukan arah kehidupan seorang mukmin.

Beliau mengingatkan jemaah bahwa prasangka seorang hamba kepada penciptanya adalah cerminan dari takdir yang akan ia jemput. Energi positif dari prasangka baik akan melahirkan optimisme yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Apa yang kita sangkakan ke Allah, maka itu yang akan terjadi dalam hidup kita ke depan. Jadi, sangka baik itulah yang akan mewujud dan terjadi ke depan," ujar Dr. Lalu Muhammad Iqbal dengan khidmat di atas mimbar. "Jika kita terus memelihara prasangka baik kepada Allah dan sesama manusia, maka kebaikan, kemudahan, dan kedamaian pulalah yang akan dihantarkan dalam perjalanan hidup kita."

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa Islam sangat melarang umatnya terjebak dalam penyakit suuzan (prasangka buruk). Sifat tersebut dinilai sebagai pangkal dari keretakan hubungan persaudaraan, fitnah, dan perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, dengan selalu mengedepankan husnuzan, umat diajak untuk membersihkan hati dan membuka ruang tabayun (klarifikasi) yang sehat atas setiap persoalan.

Usai pelaksanaan ibadah salat Jumat, Ketua BAZNAS NTB memanfaatkan waktu untuk berdialog santai dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus Masjid Baiturrahman Gegutu. Ruang diskusi ini menjadi sarana hangat untuk menyerap aspirasi warga serta memperkuat sinergi program kemanusiaan di tingkat tapak.

Kegiatan safari Jumat ini juga berjalan beriringan dengan rangkaian agenda BAZNAS NTB di Desa Kekeri, sebagai wujud nyata bahwa pimpinan BAZNAS tidak hanya hadir memberikan intervensi materi atau bantuan fisik, tetapi juga hadir memberikan penguatan spiritual dan moral bagi masyarakat.

 
26/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas NTB
10 Amalan memasuki bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti umat Islam. Namun, tanpa persiapan sebelum Ramadhan, banyak orang justru melewatinya tanpa peningkatan iman yang berarti. Rasulullah ? bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad).

Agar tidak termasuk orang yang merugi di bulan suci, berikut 10 hal yang harus disiapkan sebelum Ramadhan agar tidak menyesal, lengkap dengan dalil dan penjelasan.

1. Meluruskan Niat dan Taubat Sebelum Ramadhan

 

Persiapan sebelum Ramadhan dimulai dari hati. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 8 agar orang beriman bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat membersihkan dosa sehingga ibadah Ramadhan lebih khusyuk dan diterima. 

2. Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu

Jika masih memiliki hutang puasa, segera qadha sebelum Ramadhan tiba. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan bahwa beliau mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan berikutnya (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan

Salah satu doa sahabat adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ulama menyebut, doa sebelum Ramadhan menunjukkan kesiapan hati menyambut bulan mulia.

4. Belajar Ilmu Fikih Puasa

Persiapan sebelum Ramadhan juga berarti memahami hukum puasa. Pelajari hal-hal yang membatalkan puasa, fidyah, hingga kafarat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 tentang kewajiban puasa Ramadhan.
Anda bisa membaca referensi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai rujukan terpercaya.

5. Menyusun Target Ibadah Ramadhan

  • Khatam Al-Qur’an

  • Qiyamul lail rutin

  • Sedekah harian

  • Mengikuti kajian

Dengan target jelas, Ramadhan tidak terlewati sia-sia.

6. Membiasakan Puasa Sunnah

Dalam hadits riwayat Usamah bin Zaid, Nabi ? banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum Ramadhan (HR. An-Nasa’i). Ini bagian penting dari persiapan sebelum Ramadhan agar fisik dan mental siap.

7. Menata Jadwal dan Aktivitas Harian

Kurangi aktivitas yang tidak produktif. Sisihkan waktu untuk tilawah dan ibadah. Ramadhan hanya datang setahun sekali—jangan sampai habis untuk hal yang tidak bernilai akhirat.

8. Menyiapkan Harta untuk Sedekah dan Zakat

Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan semakin dermawan saat Ramadhan (HR. Bukhari).
Persiapan sebelum Ramadhan juga mencakup kesiapan finansial untuk:
Zakat fitrah
Infaq
Sedekah

Sedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya.

9. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan

Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ? bersabda bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup saat Ramadhan (HR. Muslim). Maka bersihkan hati dari dendam dan konflik agar ibadah lebih ringan.

10. Mempersiapkan Mental dan Kesehatan

Puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Atur pola makan, kurangi konsumsi berlebihan, serta biasakan bangun lebih awal. Persiapan sebelum Ramadhan secara fisik membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan.

Dalil Keutamaan Ramadhan

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ? bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penghapusan dosa.

Mengapa Persiapan Sebelum Ramadhan Itu Sangat Penting?

 

Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi melemah di pertengahan, lalu kehilangan momentum di 10 hari terakhir. Padahal Rasulullah ? justru semakin bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).

Persiapan sebelum Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi kesiapan iman. Tanpa persiapan sebelum Ramadhan, ibadah bisa terasa berat, tidak konsisten, bahkan berlalu tanpa perubahan berarti.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jangan Menyesal Setelah Ramadhan Berlalu

Banyak orang menangis setelah Ramadhan berakhir karena merasa belum maksimal. Oleh karena itu, persiapan sebelum Ramadhan sangat penting agar bulan suci benar-benar menjadi momentum perubahan.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat).

17/02/2026 | Kontributor: Admin

Artikel Terbaru

Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
Penanggulangan kemiskinan tidak bisa lagi bertumpu pada pola karitatif (bantuan habis pakai). Jika kita hanya memberikan bantuan untuk sekadar memenuhi isi perut hari ini, maka esok hari saudara-saudara kita akan kembali menghadapi persoalan yang sama. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merumuskan sebuah formula pemberdayaan yang lebih berkelanjutan melalui program ZKUP (Zakat untuk Kelompok Usaha Produktif). Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, BAZNAS NTB memikul tanggung jawab besar agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Program ZKUP hadir bukan sekadar sebagai program bagi-bagi bantuan, melainkan sebuah gerakan sistematis untuk melakukan transformasi fundamental: mengubah Mustahiq (penerima zakat) menjadi Mutashaddiq (pemberi sedekah/zakat). Tiga Pilar Utama Program ZKUP Program ZKUP dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kami di BAZNAS NTB meyakini bahwa modal finansial saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah usaha mikro. Oleh karena itu, ZKUP mengintegrasikan tiga instrumen penting bagi para penerima manfaat: 1. Bantuan Sarana Usaha (Gerobak Dagang): Kami memberikan identitas dan fasilitas kelayakan usaha berupa gerobak dagang yang representatif, bersih, dan menarik. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dan daya tarik bagi konsumen. 2. Injeksi Modal Usaha: Bantuan modal kerja diberikan sebagai stimulan agar roda perputaran usaha dapat berjalan optimal tanpa terjebak jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal yang mencekik. 3. Pendampingan Berkelanjutan: Ini adalah ruh dari program ZKUP. Penerima manfaat tidak ditinggalkan begitu saja. BAZNAS NTB menerjunkan tim pendamping untuk memberikan edukasi manajemen keuangan sederhana, motivasi usaha, hingga penguatan spiritual. Manfaat Strategis Program ZKUP bagi Masyarakat NTB Melalui implementasi yang terukur, Program ZKUP membawa dampak domino yang sangat positif bagi peta perekonomian dan sosial di Nusa Tenggara Barat: 1. Memutus Rantai Kemiskinan Secara Mandiri Dengan memberikan "kail" dan bukan "ikan", program ini mendidik masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Pendapatan yang stabil dari usaha produktif ini perlahan namun pasti mengangkat derajat ekonomi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. 2. Mempercepat Transformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq Inilah indikator keberhasilan tertinggi dari pengelolaan zakat modern. Ketika usaha kelompok produktif ini berkembang, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan. Di sinilah mentalitas mereka bertransformasi; dari yang terbiasa menerima (tangan di bawah) menjadi terbiasa memberi dan bersedekah (tangan di atas). 3. Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput (Grassroots) Kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah NTB menjadi urat nadi baru perekonomian lokal. Perputaran uang terjadi secara langsung di tingkat masyarakat bawah, yang pada gilirannya ikut mendukung program intervensi kemiskinan ekstrem yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. 4. Akuntabilitas Dana Zakat yang Berdampak Nyata Bagi para muzakki (pemberi zakat) yang menitipkan dananya ke BAZNAS NTB, program ZKUP adalah bukti nyata bahwa zakat mereka disalurkan secara produktif. Efek manfaatnya terus mengalir (multiefek) karena mampu mengubah taraf hidup seseorang secara permanen, bukan sesaat Sinergi Menuju NTB Emas Pemberdayaan masyarakat melalui ZKUP adalah ikhtiar panjang yang membutuhkan konsistensi. BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak kelompok masyarakat yang tersentuh dan terberdayakan. Kami meyakini, dengan zakat yang dikelola secara produktif, didukung dengan pendampingan yang amanah, kemiskinan di bumi Gora ini dapat kita entaskan bersama. Mari terus kuatkan sinergi, bersihkan harta dengan berzakat, dan bersama-sama kita saksikan lahirnya para mutashaddiq baru yang siap membangun perekonomian NTB yang mulia dan sejahtera.
ARTIKEL06/07/2026 | Humas Baznas NTB
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual untuk membersihkan harta, melainkan instrumen strategis dalam Islam untuk mengentaskan kemiskinan dan menegakkan keadilan sosial. Namun, potensi besar ini sering kali belum tergali optimal karena masih banyak muzaki (pembayar zakat) yang memilih membagikan zakatnya secara langsung kepada mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar. Secara fikih, menyalurkan zakat secara langsung memang sah. Namun, jika ditinjau dari kemaslahatan umat (maslahah ammah) dan efektivitas dampak, menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya dan diakui negara jauh lebih utama. Lembaga amil zakat resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) beroperasi di bawah payung hukum yang kuat, salah satunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui lembaga resmi, pengelolaan zakat dipastikan memenuhi prinsip "3A", yaitu: · Aman Syar'i: Penyaluran sesuai dengan delapan asnaf (golongan) yang tertuang dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60. · Aman Regulasi: Pengelolaan keuangan patuh terhadap hukum perundang-undangan negara. · Aman NKRI: Dana zakat dipastikan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang mengancam stabilitas bangsa. Lembaga resmi juga diaudit secara berkala oleh auditor independen dan Kementerian Agama, sehingga transparansinya terjaga. Sering kali seorang muzaki merasa ragu karena nominal zakat yang dikeluarkannya relatif kecil, misalnya Rp100.000. Jika uang Rp100.000 tersebut diberikan langsung kepada seorang miskin, uang itu kemungkinan besar habis dalam satu atau dua hari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dasar (seperti membeli beras atau lauk pauk). Dampaknya sangat pendek dan tidak mengubah kondisi ekonomi si penerima. Di sinilah letak keunggulan lembaga amil zakat. Lembaga berfungsi sebagai wadah agregasi (pengumpul). Mari kita hitung secara matematis: Jika Rp100.000 tersebut dikalikan dengan 10.000 muzaki yang mengamanahkan zakatnya ke lembaga, maka akan terkumpul dana sebesar: Rp100.000 x 10.000 = Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah) Dana kolektif sebesar 1 miliar rupiah inilah yang memicu efek multiplikasi (multiplier effect). Uang yang tadinya hanya cukup untuk membeli beberapa kilogram beras, kini berubah menjadi modal besar yang mampu membiayai program-program strategis berskala makro. Melalui dana kolektif yang besar, lembaga amil zakat dapat merancang program penanggulangan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Zakat tidak lagi sekadar menjadi "bantuan sosial" yang habis seketika, melainkan bertransformasi menjadi zakat produktif. Beberapa program pemberdayaan yang lahir dari dana kolektif ini antara lain: · Zakat Community Development (ZCD): Mengubah satu desa tertinggal menjadi desa mandiri melalui pembinaan komoditas lokal. · Modal Usaha Mikro: Memberikan bantuan alat produksi dan modal bergulir tanpa bunga bagi pelaku UMKM. · Beasiswa Pendidikan: Membiayai anak-anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus sarjana demi memutus rantai kemiskinan struktural. · Pelatihan Kerja: Menyediakan kursus keterampilan praktis agar mustahik siap terserap di dunia kerja atau membuka usaha sendiri. Dengan pendekatan ini, lembaga amil zakat memegang target jangka panjang yang mulia: mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan. Menyalurkan zakat secara mandiri memang memberikan kepuasan emosional sesaat karena kita melihat langsung senyum penerimanya. Namun, untuk menciptakan perubahan sosial yang masif dan sistemik, kita harus melangkah lebih jauh. Rp100.000 yang Anda salurkan ke lembaga resmi akan melebur bersama jutaan kebaikan muzaki lainnya, menciptakan gelombang pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat. Salurkan zakat Anda melalui lembaga resmi yang diakui negara demi zakat yang lebih berdampak dan akuntabel.
ARTIKEL29/06/2026 | Humas Baznas NTB
Mahyani: Menenun Martabat di Atas Fondasi Desa Berdaya
Mahyani: Menenun Martabat di Atas Fondasi Desa Berdaya
Rumah adalah episentrum dari seluruh hajat hidup manusia. Di balik dinding-dindingnya, karakter generasi penerus dibentuk, kesehatan dijaga, dan ibadah kekeluargaan ditegakkan. Namun, bagi sebagian saudara kita di Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki rumah yang aman dan kokoh masih berupa mimpi yang menggantung di awan. Bergerak dari realitas ini, BAZNAS Provinsi NTB berkomitmen penuh untuk mengalirkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran melalui program Mahyani (Rumah Layak Huni). Program ini bukan sekadar proyek bedah rumah seremonial, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk mengembalikan martabat kemanusiaan yang terhimpit kemiskinan ekstrem. Menyisir yang Terlupakan: Verifikasi Mendalam Berbasis Keberlanjutan Seringkali, bantuan sosial terjebak pada permukaan saja. Di BAZNAS NTB, kami menerapkan standar verifikasi yang berlapis dan mendalam (deep verification). Kami menyadari bahwa amanah dana ummat ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, target utama Mahyani dikunci pada kluster masyarakat yang berada di Desil Satu—kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam data kemiskinan. Namun, angka desil saja tidak cukup. Tim verifikator kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspek sosial-ekonomi yang lebih spesifik: 1. Ketiadaan Penopang Keluarga Kami memprioritaskan mustahik (penerima zakat) yang hidup sebatang kara, lansia terlantar, atau kepala keluarga yang mengalami disabilitas total. 2. Zero Family Support System Bantuan ini diarahkan kepada mereka yang secara nyata tidak memiliki sistem pendukung dari keluarga besarnya. Jika keluarga intinya pun berada dalam jerat kemiskinan yang sama dan mustahil untuk saling menopang, di situlah BAZNAS NTB hadir sebagai jembatan kemaslahatan. "Kami tidak ingin sekadar membangun fisik rumah, lalu membiarkan penghuninya kelaparan di dalam. Verifikasi ini memastikan bahwa yang kami bantu adalah mereka yang benar-benar berada di titik nadir pertahanan ekonominya." Bersinergi Membangun "Desa Berdaya" Program Mahyani tidak berjalan di dalam ruang hampa. Kami mengintegrasikan gerakan ini dengan visi besar Pemerintah Provinsi NTB. Secara khusus, Mahyani dirancang untuk menjadi pilar utama dalam menyukseskan program Desa Berdaya yang digagas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Gagasan Desa Berdaya menuntut kemandirian desa dari segala lini—mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga tatanan sosial. BAZNAS NTB melihat bahwa kemandirian sebuah desa mustahil terwujud jika satuan terkecilnya, yaitu keluarga, masih tinggal di hunian yang tidak manusiawi dan rentan ambruk. Ketika program Mahyani masuk ke sebuah desa, kita sedang meletakkan batu pertama bagi pembangunan sektor lainnya: Kesehatan Lingkungan Rumah layak huni dengan sanitasi yang baik otomatis menurunkan angka stunting dan penyakit menular di desa tersebut. Ketahanan Ekonomi Dengan hilangnya kecemasan akan tempat tinggal, kepala keluarga dapat mengalihkan fokus dan energi mereka untuk bekerja dan berdaya secara ekonomi. Melalui sinergi antara BAZNAS NTB dan cetak biru Desa Berdaya dari Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, kita sedang menyaksikan bagaimana zakat berfungsi sebagai instrumen transformatif yang mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat tapak (pedesaan). Gotong Royong Mewujudkan Keadilan Sosial Menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di NTB adalah kerja peradaban yang besar. BAZNAS NTB akan terus konsisten menjaga akurasi data penerima bantuan agar setiap rupiah yang disalurkan benar-benar mengubah air mata kemiskinan menjadi senyum kemandirian. Terima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS NTB. Melalui ikhtiar kolektif program Mahyani dan semangat Desa Berdaya, mari kita bersama-sama memastikan tidak ada lagi masyarakat NTB yang harus terlapuk oleh cuaca di dalam rumahnya sendiri. Bersama Ummat, BAZNAS NTB Menyejahterakan.
ARTIKEL29/06/2026 | Humas Baznas NTB
Khatib di Masjid Baiturrahman Gegutu, Ketua BAZNAS NTB Ajak Jemaah Perkuat Solidaritas Sosial Lewat Zakat
Khatib di Masjid Baiturrahman Gegutu, Ketua BAZNAS NTB Ajak Jemaah Perkuat Solidaritas Sosial Lewat Zakat
LOMBOK BARAT — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., bertindak sebagai khatib dalam ibadah salat Jumat di Masjid Baiturrahman, Dusun Gegutu, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat (26/6/2026). Kehadiran orang nomor satu di BAZNAS NTB ini di tengah jemaah Gegutu menjadi momentum penting untuk merekatkan tali silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya menjaga kebersihan hati di tengah dinamika kehidupan sosial. Dalam khotbahnya, Dr. Lalu Muhammad Iqbal mengangkat tema yang sangat menyentuh aspek moralitas dan tauhid umat, yakni pentingnya menumbuhkan sikap husnuzan (berprasangka baik) kepada sesama dan kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa husnuzan bukan sekadar sikap mental positif, melainkan fondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis serta menentukan arah kehidupan seorang mukmin. Beliau mengingatkan jemaah bahwa prasangka seorang hamba kepada penciptanya adalah cerminan dari takdir yang akan ia jemput. Energi positif dari prasangka baik akan melahirkan optimisme yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. "Apa yang kita sangkakan ke Allah, maka itu yang akan terjadi dalam hidup kita ke depan. Jadi, sangka baik itulah yang akan mewujud dan terjadi ke depan," ujar Dr. Lalu Muhammad Iqbal dengan khidmat di atas mimbar. "Jika kita terus memelihara prasangka baik kepada Allah dan sesama manusia, maka kebaikan, kemudahan, dan kedamaian pulalah yang akan dihantarkan dalam perjalanan hidup kita." Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa Islam sangat melarang umatnya terjebak dalam penyakit suuzan (prasangka buruk). Sifat tersebut dinilai sebagai pangkal dari keretakan hubungan persaudaraan, fitnah, dan perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, dengan selalu mengedepankan husnuzan, umat diajak untuk membersihkan hati dan membuka ruang tabayun (klarifikasi) yang sehat atas setiap persoalan. Usai pelaksanaan ibadah salat Jumat, Ketua BAZNAS NTB memanfaatkan waktu untuk berdialog santai dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus Masjid Baiturrahman Gegutu. Ruang diskusi ini menjadi sarana hangat untuk menyerap aspirasi warga serta memperkuat sinergi program kemanusiaan di tingkat tapak. Kegiatan safari Jumat ini juga berjalan beriringan dengan rangkaian agenda BAZNAS NTB di Desa Kekeri, sebagai wujud nyata bahwa pimpinan BAZNAS tidak hanya hadir memberikan intervensi materi atau bantuan fisik, tetapi juga hadir memberikan penguatan spiritual dan moral bagi masyarakat.
ARTIKEL26/06/2026 | Humas Baznas NTB
10 Amalan memasuki bulan Ramadhan
10 Amalan memasuki bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti umat Islam. Namun, tanpa persiapan sebelum Ramadhan, banyak orang justru melewatinya tanpa peningkatan iman yang berarti. Rasulullah ? bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad). Agar tidak termasuk orang yang merugi di bulan suci, berikut 10 hal yang harus disiapkan sebelum Ramadhan agar tidak menyesal, lengkap dengan dalil dan penjelasan. 1. Meluruskan Niat dan Taubat Sebelum Ramadhan Persiapan sebelum Ramadhan dimulai dari hati. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 8 agar orang beriman bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat membersihkan dosa sehingga ibadah Ramadhan lebih khusyuk dan diterima. 2. Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu Jika masih memiliki hutang puasa, segera qadha sebelum Ramadhan tiba. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan bahwa beliau mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan berikutnya (HR. Bukhari dan Muslim). 3. Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan Salah satu doa sahabat adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ulama menyebut, doa sebelum Ramadhan menunjukkan kesiapan hati menyambut bulan mulia. 4. Belajar Ilmu Fikih Puasa Persiapan sebelum Ramadhan juga berarti memahami hukum puasa. Pelajari hal-hal yang membatalkan puasa, fidyah, hingga kafarat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 tentang kewajiban puasa Ramadhan.Anda bisa membaca referensi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai rujukan terpercaya. 5. Menyusun Target Ibadah Ramadhan Khatam Al-Qur’an Qiyamul lail rutin Sedekah harian Mengikuti kajian Dengan target jelas, Ramadhan tidak terlewati sia-sia. 6. Membiasakan Puasa Sunnah Dalam hadits riwayat Usamah bin Zaid, Nabi ? banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum Ramadhan (HR. An-Nasa’i). Ini bagian penting dari persiapan sebelum Ramadhan agar fisik dan mental siap. 7. Menata Jadwal dan Aktivitas Harian Kurangi aktivitas yang tidak produktif. Sisihkan waktu untuk tilawah dan ibadah. Ramadhan hanya datang setahun sekali—jangan sampai habis untuk hal yang tidak bernilai akhirat. 8. Menyiapkan Harta untuk Sedekah dan Zakat Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan semakin dermawan saat Ramadhan (HR. Bukhari).Persiapan sebelum Ramadhan juga mencakup kesiapan finansial untuk:Zakat fitrahInfaqSedekah Sedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. 9. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ? bersabda bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup saat Ramadhan (HR. Muslim). Maka bersihkan hati dari dendam dan konflik agar ibadah lebih ringan. 10. Mempersiapkan Mental dan Kesehatan Puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Atur pola makan, kurangi konsumsi berlebihan, serta biasakan bangun lebih awal. Persiapan sebelum Ramadhan secara fisik membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan. Dalil Keutamaan Ramadhan Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penghapusan dosa. Mengapa Persiapan Sebelum Ramadhan Itu Sangat Penting? Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi melemah di pertengahan, lalu kehilangan momentum di 10 hari terakhir. Padahal Rasulullah ? justru semakin bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim). Persiapan sebelum Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi kesiapan iman. Tanpa persiapan sebelum Ramadhan, ibadah bisa terasa berat, tidak konsisten, bahkan berlalu tanpa perubahan berarti. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Jangan Menyesal Setelah Ramadhan Berlalu Banyak orang menangis setelah Ramadhan berakhir karena merasa belum maksimal. Oleh karena itu, persiapan sebelum Ramadhan sangat penting agar bulan suci benar-benar menjadi momentum perubahan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat).
ARTIKEL17/02/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.

Lihat Daftar Rekening →