WhatsApp Icon

Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., Buka Kajian Ustaz Hanan Attaki di Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia dengan Pesan Mendalam

11/07/2026  |  Penulis: Humas Baznas NTB

Bagikan:URL telah tercopy
Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., Buka Kajian Ustaz Hanan Attaki di Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia dengan Pesan Mendalam

Dokumentasi BAZNAS Provinsi NTB

MATARAM, 11 Juli 2026 – Rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Mataram semakin semarak dengan hadirnya kajian akbar bersama ulama nasional Ustaz Hanan Attaki, Lc. Kajian ini diisi oleh penceramah pembuka istimewa, yakni Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A.

Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Gubernur NTB yang diwakili oleh Karo Kesra, jajaran Direksi Bank Indonesia (BI) termasuk Bapak Suyono (Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah BI), Bapak Faturrahman (Departemen Regional BI), Kepala Perwakilan BI Mataram Bapak Haryo, serta Pengurus Islamic Center NTB, Prof. Dr. Fahrurrazi.

Sebagai penceramah pembuka, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., mencairkan suasana dengan analogi jenaka. Beliau mengibaratkan dirinya sebagai petinju "kelas bulu" sebagai pembuka acara, sedangkan Ustaz Hanan Attaki adalah petinju "kelas berat" yang menjadi menu utama dan paling dinantikan oleh para jamaah.

Meski bertindak sebagai pembuka, Ketua BAZNAS NTB menyampaikan tiga poin tausyiah yang sangat berbobot dan reflektif bagi masyarakat:

Pertama, Syariat Membawa Kemaslahatan. Beliau menegaskan bahwa syariat Islam diturunkan murni untuk memberikan kebaikan (maslahah) dan bukan untuk menyulitkan (mudharat). Semakin seseorang hidup dalam bingkai halal, semakin dekat ia dengan Sang Pencipta.

Kedua, Kunci Bebas dari Rasa Takut dan Sedih. Mengacu pada esensi Al-Qur'an, beliau mengingatkan bahwa orang yang senantiasa istiqomah dalam kebaikan tidak akan dihinggapi rasa takut dan sedih (la khaufun 'alaihim wa la hum yahzanun). Hal ini menjadi teguran halus agar umat kembali mengecek kedekatannya dengan syariat saat merasa terlalu banyak khawatir.

Ketiga, Formulasi Nikmat vs Fitnah. Mengutip ulama besar Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, beliau membagikan tolak ukur harta dan fasilitas dunia. "Jika anugerah tersebut membuatmu semakin dekat kepada Allah, maka itu adalah nikmat. Namun, jika justru membuatmu semakin menjauh, maka itu adalah fitnah (petaka)," tegasnya.

Sesi penceramah pembuka ini ditutup dengan suasana khidmat dan interaktif. Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., mengajak seluruh jamaah yang hadir di Masjid Raya Hubbul Wathan untuk melantunkan kalimat Tahlil bersama-sama, sebagai simbol komitmen untuk terus berjuang meraih kebahagiaan sejati di dunia maupun di akhirat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.

Lihat Daftar Rekening →