Pemberdayaan MustahikMelalui ProgramZAuto
BAZNAS RI dan Adira Finance Syariah Wujudkan Pemberdayaan Mustahik Melalui Program ZAuto
25/02/2025 | Baznas RIDalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang memiliki keterampilan di bidang otomotif di Bekasi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Adira Finance Syariah meresmikan program ZAuto. Program ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha bengkel motor dan mendapatkan pelatihan mekanik bersertifikasi.
Peresmian program ini dilaksanakan di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, dengan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Head of Syariah Adira Finance Syariah H. Yusron, SE. MBA, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bekasi, H. Agus.
Program ZAuto telah berjalan sejak tahun 2021 hingga 2024 dengan membantu 433 mustahik di berbagai daerah. Pada tahun 2025, target penerima manfaat bertambah dengan rencana pemberian bantuan kepada 180 mustahik baru yang ingin mengembangkan usaha di sektor otomotif.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa program ini bertujuan membuka lapangan kerja baru dan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha mikro dan kecil.
"Alhamdulillah ini merupakan bengkel ZAuto terbesar yang diresmikan, berkolaborasi dengan Adira Finance Syariah. Program ini juga menyediakan pelatihan mekanik dengan sertifikasi standar showroom bengkel resmi bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), serta menanamkan jiwa wirausaha yang jujur, kreatif, tangguh, dan mandiri melalui dukungan pemasaran digital," ujar Kiai Noor beberapa waktu lalu.
Selain memberikan pelatihan teknis, program ZAuto juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para penerima manfaat dan membantu mereka memiliki aset produktif, sehingga bisnis mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Sebagai hasil dari program ini, diharapkan terbentuk korporasi skala mikro yang dimiliki bersama oleh penerima manfaat melalui pemberdayaan komunitas," ucap Kiai Noor.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa strategi pemasaran berbasis digital akan terus dikembangkan guna memperluas jaringan usaha para mustahik. Selain itu, program ini juga akan memperkenalkan diversifikasi usaha agar semakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para peserta.
"Program ZAuto dijalankan berdasarkan tiga prinsip utama. Amanah dan Bertanggung Jawab, di mana setiap usaha yang dijalankan harus sesuai dengan prinsip syariah, regulasi, manajerial, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Sementara itu, Head of Syariah Adira Finance, H. Yusron, SE. MBA, menuturkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program ini dapat membantu mustahik dalam mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
"Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan. Di samping itu, bantuan ini sejalan dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era bonus demografi di Indonesia. Dengan dukungan ini, kami berharap para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model keberlanjutan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah. Terima kasih kepada BAZNAS RI atas sinergi yang terjalin, semoga dapat terus berlanjut,” ungkap Yusron.
Melalui program ini, para penerima manfaat akan mendapatkan pelatihan mekanik bersertifikasi, modal usaha, serta pendampingan dalam pemasaran melalui platform digital seperti Moservice.id. Dengan berbagai dukungan yang diberikan, diharapkan program ZAuto dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor otomotif.
