BAZNAS NTB dan Desa Berdaya: Menyentuh Jantung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
12/10/2026 | Penulis: Humas BAZNAS NTB
H. Zulkipli, SE., MM. (Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB)
Kemiskinan ekstrem hadir dalam kehidupan keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan, menempati rumah yang tidak layak, menghadapi hambatan berobat, atau tidak memiliki sumber penghasilan yang pasti. Karena itu, pengentasannya harus menjangkau keluarga secara langsung, memahami persoalan yang mereka hadapi, dan menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dalam konteks inilah kehadiran BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi penting bagi Program Desa Berdaya yang diusung Gubernur NTB. Pemerintah Provinsi NTB menempatkan Desa Berdaya sebagai gerakan bersama untuk mengurangi kemiskinan melalui pembangunan dari desa dan pendekatan berbasis data. Arah tersebut membuka ruang bagi BAZNAS untuk memperkuat sinergi, terutama dalam menjangkau keluarga miskin ekstrem yang membutuhkan penanganan secara spesifik.
Kekuatan sinergi itu terletak pada kemampuan menghubungkan program pembangunan desa dengan keadaan nyata setiap keluarga. Desa dapat memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, atau pariwisata. Namun, keluarga paling miskin belum tentu mampu memanfaatkan potensi tersebut. Mereka mungkin tidak memiliki modal, alat kerja, keterampilan, atau kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk mulai berusaha. Di titik inilah BAZNAS dapat mengambil peran yang menentukan.
BNBA sebagai dasar penanganan keluarga
Pendekatan By Name By Address atau BNBA, yakni berdasarkan nama dan alamat, memberikan dasar untuk mengenali keluarga sasaran secara jelas. Dengan pendekatan ini, pertanyaan pengentasan kemiskinan menjadi lebih konkret: siapa yang perlu dibantu, di mana mereka tinggal, apa penyebab kesulitannya, dan dukungan apa yang paling mendesak?
Akan tetapi, nama dan alamat harus dilengkapi dengan verifikasi lapangan. Setiap keluarga memiliki keadaan yang berbeda. Keluarga dengan anggota usia produktif yang mampu bekerja memerlukan dukungan berbeda dari keluarga lansia, penyandang disabilitas, atau keluarga yang menanggung anggota dengan penyakit berkepanjangan. Bantuan perlu mengikuti hasil penilaian tersebut.
BNBA perlu menjadi pintu masuk bagi penyusunan rencana pendampingan keluarga. Data harus diperbarui, diselaraskan bersama pemerintah desa dan pendamping program, serta digunakan secara bertanggung jawab. Ketepatan sasaran juga perlu disertai penilaian kelayakan sebagai mustahik agar pendayagunaan zakat tetap sesuai dengan peruntukannya.
Dengan cara itu, BAZNAS dapat hadir lebih dekat dengan persoalan yang hendak diselesaikan. Bantuan memiliki penerima yang jelas, kebutuhan yang teridentifikasi, dan tujuan perubahan yang dapat dipantau.
Menghubungkan perlindungan dengan pemberdayaan
Keluarga miskin ekstrem membutuhkan jalan keluar yang bertahap. Ketika kebutuhan pangan belum terpenuhi atau tempat tinggal membahayakan kesehatan, keluarga memerlukan perlindungan terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan dasar memberikan ruang bagi mereka untuk memikirkan langkah berikutnya.
Peran nyata BAZNAS dalam Desa Berdaya telah terlihat melalui kolaborasi BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Kota Bima dalam bantuan Rumah Layak Huni di Kelurahan Ntobo. Publikasi resmi BAZNAS Kota Bima menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Desa Berdaya, dengan penerima yang melalui proses verifikasi. Kehadiran ini menunjukkan bahwa sinergi dapat diwujudkan sampai pada kebutuhan keluarga.
Langkah berikutnya perlu diarahkan pada pemberdayaan sesuai kemampuan penerima. Bagi keluarga yang memiliki potensi usaha, dukungan dapat berupa alat kerja, modal usaha yang sesuai kebutuhan, pelatihan praktis, serta pendampingan pemasaran. Usaha yang dikembangkan sebaiknya bertumpu pada keterampilan keluarga dan peluang ekonomi di desanya.
Pemberian modal perlu disertai pendampingan. Penerima membutuhkan bantuan untuk menghitung biaya, memisahkan uang usaha dari kebutuhan rumah tangga, menjaga kualitas produk, dan menemukan pembeli. Tanpa pendampingan, bantuan produktif berisiko habis sebelum mampu menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.
Sementara itu, keluarga yang belum atau tidak mampu bekerja tetap membutuhkan perlindungan yang memadai. Keberhasilan pemberdayaan harus dinilai secara adil, sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga.
Sinergi yang bekerja sampai ke rumah warga
Dalam wilayah sasaran Desa Berdaya, BAZNAS Provinsi NTB perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, BAZNAS kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta pendamping. Sinergi tersebut harus menghasilkan pembagian peran yang jelas untuk setiap keluarga sasaran.
Melalui pemetaan kebutuhan bersama, pemerintah dapat menghubungkan keluarga dengan layanan dasar dan program yang tersedia, sementara BAZNAS memperkuat dukungan bagi mustahik sesuai kewenangan dan kemampuan dananya. Pendamping membantu memastikan dukungan itu diterima, digunakan, dan dievaluasi. Dengan demikian, bantuan saling melengkapi dan keluarga yang membutuhkan tidak terlewatkan.
Ukuran keberhasilannya perlu bergerak dari jumlah bantuan menuju perubahan kehidupan. Apakah kebutuhan pangan keluarga lebih terjamin? Apakah tempat tinggalnya lebih layak? Apakah anak tetap bersekolah? Apakah anggota keluarga memperoleh akses layanan kesehatan? Apakah usaha mulai menghasilkan pendapatan yang lebih stabil?
Perubahan tersebut perlu dicatat sejak kondisi awal dan dipantau secara berkala. Bantuan yang telah disalurkan belum otomatis membuktikan keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem. Penilaian hasil harus didasarkan pada perubahan yang terukur dan kriteria yang berlaku.
Di sinilah makna kehadiran BAZNAS yang “menusuk ke jantung pengentasan kemiskinan”: menjangkau keluarga yang mengalami kemiskinan secara langsung, memahami akar persoalannya, dan mendampingi proses perbaikannya. BNBA memberi arah, verifikasi memastikan ketepatan, sinergi memperkuat penanganan, dan pendampingan menjaga keberlanjutan.
Desa Berdaya akan semakin bermakna ketika keluarga paling rentan ikut merasakan manfaat pembangunan. Kehadiran BAZNAS Provinsi NTB perlu terus diperkuat agar zakat, infak, dan sedekah menjadi kekuatan yang membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar, membangun penghidupan, dan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.
Artikel Lainnya
Fungsi Satuan Audit Internal dalam Menjaga Prinsip 3A dan Marwah BAZNAS Provinsi NTB
Mengapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia Hanya untuk Bersedekah?
Mengapa Muzaki Harus Berzakat Lewat Lembaga Resmi? Mengubah Rp100 Ribu Menjadi Kekuatan Pemberdayaan
Mengubah Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: Ikhtiar BAZNAS NTB Mentransformasi Mustahiq Menjadi Mutashaddiq
Mengubah Mustahiq Menjadi Mutashaddiq: Menakar Urgensi dan Manfaat Program ZKUP BAZNAS NTB
10 Amalan memasuki bulan Ramadhan
Khatib di Masjid Baiturrahman Gegutu, Ketua BAZNAS NTB Ajak Jemaah Perkuat Solidaritas Sosial Lewat Zakat
Mahyani: Menenun Martabat di Atas Fondasi Desa Berdaya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat.
Lihat Daftar Rekening →