WhatsApp Icon

Program Vokasi BAZNAS Provinsi NTB sebagai Upaya Nyata Zakat Memberdayakan Ummat

14/10/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS NTB

Bagikan:URL telah tercopy
Program Vokasi BAZNAS Provinsi NTB sebagai Upaya Nyata Zakat Memberdayakan Ummat

H. Zulkipli, SE., MM. (Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB)

Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu umat keluar dari kesulitan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Bagi mustahik, manfaat zakat dapat hadir dalam bentuk terpenuhinya kebutuhan dasar, terbukanya kesempatan belajar, serta tersedianya bekal untuk bekerja dan berusaha. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat mampu menjadi penggerak perubahan dalam kehidupan keluarga.

Semangat itulah yang mendasari Program Vokasi BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui pelatihan keterampilan serta pemberian alat produksi dan peralatan servis, program ini membuka jalan bagi mustahik untuk mengembangkan kemampuan, memperoleh penghasilan, dan membangun kemandirian. Inilah makna nyata Zakat Memberdayakan Ummat: dana umat diolah menjadi kesempatan bagi penerima manfaat untuk memperbaiki kehidupannya dengan kemampuan sendiri.

Bidang keterampilan yang menjadi perhatian meliputi servis AC, pertukangan bangunan, bengkel motor, pembuatan roti dan kue, menjahit, pengelasan, serta juru sembelih halal. Ragam bidang tersebut menghadirkan pilihan penghidupan yang dapat disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan peluang kerja di lingkungan peserta.

Bantuan konsumtif dan produktif saling melengkapi

Bantuan konsumtif atau karitatif tetap memiliki peran penting. Keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, menghadapi musibah, atau belum mampu bekerja memerlukan pertolongan langsung. Dukungan tersebut menjaga keberlangsungan hidup dan membantu mustahik melewati keadaan yang mendesak.

Bagi mustahik yang memiliki kemampuan untuk bekerja, bantuan produktif dapat menjadi langkah berikutnya. Pelatihan memberi pengetahuan dan keterampilan, sementara alat kerja membantu mereka mempraktikkan kemampuan itu untuk menghasilkan barang atau memberikan layanan. Keduanya memperkuat kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, pendistribusian dan pendayagunaan zakat perlu mengikuti keadaan penerima. Kebutuhan dasar tetap diperhatikan, sedangkan potensi produktif dikembangkan sesuai kesiapan masing-masing. Tujuannya adalah membantu keluarga bergerak menuju kondisi yang lebih aman dan mandiri secara bertahap.

Keterampilan yang membuka jalan penghidupan

Pelatihan servis AC membekali peserta untuk menekuni layanan pemasangan, perawatan, dan perbaikan sesuai kompetensinya. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bekerja pada penyedia jasa atau merintis layanan mandiri. Ketelitian, keselamatan kerja, dan kejujuran dalam melayani pelanggan harus menjadi bagian dari pembelajaran.

Bagi tukang bangunan dan tukang las, peningkatan keterampilan membantu memperbaiki mutu pekerjaan serta kesiapan menerima pesanan. Peserta perlu dibiasakan bekerja dengan ukuran yang tepat, menggunakan bahan secara efisien, dan mengutamakan keselamatan. Hasil kerja yang baik menjadi dasar untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Di bidang bengkel motor, keterampilan perawatan dan perbaikan kendaraan dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan. Kemampuan teknis perlu berjalan bersama sikap bertanggung jawab: menjelaskan kondisi kendaraan dengan jujur, menjaga kualitas pekerjaan, dan menetapkan biaya layanan secara wajar.

Pelatihan pembuatan roti dan kue memberi bekal untuk mengembangkan usaha pangan, termasuk usaha dari rumah. Peserta perlu memahami proses produksi, kebersihan, pengemasan, serta perhitungan biaya agar produk yang dihasilkan memiliki mutu dan harga yang sesuai. Keterampilan menjahit juga membuka kesempatan melalui jasa perbaikan pakaian, pembuatan busana, atau pengerjaan pesanan sesuai kemampuan peserta.

Sementara itu, pelatihan juru sembelih halal menghubungkan keterampilan kerja dengan tanggung jawab keagamaan. Kompetensi yang dikembangkan perlu memperhatikan ketentuan penyembelihan, kebersihan, keselamatan, serta penanganan hewan yang baik. Kemampuan tersebut dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat dalam kegiatan kurban maupun kebutuhan penyembelihan lainnya, sesuai kewenangan dan kompetensi yang dimiliki.

Seluruh bidang ini membutuhkan latihan yang memadai. Peserta perlu memahami batas kemampuannya dan terus meningkatkan keterampilan sebelum menerima pekerjaan yang lebih kompleks. Profesionalitas tumbuh melalui praktik, pengalaman, dan kemauan belajar.

Alat kerja sebagai jembatan menuju usaha

Salah satu hambatan yang sering dihadapi mustahik adalah keterbatasan sarana untuk memulai. Seseorang dapat memiliki semangat dan keterampilan, tetapi belum mampu membeli alat yang dibutuhkan. Karena itu, pemberian alat produksi dan peralatan servis menjadi bagian penting dari pemberdayaan.

Pola tersebut telah diwujudkan BAZNAS Provinsi NTB dalam pelatihan servis AC, menjahit, dan pembuatan roti. Publikasi resmi lembaga mencatat dukungan peralatan servis AC, mesin jahit beserta perlengkapannya, serta mixer dan oven untuk peserta pelatihan pembuatan roti. Dukungan ini membantu menghubungkan hasil pelatihan dengan kesiapan memulai kegiatan produktif.

Alat kerja perlu diberikan sesuai kebutuhan, kemampuan penggunaan, dan rencana usaha penerima. Peralatan yang tepat akan lebih bermanfaat apabila peserta memahami cara mengoperasikan, merawat, serta memanfaatkannya secara aman. Bantuan kemudian menjadi modal kerja yang digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomi.

Pendampingan setelah pelatihan juga perlu diperkuat. Peserta membutuhkan bimbingan untuk mendapatkan pelanggan pertama, menghitung biaya, menentukan harga, mengelola uang usaha, dan menjaga mutu layanan. Kerja sama dengan lembaga pelatihan, tenaga ahli, pelaku usaha, serta jejaring masyarakat dapat membantu membuka akses tersebut.

Ukuran keberhasilan program perlu mencakup perubahan setelah pelatihan. Apakah keterampilan digunakan? Apakah alat bantuan berfungsi dan dimanfaatkan? Apakah peserta memperoleh pekerjaan atau pesanan? Apakah pendapatan dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga meningkat? Jawaban atas pertanyaan ini menjadi dasar untuk menilai hasil dan memperbaiki pendampingan.

Dari mustahik menuju muzakki atau mutashaddiq

Visi transformasi mustahik menjadi muzakki atau mutashaddiq merupakan arah penting pemberdayaan BAZNAS Provinsi NTB. Mustahik adalah penerima zakat yang berhak sesuai ketentuan. Muzakki adalah pihak yang menunaikan zakat ketika telah memenuhi persyaratannya. Adapun mutashaddiq adalah orang yang bersedekah.

Perubahan tersebut merupakan proses yang bertahap. Peserta dapat mulai dari menguasai keterampilan, memperoleh pekerjaan, memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik, lalu membangun penghasilan yang semakin stabil. Ketika persyaratan kewajiban zakat terpenuhi, mereka dapat menjadi muzakki. Kesediaan bersedekah juga dapat tumbuh sesuai kemampuan, tanpa membebani kebutuhan dasar keluarga.

Semangat berbagi perlu ditumbuhkan sebagai kesadaran dan rasa syukur. Bantuan zakat tidak boleh dimaknai sebagai utang yang harus dikembalikan melalui sedekah. Harapannya, penerima yang semakin berdaya dapat ikut membantu orang lain secara sukarela dan bertanggung jawab.

Program Vokasi BAZNAS Provinsi NTB membawa harapan tersebut melalui kerja yang konkret: membekali keterampilan, menyediakan alat, dan memperkuat jalan menuju penghasilan. Ketika seorang mustahik mampu bekerja lebih terampil, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya, zakat telah menghadirkan perubahan yang berarti. Dari perubahan itulah tumbuh peluang untuk memperluas kebaikan kepada sesama.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.

Lihat Daftar Rekening →